14 March 2019

Waspada, Ini Masalah Penglihatan yang Dapat Terjadi karena Multiple Sclerosis

Waspada, Ini Masalah Penglihatan yang Dapat Terjadi karena Multiple Sclerosis

Halodoc, Jakarta - Masalah mata dan penglihatan menjadi hal yang umum terjadi pada orang-orang yang mengalami multiple sclerosis. Hal ini sering menjadi gejala paling utama, meski bisa juga berkembang menjadi penyakit. Gangguan penglihatan tersebut terjadi secara akut, sebagai bagian dari kekambuhan. Pada beberapa kasus, gejalanya membaik seiring waktu, tetapi masih ada efek samping yang tersisa.

Lalu, apa saja gangguan penglihatan yang terjadi sebagai akibat dari multiple sclerosis? Berikut beberapa di antaranya:

  • Neuritis Optik

Neuritis optik disebabkan oleh radang saraf optik yang menghubungkan mata ke otak. Gejalanya meliputi nyeri pada mata, penglihatan mengabur, gangguan penglihatan warna atau penglihatan kelabu, dan hilangnya penglihatan periferal. Kondisi ini dapat membaik kurang lebih 2 minggu.

Gangguan mata ini dapat terjadi pada satu mata di satu waktu atau kedua mata secara bersamaan. Pun, kondisi ini bisa terjadi hanya satu kali dalam seumur hidup, atau berulang kali. Pengobatan dengan steroid mempercepat pemulihan dengan mengurangi peradangan dan mengurangi aktivitas sistem kekebalan tubuh.

Baca juga: Pola Hidup Sehat Dapat Mencegah Terjadinya Multiple Sclerosis

Tetapi, penggunaan obat ini tidak memengaruhi seberapa baik seseorang dapat kembali melihat. Sekitar 90 persen pengidap neuritis optik kembali ke kontras 22 visi. Namun, ketajaman visual kontras ini terbilang rendah, sehingga sulit untuk melihat ketika senja. Pada akhirnya, kondisi ini mengakibatkan kesulitan mengemudi.

Beberapa pengidap mengalami penglihatan kabur selama sisa hidupnya, tetapi sebagian lainnya mengalami kebutaan total. Bagi pengidap yang kesulitan melihat pada cahaya rendah, pencahayaan ekstra, kaca pembesar, kacamata khusus, dan filter layar komputer bisa membantu mengimbangi kondisi tersebut.

  • Diplopia

Lebih dikenal dengan sebutan penglihatan ganda, diplopia adalah gangguan penglihatan berikutnya yang terjadi karena multiple sclerosis. Kondisi ini terjadi ketika mata tidak sejajar dan menunjuk pada objek yang sama pada saat yang juga bersamaan. Pada kondisi multiple sclerosis, diplopia terjadi karena lesi pada batang otak atau otak kecil. Diplopia terjadi karena saraf kranial 3-4 pada batang otak terganggu, yang menyebabkan terganggunya otot-otot penggerak bola mata.

Baca juga: 6 Fakta Tentang Kerusakan Saraf Multiple Sclerosis

Penggandaan gambar mungkin terjadi dari sisi ke sisi, atas ke bawah, atau kombinasi di antara keduanya, dan dapat bervariasi bergantung pada tugas visual, seperti membaca atau melihat sesuatu yang jauh. Untuk kondisi akut, steroid IV mungkin diresepkan. Jika ternyata tidak membaik, dokter mungkin akan menyarankan untuk dilakukan plasmapheresis.

  • Nystagmus

Pada kondisi ini, mata melakukan gerakan cepat, berulang, tidak terkontrol yang mengganggu penglihatan dan persepsi kedalaman. Mata dapat bergerak dari satu sisi ke sisi lain atau atas ke bawah. Pengidap nystagmus sering mengalami gangguan keseimbangan dan cepat mual. Gangguan penglihatan ini terjadi karena kerusakan pada saraf dan struktur otak yang mengontrol gerakan mata.

  • Ophthalmoplegia Internuclear

Lalu, ada pula ophthalmoplegia internuclear, yang ditandai dengan gangguan gerakan mata secara horizontal. Gejalanya meliputi penglihatan kabur, penglihatan ganda, pusing, dan rasa bergerak ketika melihat sesuatu yang diam. Sama halnya dengan nystagmus, gangguan penglihatan ini terjadi karena kerusakan pada struktur otak yang mengontrol pergerakan mata. Pada lansia, kondisi ini bisa terjadi karena stroke.

Baca juga: Benarkah Multiple Sclerosis Merupakan Penyakit Turunan?

Itu tadi beberapa gangguan penglihatan yang mungkin terjadi pada seorang pengidap multiple sclerosis. Kalau kamu ingin menanyakan hal lain seputar gangguan mata, kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Aplikasi ini bisa kamu download di Play Store dan App Store, gratis. Yuk, pakai Halodoc!