04 May 2018

10 Cara Kurangi Faktor Risiko Penyebab Down Syndrome

10 Cara Kurangi Faktor Risiko Penyebab Down Syndrome

Halodoc, Jakarta — Kelahiran bayi yang sedang dikandung adalah saat-saat yang selalu ditunggu para ibu. Setiap ibu tentu berharap bayinya terlahir dengan kondisi yang sehat dan sempurna. Namun, gangguan perkembangan fisik dan mental yang merupakan seperti Down syndrome bisa saja terjadi pada anak. Gangguan genetik ini bisa terjadi pada siapa saja. Ada faktor risiko yang menyebabkan anak rentan memiliki sindrom Down. Mencegah Down syndrome bisa dilakukan dengan meminimalkan faktor-faktor risikonya. Berikut 10 cara untuk mencegah Down syndrome.

  1. Hamil di Usia yang Tepat

Faktor risiko memiliki anak dengan sindrom Down lebih tinggi terjadi jika ibu hamil di usia terlalu muda ataupun terlalu dewasa. Usia paling baik bagi ibu mengandung adalah 20-34 tahun.

(Baca juga: Yang Harus Diketahui Saat Hamil Tua)

  1. Melakukan Pemeriksaan Kromosom

Awal kehamilan adalah waktu yang tepat untuk memeriksakan kromosom. Ini bertujuan mengetahui apakah ada kromosom tambahan penyebab Down syndrome yang dijumpai pada janin, sehingga kemungkinan mengalami kelainan bisa dideteksi lebih dini.

  1. Melakukan Screening dan Tes Diagnostik

Upaya pencegahan selama kehamilan bisa dilakukan dengan screening dan tes diagnostik. Ini bertujuan agar kemungkinan kelainan genetik bisa dideteksi sejak dini.

Screening USG lebih dianjurkan ketika usia kehamilan menginjak usia 11 sampai 13 minggu. Khusus bagi ibu hamil berusia di atas 35 tahun, USG bisa dilaksanakan di usia kehamilan antara 18 sampai 22 minggu.

  1. Melakukan Tes Antenatal

Tes antenatal adalah pemeriksaan cairan ketuban dan darah secara berkala untuk membantu deteksi dini Down syndrome atau kelainan lainnya pada anak.

  1. Melakukan Pemeriksaan Kehamilan Rutin

Pemeriksaan rutin ini diperlukan demi menjaga kesehatan ibu dan janin, mencegah munculnya penyakit, serta mendeteksi kelainan seperti sindrom Down agar bisa ditangani sejak dini.

WHO menganjurkan ibu hamil melakukan pemeriksaan satu kali pada trimester pertama, dua kali pada trimester kedua, dan lima kali pada trimester ketiga. Sementara Kemenkes RI punya anjuran yang sama dengan WHO di trimester pertama dan kedua. Namun di trimester ketiga, Kemenkes RI hanya menganjurkan dua kali pemeriksaan.

  1. Olahraga Teratur

Olahraga ringan khusus bagi ibu hamil secara rutin akan membantu membuat kesehatan ibu dan janin tetap terjaga. Pilih olahraga yang aman bagi kamu dan janinmu ya. Kamu bisa bertanya kepada dokter ahli kandungan di aplikasi Halodoc tentang olahraga yang tepat. Menu Contact Doctor akan membantu kamu terhubung dengan dokter di aplikasi Halodoc melalui layanan Video/Voice Call atau Chat.

(Baca juga: Olahraga untuk Ibu Hamil Trimester Pertama)

  1. Konsumsi Makanan Bergizi

Nutrisi tidak hanya dibutuhkan oleh sang ibu, tapi juga sang bayi agar lahir dengan sehat.

  1. Hindari Stres

Ternyata stres berdampak buruk bagi kesehatan janin. Banyak hal yang bisa membuat ibu hamil stres. Penyebab utama stres ibu hamil adalah kekhawatiran akan banyak hal. Ketika rasa cemas ini muncul secara berlebihan dan terus-menerus, tentunya ini tidak baik bagi kesehatan ibu dan janin.

  1. Istirahat Cukup

Terlalu banyak aktivitas dan kurang istirahat berdampak buruk bagi kesehatan ibu hamil dan janin. Ambillah istirahat yang cukup demi kesehatanmu dan janin.

  1. Hindari Kebiasaan yang Berakibat Buruk Bagi Kandungan

Misalnya mengonsumsi terlalu banyak fast food, minuman beralkohol, kebiasaan merokok, serta tak menggunakan masker saat terpapar polusi. Saat hamil, ibu perlu lebih memerhatikan kebiasaan-kebiasaan lama dan segera berubah ketika ibu memiliki kebiasaan buruk ini.  

(Baca juga: 5 Makanan yang Perlu Dihindari Ibu Hamil)

Di aplikasi Halodoc selain bisa bertanya kepada dokter tentang cara mencegah Down syndrome, kamu juga bisa membeli vitamin dan obat-obatan serta cek lab tanpa harus keluar rumah. Yuk download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play sekarang.