Waspada Polip Usus, Perhatikan Gejala Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Waspada Polip Usus, Perhatikan Gejala Ini

Halodoc, Jakarta - Kamu mungkin sering mendengar adanya polip atau gumpalan sel seperti benjolan kecil pada hidung yang biasa disebut polip hidung. Namun, pernahkah kamu mendengar bahwa polip bisa bertumbuh dan berkembang pada usus? Kondisi ini dinamakan polip usus. Sebenarnya, beberapa jenis polip usus tidak membahayakan tubuh. Namun, seiring waktu, polip usus bisa berkembang menjadi kanker usus besar. 

Polip usus bisa terjadi pada siapa saja. Namun, risiko terjadinya penyakit ini lebih tinggi jika kamu memiliki riwayat obesitas, perokok berat, dan ada riwayat keluarga dengan penyakit kanker usus atau polip usus. Terjadinya polip usus belum diketahui dengan pasti. Namun, diyakini kondisi ini terjadi karena mutasi genetik ketika sel bertumbuh secara abnormal yang membentuk polip usus. 

Gejala Polip Usus yang Perlu Diwaspadai

Kamu harus tahu, semakin sel tersebut aktif dan polip yang bertumbuh semakin besar, maka polip usus bisa semakin berbahaya dan perlu segera dilakukan penanganan. Nah, meski bisa terjadi pada siapa saja, ternyata orang-orang dengan usia 50 tahun ke atas lebih berisiko mengalaminya. Lalu, mereka yang mengidap penyakit diabetes tipe 2, mengonsumsi minuman beralkohol, dan memiliki gangguan pencernaan juga memiliki risiko yang sama tingginya. 

Baca juga: Kenali Jenis Polip Usus Pemicu Kanker Kolorektal

Jika dilihat dari luar secara sekilas, polip usus cenderung tidak menunjukkan adanya gejala. Biasanya, gejala akan terlihat ketika kamu melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Meski begitu, pada beberapa kasus, polip usus juga menunjukkan adanya gejala-gejala tertentu, termasuk buang air besar mengeluarkan darah, feses berubah warna dan tekstur (biasanya berwarna gelap atau merah darah), berubahnya kebiasaan ketika buang air besar (diare atau sembelit bisa menunjukkan adanya polip dengan ukuran besar pada usus), mual, nyeri, dan terasa sakit pada perut, serta anemia defisiensi zat besi. 

Gejala-gejala tersebut bisa jadi mirip dengan kondisi masalah kesehatan lainnya, biasanya sama-sama menyerang sistem pencernaan. Jadi, tentu saja, kamu tidak boleh menyepelekannya. Kalau kamu mengalami salah satu atau beberapa gejala ini, segera periksakan kondisi kesehatan ke dokter. Jangan menunda, karena kini sudah lebih mudah. Kamu bisa membuat janji dengan dokter langganan di rumah sakit mana saja, atau menggunakan aplikasi Halodoc melalui fitur Tanya Dokter

Baca juga: Benarkah Polip Usus Dapat Sebabkan Hirschsprung?

Pengobatan dan Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Kalau kamu ternyata mengalami polip usus, dokter akan menyarankan beberapa pilihan pengobatannya. Kalau ukuran polip usus lebih dari 1 sentimeter, akan dilakukan endoskopi menggunakan wire loop atau alat forceps. Namun, kalau ukuran polip ternyata terlalu besar dan tidak bisa dikeluarkan melalui proses endoskopi, maka dokter akan melakukan prosedur pembedahan. 

Lantas, bagaimana dengan tindakan pencegahannya? Tentu saja dengan mengubah gaya hidup dan pola makan menjadi lebih sehat. Kamu harus meningkatkan konsumsi sayur, buah-buahan, dan makanan dengan kandungan serat yang tinggi. Jangan sampai obesitas, pastikan kamu menjaga berat badan dengan rutin berolahraga. Terakhir, hindari konsumsi daging merah berlebihan dan makanan tinggi lemak lainnya. 

Baca juga: Penting! Ini 6 Faktor yang Memicu Polip Usus



Referensi: 
NHS. Diakses pada 2019. Bowel Polyps.
WebMD. Diakses pada 2019. Colon Polyps.
Drugs. Diakses pada 2019. Colon Polyps.