• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Penyakit Kusta Dapat Menyerang Mata
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Penyakit Kusta Dapat Menyerang Mata

Waspada, Penyakit Kusta Dapat Menyerang Mata

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 28 Januari 2022

“Bakteri mycobacterium leprae dapat menyebar ke saraf mata dan menyebabkan kerusakan, seiring berjalannya waktu. Ketika saraf mata sudah mengalami kerusakan, maka mata akan mengalami berbagai masalah. Mulai dari kehilangan refleksnya untuk berkedip, mengalami penurunan kepekaan, hingga kelopak mata tidak dapat menutup sebagaimana mestinya.”

Waspada, Penyakit Kusta Dapat Menyerang Mata

Halodoc, Jakarta – Kusta atau lepra, merupakan penyakit infeksi kronis menular pada kulit yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium leprae. Penyakit tersebut perlu diwaspadai dan perlu segera ditangani. Sebab, tanpa pengobatan sedari dini, penyakit kusta dapat menyebar ke organ tubuh lainnya sebagai komplikasinya. 

Salah satunya seperti organ mata yang berisiko menyebabkan kebutaan secara permanen pada pengidapnya. Namun, mengapa kusta dapat menyerang mata pengidapnya? Yuk simak penjelasannya di sini!

Ini Penjelasan Mengapa Kusta dapat Menyerang Mata

Sebenarnya kusta mudah disembuhkan secara tuntas apabila pengobatan dilakukan sedari dini. Sayangnya, gejala kusta sering kali tidak disadari sejak dini. Nah, terlambatnya pengobatan tersebut menyebabkan bakteri penyebab kusta, yaitu mycobacterium leprae menyebar dan menyerang saraf di sekitar tubuh, tanpa terkecuali, saraf mata. 

Merujuk pada penelitian yang berjudul Ocular Lesions in the Inmates of Leprosy Rehabilitation Centre, kusta dapat menyerang mata karena bakteri kusta menyebar ke organ tersebut melalui empat cara, yaitu:  

  1. Invasi secara langsung atau primer bakteri mycobacterium leprae ke dalam struktur mata (keratitis, iridocyclitis, scleritis, episcleritis).
  2. Invasi sekunder bakteri penyebab kusta pada saraf wajah (lagophthalmos).
  3. Reaksi hipersensitivitas terhadap zat antigenik yang dilepaskan dalam pemecahan basil kusta (iridosiklitis, skleritis, dan episkleritis).
  4. Penyebaran bakteri melalui kulit, jaringan pendukung kelopak mata, hingga sistem drainase air mata (madarosis, trichiasis, entropion, chronic dacryocystitis). 

Ketika bakteri tersebut sudah menyebar ke area mata, maka saraf mata akan mengalami kerusakan dan terganggu fungsinya. Inilah penjelasan mengapa lepra dapat menyerang mata. Kondisi tersebut tentu tidak dapat disepelekan karena membuat mata rentan terserang berbagai penyakit dan gangguan kesehatan serius tertentu. 

Dampak Kerusakan Saraf Mata Akibat Kusta

Kerusakan pada saraf mata awalnya membuat pengidap kusta mengalami kehilangan refleks untuk berkedip. Kondisi ini menyebabkan mata mengalami kekeringan, sehingga rentan terserang berbagai infeksi. Selain itu, saraf mata yang rusak juga dapat membuat kepekaan mata menurun. Hal ini membuat pengidap kusta tidak dapat merasakan kelilipan dan rasa sakit akibat luka maupun iritasi pada mata.

Jika kerusakan pada saraf mata sudah semakin parah, kondisi ini juga dapat menghambat mata untuk menutup sebagaimana mestinya. Artinya, pengidap kusta tidak dapat menutup kelopak matanya ketika sedang memejamkan matanya. Padahal, kelopak mata berfungsi untuk melindungi organ mata ketika seseorang tengah tertidur. 

Selain itu, kelopak mata juga berfungsi untuk membersihkan mata saat seseorang berkedip. Akibatnya, mata menjadi sangat rentan akan risiko komplikasi kusta, seperti kebutaan. 

Penanganan yang Dapat Dilakukan 

Kerusakan saraf mata permanen sebenarnya dapat diturunkan risikonya sedari awal melalui terapi multidrug (MDT). Nah, Terapi multidrug (MDT) adalah pengobatan untuk mengatasi kusta menggunakan kombinasi antibiotik secara oral. Perlu diketahui bahwa setiap pengidap kusta akan memiliki dosis dan durasi pengobatan MDT yang bervariasi. Tergantung akan tingkat keparahan dan jenis infeksi yang terjadi.

Selain itu, pengobatan juga mungkin akan dilakukan dengan menggunakan pemberian antibiotik secara topikal seperti salep mata. Pemberian antibiotik topikal tersebut akan dilakukan jika lepra yang menyerang mata menyebabkan uveitis. Uveitis sendiri merupakan kondisi peradangan yang terjadi pada lapisan tengah mata. 

Nah, itulah penjelasan mengenai bagaimana penyakit kusta dapat menyerang mata pengidapnya. Kondisi tersebut dipicu oleh menyebarnya bakteri Mycobacterium leprae (M. leprae) yang telah menginfeksi tubuh ke saraf mata. Seiring berjalannya waktu, bakteri tersebut akan menyebabkan kerusakan pada bagian saraf mata. 

Ketika saraf mata sudah mengalami kerusakan, maka akan kehilangan refleksnya untuk berkedip. Tak hanya itu, kepekaan mata dan kemampuan kelopak mata untuk menutup juga akan menurun drastis. Akibatnya, mata menjadi rentan untuk terserang berbagai gangguan kesehatan.

Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar penyakit kusta, kamu bisa menghubungi dokter spesialis melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur chat/video call secara langsung pada aplikasinya. Nantinya, dokter yang berpengalaman akan memberikan saran atau informasi medis yang tepat seputar kusta untukmu. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download Halodoc sekarang!

Referensi:

International Textbook of Leprosy. Diakses pada 2022. The Eye in Leprosy
The Leprosy Mission.org. Diakses pada 2022. How does leprosy damage eyes?
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2022. Leprosy
WHO. Diakses pada 2022. Leprosy (Hansen’s disease)
NCBI. Diakses pada 2022. Ocular Lesions in the Inmates of Leprosy Rehabilitation Centre