11 December 2018

Waspada, Ini Jenis-Jenis Penyakit Jantung di Usia Muda

penyakit jantung di usia muda

Halodoc, Jakarta - Di dalam jantung terdapat beberapa jenis pembuluh darah, dan arteri koroner merupakan salah satu yang paling penting. Pada arteri ini terdapat sirkulasi darah yang kaya akan oksigen yang dialirkan ke seluruh tubuh, termasuk jantung. Jika arteri tersumbat atau mengalami penyempitan, aliran darah yang mengalir ke jantung bisa turun secara signifikan atau berhenti. Kondisi ini dapat menyebabkan serangan jantung.

Namun, kerusakan yang terjadi memerlukan waktu yang cukup lama untuk menimbulkan suatu gejala penyakit jantung, tetapi faktor pemicunya dapat dimulai dari usia remaja, bahkan anak-anak. Seperti obesitas dan gaya hidup tidak sehat banyak ditemukan pada usia remaja. Nah, kerusakan pembuluh darah yang sudah terjadi ini secara perlahan dapat mengakibatkan penyakit jantung akan lebih cepat terjadi. Apa saja tanda perkembangan penyakit jantung di usia muda?

Hiperkolesterolemia

Hiperkolesterolemia merupakan kondisi yang berbahaya yang ditandai dengan tingginya kadar kolesterol dalam darah. Tingginya kadar kolesterol dalam darah merupakan awal dari perkembangan penyakit jantung koroner. Peningkatan kadar kolesterol ini sudah dapat dilihat saat anak akan memasuki usia remaja, yaitu 9-11 tahun. Kemudian, akan kembali meningkat pada usia remaja akhir, yaitu 17-21 tahun.

Kondisi ini akan lebih mungkin terjadi apabila seorang remaja mengalami obesitas, terdapat riwayat penyakit jantung pada orangtuanya, tekanan darah di atas normal dari anak seusianya, merokok maupun terpapar asap rokok, dan memiliki penyakit diabetes.

Penanganan kolesterol pada anak dibutuhkan untuk mencegah penyakit jantung sejak dini. Kadar kolesterol total (TC) yang aman pada anak sekitar kurang dari 170 mg/dL. Kamu bisa mengurangi faktor pemicu hiperkolesterolemia dengan mengurangi asupan karbohidrat, gula, dan lemak dari asupan harian. Selain itu, tingkatkan juga asupan serat, vitamin, mineral, dan protein, terutama dari buah dan sayuran.

Aterosklerosis

Aterosklerosis merupakan penyempitan dan penebalan arteri yang diakibatkan oleh penumpukan plak pada dinding arteri. Penumpukan plak tersebut terjadi saat lapisan sel pada dinding dalam arteri (endothelium) yang bertugas menjaga kelancaran aliran darah mengalami kerusakan. Perkembangan aterosklerosis cenderung lama, tetapi dapat dimulai pada masa anak-anak. Kadar kolesterol darah yang abnormal pada anak merupakan pertanda perkembangan aterosklerosis.

Penanganan aterosklerosis dan kadar kolesterol abnormal pada anak dilakukan secara bertahap seperti:

  • Perubahan pola makan dan aktivitas dengan menekan konsumsi harian lemak, karbohidrat dan gula berlebih, serta lebih banyak mengonsumsi protein ikan, sayur, dan buah. Anak juga dianjurkan aktif 30-60 menit dalam sehari. Kebiasaan ini sebaiknya dilakukan dalam 4-6 hari dalam satu minggu.

  • Pemberian suplementasi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi serat dan omega-3 yang bermanfaat dalam mengendalikan kadar kolesterol.

Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi

Mendeteksi hipertensi pada usia muda cenderung sulit karena dipengaruhi oleh jenis kelamin, umur, dan tinggi badan. Tekanan darah sistolik normal pada bayi dan balita sekitar 80-110, usia anak-anak sekitar 85-120, sedangkan pada usia remaja sekitar 95-140. Seorang anak dikatakan mengalami hipertensi jika konsisten memiliki tekanan darah mendekati batas atas atau lebih tinggi dari batas normal tersebut setelah tiga kali pengukuran dalam waktu yang berbeda.

Hipertensi yang terjadi pada seseorang di usia remaja sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun, kondisi ini dapat menyebabkan mimisan, sakit kepala, serta penurunan kemampuan akademis.

Perlu mengetahui lebih lanjut tentang penyakit ini atau perlu berdiskusi tentang masalah kesehatan lainnya? Kamu bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc melalui Chat atau Voice/Video Call. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!

Baca juga: