• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini Komplikasi dari Hipermagnesemia

Waspada, Ini Komplikasi dari Hipermagnesemia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Seseorang yang memiliki fungsi ginjal normal memiliki kapasitas untuk mengeluarkan kelebihan magnesium. Karena kondisi hipermagnesemia umumnya hanya dimiliki orang dengan gangguan fungsi ginjal. 

Orang yang mengalami hipermagnesemia biasanya mengalami amnesia, gagal jantung, mulut kering, hipotensi, hilangnya refleks peregangan, mual dan muntah, pelebaran pupil, pernapasan yang berhenti, bicara yang tidak jelas, serta tubuh yang melemah. Selengkapnya mengenai komplikasi hipermagnesemia ada di bawah ini!

Bagaimana Mengobati Hipermagnesemia?

Pengobatan dimulai dengan menghindari obat-obatan yang mengandung magnesium, termasuk beberapa obat pencahar dan antasida pada pasien dengan penurunan fungsi ginjal. Sebenarnya ada beberapa efek dari mengonsumsi magnesium. 

Suplemen magnesium dapat menyebabkan mual, kram, dan diare. Selain itu, suplemen magnesium tidak aman bagi orang yang menggunakan diuretik, obat jantung, atau antibiotik. Karenanya, konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi suplemen magnesium. 

Baca juga: Cara Diagnosis Hipermagnesemia yang Tepat

Ini termasuk juga mereka yang mengidap diabetes, penyakit usus, penyakit jantung atau penyakit ginjal. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tanda-tanda overdosis magnesium dapat mencakup mual, diare, tekanan darah rendah, kelemahan otot, dan kelelahan. Pada dosis yang sangat tinggi, magnesium bisa berakibat fatal.

Selengkapnya mengenai informasi kesehatan ini, tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa kapan dan di mana saja memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Penting untuk mengikuti panduan dari dokter mengenai cara yang harus dilakukan untuk menurunkan kadar magnesium darah. Jika kadar magnesium dalam darah sangat tinggi, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk menurunkan kadar ke kisaran yang aman.

Hindari obat pencahar dan antasida yang mengandung magnesium jika ginjal kamu tidak berfungsi dengan baik. Jika kamu mengalami sembelit pastikan untuk tetap aktif supaya usus tetap bergerak aktif. 

Tingkatkan asupan buah dan serat segar harian.  Minumlah 2 hingga 3 liter cairan setiap 24 jam, kecuali kamu diminta untuk membatasi asupan cairan. Ini akan mengurangi kemungkinan kamu mengalami dehidrasi yang dapat menyebabkan konstipasi. Hindari kafein dan alkohol, karena ini dapat menyebabkan kamu mengalami gangguan elektrolit.

Penyebab Hipermagnesemia

Pola tubuh mengatur kadar magnesium dengan mengatur perpindahan keluar masuknya magnesium di sel-sel tubuh. Ketika ada kerusakan sel, magnesium elektrolit bergerak dari dalam sel ke luar dinding sel. Pergeseran magnesium di luar sel ini menyebabkan hipermagnesemia.

Tadi juga disinggung kalau magnesium diekskresikan oleh ginjal. Kerusakan pada ginjal, ketika mereka tidak berfungsi dengan benar dapat menyebabkan peningkatan kadar magnesium.

Penyebab lain dari hipermagnesemia termasuk:

  1. Peningkatan kerusakan atau pergeseran kalium dari dalam sel. Seperti yang terlihat pada Sindrom Tumor Lisis, ketika seseorang menjalani kemoterapi. Obat-obatan tersebut akan bekerja dengan menghancurkan sel-sel tumor. 

  2. Ketika terjadi kerusakan sel dalam jumlah yang cepat, komponen sel (termasuk magnesium dan kalium), akan bergerak ke luar sel dan masuk ke aliran darah. Orang-orang yang menerima kemoterapi untuk Leukemia, Limfoma, atau multiple Myeloma, mungkin berisiko untuk mengalami sindrom tumor lisis.

Baca juga: Ini 4 Gejala dari Hipermagnesemia

  1. Gagal ginjal (ginjal) adalah penyebab paling umum dari kelebihan magnesium. Ginjal tidak dapat memproses dan mengeluarkan magnesium dan elektrolit lainnya.

  2. Mengonsumsi terlalu banyak magnesium dalam makanan biasanya dalam bentuk obat pencahar (seperti susu magnesium) atau antasida juga bisa menyebabkan kondisi hipermagnesemia.

Referensi:

Science Direct. Diakses pada 2019. Hypermagnesemia.
WebMD. Diakses pada 2019. Magnesium.