07 December 2017

Yang Harus Diperhatikan Bumil Jika Ingin Naik Pesawat

Yang Harus Diperhatikan Bumil Jika Ingin Naik Pesawat

Halodoc, Jakarta – Ingin liburan ke luar kota atau luar negeri dengan naik pesawat saat sedang hamil? Kebanyakan ibu mungkin ragu melakukannya, karena berpikir naik pesawat akan membahayakan kondisi janin. Ibu hamil sebenarnya boleh-boleh saja dan aman kok untuk naik pesawat. Tapi beberapa hal berikut perlu ibu perhatikan agar kondisi ibu dan janin tidak terganggu.

Waktu terbaik bagi ibu hamil yang ingin naik pesawat adalah ketika usia kehamilan sudah memasuki trimester kedua, yaitu sekitar minggu ke 14 sampai 28. Pertimbangannya adalah karena masa-masa mual dan muntah yang dialami ibu di awal kehamilan kemungkinan sudah tidak lagi terjadi pada trimester kedua. Tingkat risiko keguguran dan lahir prematur juga rendah pada masa ini. Selain itu, ibu pun sudah jauh lebih kuat, sehingga dinilai mampu melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat. Tapi jika usia kehamilan sudah memasuki trimester ketiga, ibu sebaiknya tidak naik pesawat, karena perut yang sudah sangat besar akan membuat ibu kelelahan dan tidak nyaman dalam perjalanan.

Namun demikian, ibu perlu mengetahui risiko apa saja yang mungkin terjadi jika naik pesawat saat hamil:

  • Tekanan udara yang menurun pada saat pesawat berada di dalam ketinggian dapat menyebabkan oksigen dalam darah menurun. Bagi ibu dengan tubuh dan kondisi kehamilan yang sehat, hal itu tidak akan memberikan risiko apapun.
  • Terlalu sering bepergian dengan menggunakan pesawat dapat meningkatkan risiko keguguran atau kelainan pada janin. Hal itu disebabkan karena adanya paparan radiasi atmosfer pada saat pesawat berada di atas ketinggian. Namun, ibu yang hanya sesekali melakukan penerbangan tidak perlu khawatir dengan risiko tersebut.
  • Ibu hamil disarankan untuk mengenakan stoking ketat atau kaus kaki setinggi lutut untuk menghindari risko terjadinya pembekuan darah dan varises saat berada di dalam pesawat.

Bagi ibu hamil yang memiliki kondisi kesehatan ini, wajib memeriksakan diri terlebih dahulu ke dokter sebelum memutuskan untuk naik pesawat:

  • Memiliki penyakit tekanan darah tinggi.
  • Memiliki masalah dengan leher rahim.
  • Berusia 35 tahun dan ini merupakan kehamilan pertama.
  • Ada kelainan plasenta.
  • Memiliki penyakit diabetes.
  • Pernah melahirkan secara prematur.

Tips untuk Ibu Hamil yang Akan Naik Pesawat

Jika ibu hamil sudah mendapat persetujuan dari dokter kandungan untuk naik pesawat, dan kondisi ibu juga memenuhi kebijakan yang ditetapkan dari maskapai penerbangan, maka ibu bisa memerhatikan tips-tips berikut agar aman dan nyaman selama berada di dalam pesawat:

  • Pasang sabuk pengaman dengan posisi tali berada di bawah perut, agar perut tidak tertekan.
  • Saat membeli tiket pesawat, pesan lah tempat duduk di sebelah lorong, agar ibu dapat leluasa bergerak dan bolak-balik ke toilet.
  • Sering-sering minum air putih untuk mencegah dehidrasi.
  • Sebaiknya kenakan pakaian yang longgar dan nyaman saat bepergian.
  • Sesekali berjalan-jalan lah sebentar di lorong pesawat, agar peredaran darah dalam tubuh tetap lancar. Tapi jika tidak memungkinkan, ibu bisa meluruskan kaki saat berada di tempat duduk.
  • Jika ibu merasa sesak napas saat pesawat mencapai ketinggian tertentu, segera gunakan masker oksigen yang tersedia. Ibu tidak perlu merasa malu, karena ini demi kenyamanan ibu dan janin.

Kehamilan memang tidak menjadi penghalang bagi ibu yang ingin pergi berlibur dengan naik pesawat. Tapi sebaiknya ibu tetap mengikuti saran dokter, termasuk jika dokter tidak menyetujui perjalanan ibu. Jika ibu ingin meminta saran kesehatan untuk kondisi kehamilan ibu, jangan ragu untuk menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Ibu dapat membicarakan masalah kesehatan yang dialami kepada dokter lewat Video/Voice Call dan Chat. Ibu juga bisa membeli produk kesehatan dan vitamin di Halodoc. Caranya sangat mudah, tinggal order dan pesanan akan diantarkan dalam satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.