4 Hal yang Perlu Diketahui tentang Hemodialisa

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Melakukan proses cuci darah menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghindari komplikasi yang terjadi akibat adanya gangguan yang menyerang ginjal. Proses cuci darah, yang dikenal dengan hemodialisa dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjal yang sudah tidak sepenuhnya berfungsi dengan baik. 

Baca juga: Siapa yang Perlu Lakukan Cuci Darah?

Hemodialisa adalah proses membersihkan dan menyaring darah menggunakan mesin untuk sementara membersihkan tubuh dari zat yang berbahaya yang sebenarnya dilakukan oleh ginjal.

Proses hemodialisa dapat mengontrol tekanan darah dalam tubuh dan membantu keseimbangan kadar kimia yang penting untuk tubuh, seperti kalium, natrium. dan kalsium. Yuk, ketahui beberapa hal mengenai hemodialisa berikut ini.

Ketahui Siapa Saja yang Membutuhkan Hemodialisa

Hemodialisa perlu dilakukan oleh pengidap gagal ginjal, baik yang mengalami gagal ginjal akut maupun kronis. Ketahui gejala yang terjadi pada tubuh dan dijadikan indikasi sebagai kondisi gagal ginjal, seperti muncul gejala uremia yang sebabkan tubuh alami gatal, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan rasa lelah yang terus-menerus.

Selain itu, tingginya kadar asam dalam darah atau asidosis menjadi gejala dari gagal ginjal. Lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat ketika kamu mengalami beberapa gejala yang menjadi tanda dari gagal ginjal dan pastikan apakah kamu memerlukan proses hemodialisa atau tidak. 

Baca juga: Pengidap Gagal Ginjal Akut Perlu Hemodialisa Seumur Hidup

Adakah Efek Samping dari Hemodialisa?

Hemodialisa atau cuci darah menjadi tindakan yang cukup efektif untuk menjaga kualitas hidup dari pengidap gagal ginjal. Namun, ternyata hemodialisa memiliki efek samping bagi pasien yang menjalani proses ini, seperti menurunnya tekanan darah, kram otot, gangguan tidur, depresi, mual, dan kram perut. Tidak hanya itu, terkadang orang-orang yang menjalani proses hemodialisa mengalami penumpukan fosfor yang menyebabkan kulit menjadi gatal.

Begini Persiapan Hemodialisa

Proses cuci darah atau hemodialisa tidak dapat dilakukan secara mendadak, namun dibutuhkan persiapan yang matang. Pasien yang menjalani cuci darah dibuatkan jalur untuk memudahkan masuk dan keluarnya darah dari dalam tubuh. Ada beberapa jenis akses yang dibuat pada pasien hemodialisa, seperti:

  1. Cimino. Cimino adalah saluran yang digunakan untuk menghubungkan arteri dan vena. Biasanya cimino sering dilakukan karena keamanannya yang paling baik dibandingkan akses yang lain.

  2. Cangkok Arteri Vena. Akses yang digunakan untuk menghubungkan arteri dan vena dengan menambahkan selang sintetis fleksibel. 

  3. Kateter Hemodialisis. Kateter hemodialisis ada dua jenis, kateter double lumen dan tunnelling

Terlepas dari apa pun jenis aksesnya, akses pembuluh darah ini harus dijaga kebersihan dan keamanannya agar tidak menimbulkan komplikasi dan gangguan kesehatan untuk pasien.

Baca juga: Prosedur Cuci Darah Jika Alami Gagal Ginjal

Ketahui Proses Hemodialisa

Sebelum proses cuci darah, pasien melalui pemeriksaan untuk memastikan kondisi kesehatan. Kemudian, tim medis melakukan pembersihan akses cuci darah dan memasang jarum untuk proses cuci darah. Satu jarum mengalirkan darah ke mesin cuci darah, satu jarum untuk mengembalikan darah bersih dari mesin menuju tubuh. Proses cuci darah memakan waktu sekitar 2,5 hingga 4,5 jam.

Itulah beberapa hal yang perlu diketahui tentang hemodialisa. Jangan berpikir proses menakutkan pada hemodialisa, saat darah dalam proses pencucian, pasien diperbolehkan bersantai di tempat tidur sambil menonton televisi, membaca atau tidur.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hemodialysis
National Kidney Foundation. Diakses pada 2019. Hemodialysis