Waspada, Penyakit Crohn Dapat Sebabkan Episkleritis

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Waspada, Penyakit Crohn Dapat Sebabkan Episkleritis

Halodoc, Jakarta – Episkleritis merupakan penyakit yang bisa menyerang mata. Kondisi ini terjadi karena adanya peradangan di antara sklera dan konjungtiva pada mata. Sklera merupakan bagian putih pada bola mata, sedangkan konjungtiva adalah lapisan yang menutupinya. Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab penyakit ini.

Meski begitu, episkleritis diduga terkait dengan jenis penyakit lainnya, salah satunya penyakit Crohn, yaitu penyakit radang usus kronis yang memicu peradangan pada seluruh lapisan dinding sistem pencernaan. Peradangan bisa terjadi mulai dari mulut hingga anus. Selain penyakit Crohn, sebagian besar pengidap penyakit episkleritis juga mengalami peradangan lainnya, seperti lupus atau rheumatoid arthritis.

Peradangan yang terjadi akibat penyakit episkleritis membuat mata mengalami iritasi, berwarna merah, serta memicu rasa tidak nyaman. Kendati begitu, penyakit ini tergolong ringan dan jarang menyebabkan kondisi yang serius.

Baca juga: Muncul Bercak Merah di Mata, Kenali Fakta Episkleritis

Gejala dan Komplikasi Episkleritis

Penyakit ini umumnya muncul dengan gejala berupa mata merah, bisa terjadi pada salah satu atau kedua mata. Pada dasarnya, terdapat dua jenis penyakit episkleritis, yaitu episkleritis sederhana dan nodular. Episkleritis sederhana adalah jenis yang paling umum terjadi, dan sering memicu gejala berupa mata terlihat merah pada satu bagian atau di seluruh mata. Kondisi ini seringnya juga menyebabkan rasa tidak nyaman pada mata.

Sedangkan pada episkleritis nodular, gejala paling umum adalah munculnya benjolan meradang di sekeliling pembuluh darah yang tersebar. Biasanya, jenis episkleritis yang satu ini hanya menyerang salah satu mata dan mengakibatkan pengidapnya merasa lebih tidak nyaman dibanding pengidap episkleritis sederhana.

Selain mata merah, ada beberapa gejala lain yang muncul sebagai tanda penyakit episkleritis, mulai dari mata terasa lunak dan berair, mata sensitif terhadap cahaya terang, terasa panas pada mata, hingga perubahan warna menjadi biru atau ungu pada bagian putih mata.

Baca juga: Atasi Episkleritis dengan Obat Tetes Mata, Efektifkah?

Sebenarnya, episkleritis bisa pulih dengan sendirinya tanpa membutuhkan penanganan medis khusus, apalagi jika gejala yang dialami cenderung ringan. Meski begitu, kondisi ini tetap tidak boleh dianggap sepele, apalagi tidak ditangani dengan tepat. Untuk mempercepat pemulihan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan di rumah, seperti:

  • Mengompres mata yang terserang dengan handuk atau kain yang sudah direndam air dingin sebelumnya
  • Gunakan obat tetes mata yang berisi air mata buatan
  • Kenakan kacamata selama berada di luar ruangan untuk melindungi mata dari cahaya terang

Kondisi ini biasanya akan pulih dalam waktu 7–10 hari, tapi pada kasus episkleritis nodular, waktu penyembuhan yang dibutuhkan mungkin akan lebih lama. Jika gejala tak kunjung reda dan malah semakin memburuk, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui lebih lanjut apa penyebab peradangan terjadi.

Meski sudah sembuh atau hilang, episkleritis bisa saja muncul kembali dalam waktu beberapa minggu atau bulan. Kalau episkleritis kambuh, kamu harus waspada, sebab bisa jadi ada penyakit peradangan lain yang menyertai kondisi ini. Episkleritis tidak akan menimbulkan komplikasi serius dalam jangka panjang, kecuali jika terkait penyakit peradangan lain.

Baca juga: Sudah Sembuh, Bisakah Episkleritis Muncul Kembali?

Masih penasaran tentang penyakit episkleritis dan penyakit Crohn? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!