• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspadai Penyebab Terjadinya Gawat Janin

Waspadai Penyebab Terjadinya Gawat Janin

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Setiap ibu yang hamil benar-benar harus memastikan semua asupan yang sehat pada janinnya. Selain asupan makanan, oksigen juga harus selalu terpenuhi yang ditransfer ke janin melalui plasenta. Saat janin kekurangan oksigen, dampak buruk dapat terjadi pada janin yang salah satunya adalah gawat janin.

Kondisi yang dapat membahayakan janin saat ibu hamil melakukan persalinan. Maka dari itu, setiap ibu yang mengandung harus mengetahui segala hal yang dapat menjadi penyebab gawat janin. Dengan begitu, pencegahan dengan cara menghindari penyebabnya dapat dilakukan. Berikut pembahasan lebih lengkapnya!

Baca juga: 5 Pemeriksaan Penunjang untuk Mendeteksi Gawat Janin

Penyebab Gawat Janin

Penyebab yang paling umum dari gawat janin adalah saat bayi tidak menerima oksigen yang cukup. Hal tersebut karena terjadinya masalah dengan plasenta, yaitu solusio plasenta dan masalah dengan tali pusat. Gangguan berbahaya pada janin ini juga lebih umum terjadi pada kehamilan yang terlalu lama, atau disebabkan oleh komplikasi lainnya yang diidap oleh sang ibu. Berikut beberapa penyebab gawat janin lainnya:

1. Posisi Janin yang Tidak Normal

Salah satu penyebab gawat janin adalah posisi janin yang tidak normal. Posisi bayi yang normal berada dalam cephalic (vertex) sebelum melahirkan. Hal ini berarti kepala bayi berada di bagian bawah perut sebagai persiapan untuk melahirkan agar kepala yang pertama keluar. Namun, pada bayi yang mengidap gawat janin, posisi abnormal pada bayi dapat menimbulkan risiko masalah pada tali pusat hingga trauma kelahiran yang dapat berdampak pada gangguan tersebut.

2. Preeklampsia

Hal lainnya yang dapat menyebabkan gawat janin adalah preeklampsia pada ibu hamil. Gangguan ini dapat disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Ibu hamil dengan gangguan ini dapat menyebabkan masalah pada solusio plasenta, yang membuat bayi kekurangan oksigen. Preeklampsia juga dapat menyebabkan aliran darah rendah dan kelahiran yang prematur. Maka dari itu, ada baiknya untuk mengatasi tekanan darah tinggi sebelum kehamilan terjadi.

Baca juga: Ibu, Ketahui 4 Gejala Gawat Janin yang Harus Ditangani

3. Tali Pusat yang Bermasalah

Tali pusat adalah satu-satunya cara agar bayi mendapatkan oksigen dan nutrisi dari ibunya sebelum lahir. Namun, jika bayi mengalami pada tali pusat, masalah serius dapat terjadi yang salah satunya adalah gawat janin. Hal tersebut disebabkan oleh asfiksia lahir yang membuat tubuh janin kekurangan oksigen. Selain gawat janin, beberapa kelainan lainnya seperti ensefalopati hipoksik-iskemik dan cerebral palsy.

4. Perdarahan pada Uterus

Gawat janin juga dapat terjadi akibat perdarahan yang terjadi pada uterus selama kehamilan atau persalinan. Hal ini disebabkan adanya robekan pada rahim hingga pecah. Ibu hamil yang mengalami gangguan ini dapat mengalami kekurangan pasokan oksigen pada janin yang berimbas pada kelainan yang berbahaya tersebut. Selain itu, perdarahan parah juga terjadi pada sang ibu yang dapat membahayakan nyawa keduanya.

Ibu juga dapat bertanya pada dokter kandungan dari Halodoc terkait penyebab gawat janin lainnya. Selain itu, ibu juga dapat berdiskusi tentang semua hal yang dapat efektif untuk menjaga kesehatan kandungan. Caranya mudah sekali, cukup dengan download aplikasi Halodoc untuk mendapatkan kemudahan akses kesehatan tersebut!

Baca juga: Waspadai Anemia pada Janin

Selain itu, beberapa kondisi pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko gangguan gawat janin. Berikut beberapa risiko tersebut:

  • Ibu hamil yang terlalu gemuk.
  • Mempunyai kebiasaan merokok.
  • Mengalami penyakit kronis, seperti diabetes atau penyakit ginjal.
  • Mendapatkan kehamilan ganda.
  • Pernah mengalami kelahiran mati sebelumnya.

Itulah beberapa penyebab yang dapat menimbulkan gangguan gawat janin. Dengan mengetahui hal tersebut, diharapkan ibu lebih cermat agar dapat mencegah gangguan berbahaya ini. Sehingga, ibu dan janin yang berada di dalam kandungan terhindar dari segala bahaya yang dapat terjadi.

Referensi:
ABC Law Centers. Diakses pada 2020. What Signs Indicate My Baby Is In Distress? How Is Fetal Distress Treated?
Pregnancy Birth & Baby. Diakses pada 2020. Fetal distress.