21 September 2018

Waspadai 6 Gejala Berbahaya yang Biasa Dialami Ibu Hamil Trimester Ketiga

trimester ketiga, kehamilan trimester 3, gangguan ibu hamil trimester ketiga

Halodoc, Jakarta – Trimester ketiga adalah masa-masa yang mendebarkan buat pasangan menunggu kelahiran si buah hati. Karenanya memang butuh perhatian dan perawatan yang ekstra supaya terhindar dari risiko penyakit selama kehamilan trimester ketiga.

Ada gejala ataupun situasi yang patut diwaspadai seiring dengan usia kehamilan yang menginjak trimester ketiga, di antaranya sebagai berikut:

1. Perdarahan

Jika ibu hamil mengalami perdarahan hebat yang diiringi dengan sensasi nyeri perut yang parah dan kram seperti menstruasi, itu bisa menunjukkan gejala gangguan ibu hamil trimester ketiga yang berbahaya. Ada beberapa kemungkinan kenapa kondisi demikian bisa terjadi. Bisa karena kondisi plasenta yang tidak berada di tempat semestinya, infeksi di mulut rahim ataupun kondisi rahim yang sobek. Sebenarnya tidak perlu sampai menunggu perdarahan sampai terjadi. Caranya, ketika ibu hamil merasakan rasa sakit yang sangat parah maka segera datang ke rumah sakit untuk mendapatkan informasi dan saran medis yang tepat.

2. Mual Parah

Kondisi mual saat kehamilan adalah situasi yang normal. Namun, ketika rasa mual diiringi dengan muntah hebat apalagi diare maka ini gejala tanda bahaya hamil trimester ketiga. Pada beberapa situasi gejala mual dan muntah parah bisa jadi merupakan tanda kalau ibu mengidap preeklamsia. Apalagi kalau disertai dengan pembengkakan anggota tubuh serta gangguan penglihatan dan pernapasan.

3. Tingkat Aktivitas Bayi yang Menurun

Umumnya menginjak kehamilan trimester ketiga aktivitas janin akan semakin intens. Gerakan janin bisa mulai dirasakan di minggu ke-16. Karena itu, penting untuk ibu hamil memerhatikan kapan saja bayi bergerak intens dan menghitung setiap pergerakannya. Mengetahui jadwal bayi bergerak akan membuat ibu sadar kapan tingkat aktivitas bayi menurun.

Umumnya bayi akan bergerak sehabis ibu makan atau ketika mengonsumsi minuman dingin. Ketika bayi tidak melakukan pergerakan selama dua jam ataupun kurang dari enam kali selama 24 jam ini bisa jadi penanda berbahaya.

4. Kontraksi Pada Awal Trimester Ketiga

Kontraksi yang terjadi di awal trimester ketiga bisa jadi tanda persalinan prematur. Mengalami kontraksi palsu menginjak kehamilan trimester ketiga awal adalah hal yang biasa terjadi dan umumnya kontraksi ini tidak intens dan akan segera menghilang. Namun, kalau kontraksi yang dirasakan ibu hamil tidak kunjung hilang dan berlangsung selama lebih dari empat kali dalam kurun waktu sejam, lalu diiringi dengan pecahnya air ketuban bisa jadi ini menandakan kelahiran awal.

5. Sakit Kepala Parah

Sakit kepala parah diiringi dengan sakit perut, gangguan visual dan pembengkakan selama trimester ketiga, bisa jadi ini merupakan tanda-tanda preeklamsia. Ini adalah kondisi yang serius dan berkembang menjadi kondisi yang fatal. Gangguan ini ditandai oleh peningkatan tekanan darah dan kelebihan protein dalam urine yang biasanya terjadi setelah minggu ke-20 kehamilan.

6. Flu

Flu pada masa kehamilan trimester ketiga kerap menjadi gejala yang patut diwaspadai oleh ibu hamil. Ini bisa jadi pertanda kalau kondisi ataupun stamina ibu sedang tidak fit. Flu yang terjadi menginjak usia kehamilan trimester ketiga dapat berkembang menjadi komplikasi yang berbahaya, seperti bronkitis dan pneumonia.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai gejala hamil trimester 3 berbahaya yang biasanya dialami ibu hamil, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, ibu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: