• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Lebih Suka Makan Fast Food, Ibu Harus Apa?

Anak Lebih Suka Makan Fast Food, Ibu Harus Apa?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Anak Lebih Suka Makan Fast Food, Ibu Harus Apa?

“Makanan fast food seringkali mengandung pengawet dan melalui proses penyajian yang kurang sehat. Meskipun begitu, makanan ini populer dan banyak digemari, termasuk anak-anak. Ibu tentu khawatir jika Si Kecil lebih memilih makan fast food dibandingkan makanan sehat. Penting bagi ibu mengetahui penyebabnya dan mengambil langkah agar anak lebih menyukai makanan sehat dibandingkan fast food.”

Halodoc, Jakarta - Makanan siap saji, atau fast food semakin populer dan digemari banyak orang, tanpa terkecuali anak-anak. Ibu seringkali dibuat pusing karena Si Kecil tidak ingin mengonsumsi makanan selain fast food. Ibu pasti tahu kan, kalau makanan siap saji mengandung pengawet, disertai proses penyajian yang kurang sehat. 

Padahal, penerapan pola makan sehat sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil. Selain itu, daya tahan tubuh Si Kecil yang masih rentan juga seharusnya menjadi pertimbangan agar tidak makan sembarangan.

Konsumsi fast food bagi anak sebenarnya diperbolehkan, asalkan tidak berlebihan karena tidak baik untuk kesehatan anak. Namun, ada beberapa tips yang dapat ibu lakukan untuk mengatasi anak yang ketagihan fast food. Penasaran apa saja tipsnya? Yuk ketahui di sini!

Baca juga: Bahayakah Anak Terlalu Banyak Makan Durian?

Ketahui Penyebabnya Anak Lebih Suka Makan Fast Food

Umumnya, rasa yang enak dan tampilan makanan yang menarik menjadi penyebab mengapa anak-anak sangat menyukai makanan siap saji. Anak-anak juga seringkali berpikir bahwa makanan sehat seperti sayuran, rasanya tidak enak, sulit dikonsumsi dan terlihat tidak menarik bagi mereka. Akibatnya, anak-anak lebih tertarik untuk mengonsumsi makanan siap saji atau fast food. Karakteristik makanan siap saji yang renyah dan penuh warna juga menarik perhatian anak-anak. 

Sementara itu, sebagian anak yang pernah dirawat di rumah sakit juga memiliki risiko ketagihan fast food. Hal ini berkaitan dengan aspek psikologis anak, yaitu trauma akibat makanan rumah sakit yang menurut mereka hambar dan tidak lezat. 

Akibatnya, Si Kecil menganggap bahwa seluruh makanan sehat rasanya sama. Anak yang sudah mengalami trauma, seringkali akan histeris atau menangis jika melihat sayuran hijau seperti brokoli di piring mereka.

Baca juga: 4 Camilan Sehat Pengganti Junk Food

Bagaimana Cara Mengatasinya? 

Konsumsi makanan siap saji yang berlebihan tentunya berbahaya bagi perkembangan Si Kecil. Namun, ibu tidak usah khawatir, karena beberapa langkah ini dapat dilakukan untuk mengatasinya, antara lain:

1.Perlihatkan Konsumsi Makanan Sehat

Memperlihatkan konsumsi makanan sehat dapat menjadi salah cara untuk menangani kebiasaan ini. Seperti contohnya, perlihatkan bahwa ibu sedang mengonsumsi pisang, lalu berikan penjelasan pada Si Kecil bahwa pisang tersebut rasanya manis, dan membuat tubuh seseorang kuat dan sehat. Meskipun tidak memberikan dampak langsung, hal ini akan membuat Si Kecil menjadi penasaran untuk mencobanya. Ibu juga dapat mencampur pisang dengan cemilan Si Kecil, atau dengan sereal sarapannya. 

2.Menyajikan Makanan Sehat

Ibu dapat menyiasati makanan Si Kecil dengan menyajikan makanan sehat bersamaan dengan fast food yang disukai. Makanan tersebut dapat disajikan dengan porsi kecil terlebih dahulu. Jelaskan kepada Si Kecil bahwa dia tidak harus memakannya, tetapi makanan tersebut dapat membuat tubuhnya sehat. 

Umumnya, anak-anak akan penasaran dan mulai mengonsumsi makanan sehat yang disajikan. Jika Si Kecil sudah mulai menyukainya, ibu dapat menambahkan porsi makanan sehat tersebut, dan secara perlahan mengurangi konsumsi makanan siap saji.

3.Jangan Memaksa Si kecil

Ibu memang harus menjelaskan kepada Si Kecil, mengapa seharusnya mereka mengonsumsi makanan sehat. Namun, jangan sampai memaksa atau melarang konsumsi junk food bagi anak. Hal ini dapat membuat Si Kecil merasa tertekan dan bingung. Akibatnya, Si Kecil bisa merengek dan tidak mau makan sama sekali, jika sudah merasa kesal.

 4.Membuat Makanan Pengganti Fast Food

Mengganti makanan siap saji dengan pilihan makanan yang lebih sehat di rumah juga dapat dilakukan. Seperti menyajikan burger yang dimasak sendiri dengan bahan yang lebih segar. Selain itu, ibu dapat menyajikan yoghurt dengan potongan buah dingin sebagai pengganti es krim. Hal ini bertujuan agar asupan gizi Si Kecil tetap terjaga dan memberikan dampak positif bagi perkembangan tubuhnya.

5.Ajak Si Kecil Berkebun

Mengajak Si Kecil berkebun dapat dilakukan dengan cara yang sederhana, seperti menanam tomat atau daun kemangi dalam pot. Berikan Si Kecil tanggung jawab untuk merawat tanaman tersebut. Ketika tanaman sudah panen, ajaklah Si Kecil untuk mengambil buah atau sayuran yang panen.

Setelahnya, ibu dapat memasak dan menyajikan hasil kebun tersebut kepada Si Kecil sambil memberikannya apresiasi bahwa hasil kebunnya terasa lezat. Meski terlihat sepele, hal ini dapat memberikan dampak positif karena Si Kecil akan penasaran dan akhirnya mencoba buah atau sayuran yang ditanamnya sendiri.

Pilihan Sumber Makanan Sehat untuk Anak

Dilansir dari laman Raising Children, berikut ini sumber makanan sehat yang mampu membantu pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil, yaitu:

  • Buah dan Sayur-sayuran

Buah dan sayuran mampu menyediakan energi, vitamin, antioksidan, serat, dan air untuk Si Kecil. Sumber makanan ini juga membantu melindungi anak dari penyakit kronis di kemudian hari, termasuk penyakit seperti penyakit jantung, stroke, dan beberapa jenis kanker. Itu sebabnya, penting bagi ibu untuk menanamkan pola makan yang sehat pada anak sejak dini. 

  • Biji-bijian

Makanan yang berbahan biji-bijian seperti roti, pasta, mie, sereal sarapan, nasi, jagung, quinoa, polenta, gandum dan gandum dapat memberikan energi yang anak butuhkan untuk tumbuh, berkembang, dan belajar. Ibu sebaiknya pilih makanan berbahan biji-bijian dengan indeks glikemik rendah, seperti pasta gandum dan roti. Alasannya, jenis makanan ini mampu memberikan Si Kecil energi yang lebih tahan lama dan membuatnya merasa lebih kenyang lebih lama.

  • Makanan Olahan Susu

Makanan olahan susu seperti keju, kefir dan yoghurt kaya protein dan kalsium yang membantu membangun tulang dan gigi yang kuat. Untuk mendapatkan nutrisi tersebut, pastikan ibu menawarkan Si Kecil berbagai jenis olahan susu tersebut setiap harinya. 

  • Protein

Makanan kaya protein seperti daging tanpa lemak, ikan, ayam, telur, kacang-kacangan, lentil, buncis, tahu, dan kacang-kacangan juga mampu menunjang pertumbuhan dan perkembangan otot Si Kecil. Makanan ini mengandung vitamin dan mineral bermanfaat lainnya seperti zat besi, seng, vitamin B12 dan asam lemak omega-3. Zat besi dan asam lemak omega-3 dari daging merah dan ikan berminyak sangat penting bagi perkembangan dan pembelajaran otak anak. 

Baca juga: 5 Hal Ini Bikin Makan Salad Jadi Tidak Sehat

Begitulah beberapa tips untuk mengatasi ketagihan fast food pada Si Kecil. Ibu dapat menanyakan kepada dokter anak di Halodoc, jika bingung bagaimana mengatasi anak yang kesulitan untuk makan. Caranya mudah, ibu bisa diskusi kapan dan di mana saja dengan dokter anak pilihan melalui Video/Voice Call dan Chat. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Baby Center.com. Diakses pada 2021. Feeding Problems: Only Eating Junk Food
PsychologyToday.com. Diakses pada 2021. Should You Let Your Kids Eat Junk Food?
Raising Children. Diakses pada 2021. Healthy food for school-age children: the five food groups.