19 September 2018

Yang Terjadi Jika Anak Kecil Minum Alkohol

anak kecil minum alkohol, bahaya alkohol

Halodoc, Jakarta – Anak-anak dan remaja tidak dianjurkan, bahkan dilarang untuk mengonsumsi minuman beralkohol. Bukan tanpa alasan, organ tubuh anak-anak belum berkembang secara sempurna sehingga tidak dapat mencerna alkohol seperti orang dewasa.

Kebiasaan mengonsumsi alkohol sejak usia dini bisa mendatangkan dampak dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Risiko konsumsi alkohol yang bisa terjadi pada jangka pendek adalah keracunan alkohol, hingga terjadinya kematian mendadak pada anak. Sedangkan dalam jangka panjang, kebiasaan mengonsumsi alkohol bisa menyebabkan anak menjadi pecandu dan mendatangkan berbagai penyakit berbahaya.

Tak dapat dimungkiri, jika dikonsumsi secukupnya, alkohol bisa membantu memberi efek menenangkan pada tubuh. Namun, ada banyak bahaya dan gangguan kesehatan yang mengintai jika seseorang terbiasa mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang tak wajar, terutama bagi anak-anak. Lantas, apa saja penyakit yang bisa terjadi jika anak-anak dan remaja terlalu cepat mengonsumsi minuman beralkohol?

1. Kerusakan Hati

Hati atau liver menjadi salah satu organ tubuh yang paling rentan menerima dampak dari kebiasaan mengonsumsi alkohol. Pada dasarnya, organ ini berfungsi untuk memisahkan zat racun yang masuk dan membuangnya dari tubuh. Nah, alkohol termasuk dalam jenis racun yang seharusnya diproses dan dibuang oleh hati. Sayangnya, kebiasaan minum alkohol sejak dini bisa memicu organ hati dipaksa untuk bekerja lebih keras, dan jika dibiarkan dalam jangka panjang maka bisa memicu terjadinya kerusakan hati.

2. Gangguan Pencernaan

Kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan sejak dini bisa memicu terjadinya gangguan pencernaan. Pasalnya, kandungan alkohol dapat mengakibatkan terjadinya radang selaput perut (gastritis). Mengonsumsi alkohol juga bisa memicu gangguan penyerapan vitamin B dan nutrisi lainnya pada tubuh anak. Melansir Mayo Clinic, konsumsi alkohol juga bisa menyebabkan terjadinya kerusakan pankreas, yaitu bagian tubuh yang berguna untuk menghasilkan hormon pengatur metabolisme dan enzim yang membantu pencernaan.

3. Gangguan Fungsi Otak

Konsumsi alkohol berisiko menyerang dan menimbulkan reaksi pada sistem saraf pusat dalam otak anak. Alkohol akan menyerang bagian otak yang bernapas (hipokampus). Hipokampus berperan dalam mengatur koordinasi, pergerakan, daya ingat, hingga kemampuan berpikir dan keterampilan bahasa anak.

Kebiasaan mengonsumsi alkohol sejak usia dini bisa membuat kerusakan yang terjadi ada bagian otak menjadi lebih serius dan permanen. Alhasil, anak mungkin akan mengalami penurunan kemampuan kognitif yang bisa berdampak pada kehidupannya kelak.

4. Hipoglikemia

Alkohol bisa menghalangi tubuh anak dalam melakukan proses pelepasan glukosa (gula) ke dalam darah. Alhasil, anak mungkin akan mengalami penurunan kadar gula dalam darah. Akibatnya, kadar gula darah pun bisa mengalami penurunan secara drastis alias hipoglikemia.

Hipoglikemia bisa jadi berbahaya bagi orang yang sebelumnya memiliki riwayat penyakit diabetes, karena dapat memicu komplikasi diabetes. Menurunnya kadar gula dalam darah bisa menyebabkan sakit kepala, kejang, hingga hilang kesadaran, bahkan koma karena otak anak tidak mendapatkan asupan glukosa yang cukup.

5. Kecanduan Alkohol

Hal yang paling parah dari kebiasaan mengonsumsi alkohol sejak dini adalah anak menjadi seorang pecandu. Berita buruknya, kecanduan alkohol bisa mendorong anak-anak dan remaja untuk melakukan berbagai perilaku yang sangat berisiko. Mulai dari kekerasan, penggunaan obat terlarang, hingga perilaku seksual yang salah dan bisa memicu dirinya terinfeksi penyakit menular seksual.

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter segera? Pakai aplikasi Halodoc saja! Lebih mudah menghubungi dokter lewat Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan tips menjaga kesehatan dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play.

Baca juga:

  • Konsumsi Alkohol Tingkatkan Risiko Kanker Payudara
  • Alasan Alkohol Turunkan Peluang Kehamilan
  • Minuman dalam Kemasan yang Bisa Beri Dampak Negatif