Waspada, Ini Komplikasi Kanker Limfoma

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Waspada, Ini Komplikasi Kanker Limfoma

Halodoc, Jakarta - Kanker limfoma yang menyerang sistem imunitas tubuh termasuk jenis kanker yang langka. Kelainan ini bisa terjadi pada siapa saja, meski lebih sering menyerang anak dan dewasa muda dengan rentang usia antara 15 sampai 24 tahun. Gejala utama dari kanker limfoma adalah munculnya benjolan pada leher dan ketiak, tetapi tidak diikuti rasa nyeri. Gejala ini mirip dengan penyakit flu, hanya saja terjadi lebih lama dan cenderung serius jika tidak ditangani. 

Komplikasi Kanker Limfoma Non-Hodgkin dan Hodgkin

Berdasarkan jenisnya, kanker limfoma terbagi menjadi dua, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Pada kasus kanker limfoma, jenis non-Hodgkin sering dijumpai dibandingkan dengan jenis Hodgkin. Limfoma non-Hodgkin berkembang dari sel limfosit T dan B pada kelenjar getah bening atau jaringan yang ada di seluruh tubuh. Setidaknya, ada 95 persen kanker limfoma berasal dari jenis ini.

Sementara itu, limfoma jenis Hodgkin menjadi kanker yang terbilang langka dan lebih mematikan, karena adanya sel Reed-Sternberg, jenis sel limfosit B yang sifatnya tidak normal. Pada pengidap kanker limfoma jenis ini, kanker bergerak dan berpindah dari satu kelenjar getah bening menuju kelenjar lain yang lebih dekat. 

Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah adalah komplikasi kanker limfoma jenis non-Hodgkin dan Hodgkin yang paling umum, dan kondisi ini bisa menjadi lebih buruk ketika kamu menjalani perawatan. Akibatnya, kamu lebih mudah terserang infeksi, dan ada peningkatan risiko berkembangnya komplikasi yang lebih serius akibat infeksi yang terjadi. 

Baca juga: Kenali Gejala Kanker Limfoma pada Anak

Ini artinya, penting untuk memberi tahu dokter gejala infeksi apa pun ke dokter, karena perawatan yang tepat diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius. Kamu bisa membuat janji langsung dengan dokter di rumah sakit terdekat atau bertanya pada dokter melalui fitur Tanya Dokter di aplikasi Halodoc. Pasalnya, penanganan penting dalam beberapa bulan pertama setelah perawatan dilakukan. 

Kemoterapi dan radioterapi untuk kanker limfoma non-Hodgkin dan Hodgkin dapat menyebabkan terjadinya infertilitas. Efek ini bisa terjadi sementara, tetapi bisa bersifat permanen. Pada beberapa kasus, pria disarankan untuk menyimpan sampel sperma dan sel telur untuk wanita jika masih menginginkan untuk memiliki momongan setelah menjalani perawatan terhadap kanker limfoma. 

Baca juga: Ini 5 Pencegahan Penyakit Limfoma yang Harus Diketahui

Saat menjalani perawatan kanker limfoma non-Hodgkin maupun Hodgkin juga dapat meningkatkan risiko mengembangkan jenis kanker lain di masa depan, atau yang dengan sebagai kanker kedua. Risiko ini meningkat setelah kamu menjalani perawatan kanker seperti kemoterapi dan radioterapi yang merusak sel sehat selain mematikan sel kanker. Kerusakan ini menyebabkan sel yang terkena menjadi kanker beberapa waktu setelah perawatan.

Kamu bisa menjalani pola hidup dan pola makan yang sehat sebagai tindakan pencegahan. Tidak merokok, tidak mengonsumsi minuman beralkohol, mempertahankan berat badan dengan diet seimbang yang kaya nutrisi, dan berolahraga teratur menjadi beberapa cara pencegahan komplikasi kanker limfoma menjadi kanker lain yang direkomendasikan. 

Lalu, pengobatan untuk mengatasi kanker limfoma non-Hodgkin maupun Hodgkin meningkatkan risiko terkena kondisi tertentu pada usia yang terbilang lebih muda dibandingkan dengan normalnya, seperti penyakit jantung dan penyakit paru. Diagnosis kanker limfoma juga meningkatkan risiko stres dan depresi pada beberapa pengidapnya. 

Baca juga: Bengkak pada Kelenjar Getah Bening Anak, Hati-Hati Kanker Limfoma

Referensi: 
NHS UK. Diakses pada 2019. Complications Hodgkin Lymphoma.
NHS UK. Diakses pada 2019. Complications Non-Hodgkin Lymphoma.
Medical News Today. Diakses pada 2019. What to Know About Lymphoma.