09 October 2018

Poop Anak Berdarah, Si Kecil Kena Disentri?

Disentri, penyebab disentri pada anak

Halodoc, Jakarta - Apa anak ibu sedang mengidap penyakit disentri? Penyakit ini merupakan infeksi pada usus yang menyebabkan diare yang disertai dengan darah atau lendir. Kondisi buang air besar dengan tekstur encer dan dengan frekuensi yang lebih sering dari biasanya, ini yang disebut dengan diare. Selain diare, gejala disentri lainnya ditandai dengan muntah, mual, kram perut, serta demam.

Penyakit ini adalah penyakit yang umum terjadi di lingkungan dengan sanitasi yang buruk, misalnya karena keterbatasan air bersih atau tempat dengan pembuangan limbah yang buruk. Terdapat dua jenis penyakit disentri, yaitu disentri yang disebabkan oleh amoeba dan yang disebabkan oleh bakteri shigella.

Menurut data WHO, penyebab penyakit disentri karena bakteri shigella adalah yang paling banyak menyerang orang pada umumnya. Hampir 1,1 juta kematian orang di dunia diakibatkan oleh disentri setiap tahunnya. Selain itu, 60 persen adalah balita dan anak-anak.

Penyakit disentri ini terjadi akibat kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan diri. Mencuci tangan sangat penting untuk kesehatan. Karena tangan menjadi salah satu tempat berkumpulnya berbagai macam bakteri, kuman dan virus yang dapat menjadi penyebab berbagai macam jenis penyakit.

Lalu, Bagaimana Gejala Disentri pada Anak?

Gejala umum dari disentri adalah diare (sering kali berdarah), demam, dan kram perut. Mulai dari 1 atau 2 hari setelah terpapar bakteri. Disentri biasanya berlangsung selama 5-7 hari.

Jika penyakit ini menyerang lansia dan anak-anak, diare yang terjadi akan menjadi sangat serius dan diperlukan rawat inap. Hal ini terjadi karena adanya penurunan daya tahan tubuh pada lansia dan sistem imun yang sedang menurun pada anak-anak. Akibatnya, tubuh mudah diserang berbagai virus dan bakteri penyakit.

Apa Penyebab Penyakit Ini?

Infeksi bakteri merupakan penyebab utama dari disentri. Infeksi tersebut meliputi spesies bakteri shigella, campylobacter, e coli, dan salmonella.

Penyakit ini disebarkan saat seseorang menelan bakteri dari kotoran atau jari yang kotor. Kebiasaan mencuci tangan yang buruk serta mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi dapat menyebabkan kondisi ini. Disentri sering ditemukan di pusat penitipan anak, panti jompo, tempat pengungsian, dan tempat-tempat lain yang terdapat banyak orang dan sanitasi yang buruk sehingga hal ini bisa jadi penyebab disentri pada anak. Faktor lainnya yaitu:

  1. Tinggal atau bepergian ke daerah dengan sanitasi yang buruk. Orang yang tinggal atau bepergian ke negara-negara berkembang lebih mudah terkena infeksi bakteri shigella.
  2. Hubungan intim melalui anus.
  3. Infeksi ini paling banyak terjadi pada balita di usia 2-4 tahun.

Bagaimana Pencegahan Disentri pada Anak?

  1. Mencuci pakaian pengidap dengan air panas, apabila salah satu anggota keluarga mengidap penyakit disentri.
  2. Bersihkan toilet dengan desinfektan setelah buang air.
  3. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun setelah melakukan aktivitas apa pun.
  4. Jika salah satu anggota keluarga sedang mengidap penyakit ini, jangan memakai handuk yang sama.
  5. Hindari konsumsi makanan mentah.
  6. Jaga kebersihan kuku.
  7. Jaga kebersihan dapur dan kamar mandi.

Untuk mencegahnya, ibu yang harus menjaga kebersihan anak, serta kebersihan lingkungan rumah. Jika anak ibu mempunyai gejala-gejala penyakit disentri. Halodoc menyediakan layanan berdiskusi langsung dengan Chat atau Voice/Video Call. Tidak hanya itu, kamu juga dapat membeli obat dengan layanan Apotek Antar. Yuk, download aplikasinya segera di App Store atau Google Play!

Baca juga: