• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 10 Cara Mengatasi Kebotakan Dini pada Pria

10 Cara Mengatasi Kebotakan Dini pada Pria

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
10 Cara Mengatasi Kebotakan Dini pada Pria

Halodoc, Jakarta - Kebotakan dini sering membuat pria merasa cemas. Kebotakan membuat penampilan mereka jadi kurang menarik, sehingga tingkat kepercayaan diri pun semakin menurun. Umumnya, sebagian besar pria mulai mengalami kebotakan di usia 50 tahun. Namun, ada juga yang mengalaminya di usia muda. Kok bisa?

Alasannya beragam, mulai dari faktor keturunan, pola hidup yang keliru, stres, hingga mengidap penyakit tertentu. Pertanyaannya, bagaimana caranya untuk mengatasi kebotakan dini pada pria? 

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Cara Perawatan Rambut Rontok untuk Wanita

Cara Mengatasi Kebotakan Dini

Pada dasarnya, normal apabila seseorang kehilangan rambut sekitar 50 sampai 100 helai tiap harinya. Namun, mereka yang dilanda kebotakan akan mengalami kerontokan rambut yang lebih banyak per harinya. Lalu, bagaimana cara mengatasi kebotakan dini pada pria? 

Sebenarnya, ada cara untuk mencegah dan mengatasi kebotakan dini, yaitu:

  1. Bersikap lembut terhadap rambut. Gunakan detangler (untuk mengatasi rambut kusut) dan hindari menarik saat menyisir rambut, terutama saat rambut dalam keadaan basah. 
  2. Hindari perawatan yang kasar. Hindari perawatan rambut seperti hot roller, curling iron, atau hot-oil treatments, pelurus rambut, hingga pengering rambut. 
  3. Tanyakan kepada dokter. Tanyakan pada dokter mengenai obat dan suplemen yang sedang kamu konsumsi. Beberapa obat-obatan atau suplemen dapat menyebabkan kerontokan rambut. 
  4. Lindungi rambut. Cara mengatasi kebotakan dini bisa dengan melindungi rambut dari sinar matahari. Cobalah kenakan topi ketika cuaca sedang terik.
  5. Berhenti merokok. Beberapa penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara merokok dan kebotakan pada pria.
  6. Cooling cap. Bila dirimu sedang menjalani kemoterapi, tanyakan pada dokter mengenai cooling cap atau topi pendingin. Topi ini bisa mengurangi risiko kerontokan rambut selama kemoterapi.
  7. Kenakan wig. Wig dapat dijadikan alternatif bila kebotakan sudah cukup parah. 
  8. Kelola stres dengan baik. Salah satu mencegah kerontokan rambut dengan mengelola stres dengan baik. Jangan salah, stres tidak hanya memengaruhi psikis. Masalah mental ini juga bisa memengaruhi hormon sehingga menyebabkan kebotakan rambut.
  9. Penuhi nutrisi rambut. Bukan cuma otot dan tulang yang memerlukan asupan nutrisi. Cobalah konsumsi makanan kaya protein, asam lemak omega-3, vitamin B12, vitamin B6, vitamin D, dan zat besi untuk menyuburkan rambut. 
  10. Transplantasi rambut. Cara mengatasi kebotakan melalui transplantasi rambut biasanya dilakukan bila area kebotakan sudah terlalu luas. Melalui prosedur ini, dokter akan melakukan pembedahan untuk mengambil area kulit berambut, yang ditanamkan ke area yang botak. 

Baca juga: Cara Mengobati Rambut Rontok Secara Alami

Selain cara-cara di atas, kamu bisa mengetahui lebih jauh mengenai cara mengatasi kebotakan dini dengan langsung bertanya pada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc, kapan saja dan di mana saja.

Awasi Kerontokan Abnormal

Meski umumnya kerontokan rambut bukan hal yang serius, tapi sebaiknya temui dokter bila mengalami kerontokan abnormal, seperti: 

  • Kerontokan rambut dalam pola yang tidak biasa.
  • Kerontokan rambut dengan cepat atau pada usia dini (misalnya, di usia remaja atau dua puluhan).
  • Kerontokan rambut yang disertai nyeri dan gatal-gatal.
  • Kulit kepala di area terdampak (rontok) berwarna merah, bersisik, atau terlihat abnormal.
  • Adanya bintik-bintik botak di janggut atau alis.
  • Kerontokan yang disertai pertambahan berat badan atau kelemahan otot, intoleransi terhadap suhu dingin, atau kelelahan.
  • Adanya infeksi di kulit kepala. 

Baca juga: Jangan Abaikan, Ini 5 Penyebab Rambut Rontok di Usia 20an

Nah, itulah kerontokan abnormal yang perlu kamu waspadai. Segera temui dokter bila mengalami kondisi di atas untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2020. Diet and Healthy Hair
Mayo Clinic (2019). Diseases & Conditions. Hair loss.
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Hair loss