Ginjal dan Hati Alami Gangguan, Waspada Hipermagnesemia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
hipermagnesemia

Halodoc, Jakarta - Ketika kadar magnesium dalam darah terlalu tinggi, kondisi ini disebut dengan hipermagnesemia. Kondisi ini terjadi karena ginjal tidak mampu membuang kandungan magnesium dalam darah. Penyakit ini termasuk penyakit yang jarang terjadi. Ketahui gejala dan penyebab dari hipermagnesia berikut ini.

Baca juga: 6 Akibat Kalau Tubuh Kekurangan Magnesium

Gangguan pada Ginjal dan Hati Bisa Jadi Pemicu Hipermagnesemia?

Penyakit yang satu ini umumnya ditandai dengan adanya kerusakan pada organ penting dalam tubuh, seperti ginjal dan hati. Pada ginjal, penurunan fungsi ginjal dapat terjadi karena kelebihan magnesium dalam darah yang gagal dikeluarkan melalui urine.

Akibatnya, magnesium menumpuk dalam darah dan mengakibatkan sejumlah masalah kesehatan. Selain itu, beberapa kondisi lain yang menjadi pemicu terjadinya hipermagnesemia pada seseorang, yaitu:

  • Ibu hamil yang mengalami preeklamsia. Kondisi tersebut merupakan gangguan kehamilan yang ditandai oleh tekanan darah tinggi, serta tingginya kandungan protein dalam urine.

  • Mengidap hipotiroidisme, yaitu istilah yang merujuk pada kondisi ketika menurunnya sintesis dan sekresi hormon tiroid dari kelenjar tiroid. 

  • Mengidap penyakit Addison, yaitu kerusakan yang terjadi pada kelenjar adrenal, sehingga kelenjar tidak mampu memproduksi hormon yang dibutuhkan oleh tubuh.

  • Mengidap familial hypocalciuric hypercalcemia, yaitu kelainan genetik asimptomatik yang ditandai dengan hiperkalsemia (jumlah kalium tinggi dalam darah) atau hipoksia (rendahnya kadar oksigen dalam darah).

Berbagai faktor risiko tersebut akan menyebabkan hipermagnesemia dengan kondisi ringan hingga berat. Namun, tidak seberat hipermagnesemia yang disebabkan oleh adanya gagal ginjal.

Baca juga: Ini Efeknya kalau Tubuh Kebanyakan Magnesium

Hindari Penyakit Ini dengan Mengenali Gejala dari Hipermagnesemia

Jika kadar magnesium tidak terlalu tinggi, biasanya pengidap tidak merasakan gejala apapun. Namun, ketika kadar magnesium sudah diatas rata-rata, gejala akan ditandai dengan:

  • Kelemahan pada otot.

  • Mual dan muntah.

  • Wajah mengalami sensasi rasa terbakar dan memerah.

  • Detak jantung menjadi tidak teratur, bisa lebih lambat atau lebih cepat.

  • Mengalami sakit kepala.

  • Merasakan kantuk yang berlebihan.

  • Kehilangan kesadaran.

Dalam kasus yang parah, pengidap bahkan dapat mengalami gangguan pada jantung, kesulitan bernapas, hingga koma. Untuk itu, segera temui dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc jika pengidap sudah mengalami kesulitan bernapas, tidak dapat menggerakkan tangan atau kaki, dan kehilangan kesadaran. Penanganan yang tepat akan menghindari pengidap dari komplikasi berbahaya.

Baca juga: 10 Jenis Mineral dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Begini Langkah Pengobatan pada Pengidap Hipermagnesemia

Penanganan yang dilakukan akan disesuaikan dengan penyebabnya terjadinya hipermagnesemia. Setelah diagnosis, dokter akan melakukan serangkaian langkah penanganan berikut ini:

  • Memberikan obat diuretik yang bertujuan untuk meningkatkan produksi urin, sehingga magnesium dalam darah dapat terbuang melalui urine. Namun, penanganan yang satu ini dikhususkan untuk pengidap yang memiliki fungsi ginjal yang baik.

  • Infus kalsium glukonat yang diberikan kepada pengidap dengan gejala gangguan pernapasan dan jantung. Kalsium yang diberikan akan menetralisir kandungan magnesium dalam darah.

  • Cuci darah atau dialisis yang diberikan pada pengidap yang memiliki gangguan fungsi ginjal, keluhan pada saraf dan jantung, serta hipermagnesemia berat.

Meskipun terlihat menyeramkan, hipermagnesemia masih dapat dicegah dengan berhati-hati mengonsumsi jenis obat apapun, jika kamu memiliki sejumlah masalah kesehatan. Obat yang kamu konsumsi harus sesuai dengan resep dokter. Bila gejala yang muncul tidak segera tertangani, hipermagnesemia dapat berujung pada penurunan kesadaran, gagal jantung, koma, bahkan kehilangan nyawa.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Can You Overdose on Magnesium?
Medical News Today. Diakses pada 2019. What Is Hypermagnesemia?