• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 10 Penyakit yang Tidak Boleh Dilakukan Kateterisasi Jantung
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 10 Penyakit yang Tidak Boleh Dilakukan Kateterisasi Jantung

10 Penyakit yang Tidak Boleh Dilakukan Kateterisasi Jantung

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 24 Desember 2021
10 Penyakit yang Tidak Boleh Dilakukan Kateterisasi Jantung

Kateterisasi jantung perlu dilakukan untuk mendiagnosis dan mengobati kondisi jantung agar tidak berkembang semakin parah. Namun, sama seperti prosedur medis pada umumnya, kateterisasi jantung juga memiliki risiko. Karena itu, tidak semua pengidap penyakit jantung bisa menjalani prosedur medis ini. Ada beberapa penyakit yang tidak boleh dilakukan kateterisasi jantung.”

Halodoc, Jakarta – Kateterisasi jantung adalah prosedur yang dilakukan untuk mengetahui seberapa baik fungsi jantung seseorang. Selain itu, prosedur ini pun juga bisa membantu dokter untuk.mendiagnosis dan mengobati kondisi jantung tertentu, seperti penyumbatan arteri atau detak jantung tidak teratur. 

Namun, sama seperti prosedur medis pada umumnya, kateterisasi jantung juga memiliki risiko. Itulah sebabnya perlu pertimbangan yang matang sebelum melakukan prosedur ini. Meskipun bermanfaat untuk memperbaiki kondisi jantung, tetapi ada beberapa penyakit yang tidak boleh dilakukan kateterisasi jantung. Apa saja? Cari tahu jawabannya di sini.

Mengenal Prosedur Kateterisasi Jantung

Kateterisasi jantung dilakukan dengan memasukkan tabung panjang dan tipis yang disebut kateter ke dalam pembuluh darah di lengan atau kaki dan mengarahkannya ke jantung dengan bantuan mesin sinar-X khusus. Dokter menggunakan pewarna kontras yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah melalui kateter untuk mengambil video sinar-X dari katup, arteri koroner, dan ruang jantung. Dengan melakukan prosedur medis ini, dokter bisa mengetahui kondisi dari otot jantung, katup jantung, dan pembuluh darah di jantung.

Alasan Prosedur Ini Dilakukan 

Selain untuk mengetahui seberapa baik fungsi jantung, kateterisasi jantung juga dilakukan untuk mendiagnosis dan mengobati berbagai masalah jantung. Misalnya, dokter kamu bisa merekomendasikan prosedur ini bila kamu memiliki detak jantung yang tidak teratur (aritmia), nyeri dada (angina), atau masalah katup jantung.

Berikut ini beberapa alasan dokter melakukan kateterisasi jantung:

  • Memeriksa penyakit jantung, seperti penyakit arteri koroner, penyakit katup jantung, atau penyakit aorta.
  • Memeriksa bagaimana otot jantung bekerja.
  • Memasang stent bila ditemukan penyumbatan.

Risiko Kateterisasi Jantung

Kateterisasi jantung sebenarnya aman dilakukan, meskipun berbaring selama prosedur ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi beberapa orang. Namun, tergantung pada kondisi kamu, kateterisasi jantung juga berpotensi menyebabkan komplikasi berikut:

  • Memar atau berdarah di tempat kateter dimasukkan.
  • Mual, gatal, atau bisul akibat pewarna kontras. Pada kasus yang  jarang terjadi, pewarna kontras juga bisa menyebabkan reaksi alergi atau kerusakan ginjal.
  • Pembekuan darah atau kerusakan pembuluh darah.
  • Infeksi.
  • Aritmia atau irama jantung yang tidak normal. Namun, kondisi ini biasanya hanya sementara.
  • Nyeri dada (angina) atau penurunan aliran darah ke jantung (iskemia).
  • Stroke, tetapi jarang terjadi.

Penyakit yang Tidak Boleh Dilakukan Kateterisasi Jantung

Kateterisasi jantung penting dilakukan untuk mencegah masalah jantung berkembang semakin parah. Meski begitu, ada beberapa penyakit yang tidak boleh dilakukan kateterisasi jantung, antara lain:

  1. Gagal ginjal akut;
  2. Gangguan pembekuan darah;
  3. Stroke;
  4. Alergi terhadap zat kontras atau obat-obatan;
  5. Aritmia;
  6. Hipertensi yang tidak bisa terkontrol;
  7. Anemia yang berat;
  8. Gangguan elektrolit;
  9. Memiliki infeksi tertentu yang belum diobati;
  10. Diabetes.

Sebelum memutuskan untuk melakukan kateterisasi jantung, dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mengetahui apakah kondisi kamu aman untuk menjalani prosedur medis tersebut. Bila kamu memiliki salah satu penyakit di atas, dokter mungkin akan mengutamakan untuk mengatasinya terlebih dahulu.

Bila kamu sedang hamil atau merencanakan kehamilan, beri tahu dokter, karena kateterisasi jantung berpotensi menyebabkan cedera pada janin. Paparan radiasi selama kehamilan juga bisa menyebabkan cacat lahir. Pastikan kamu juga memberitahu dokter bila sedang menyusui.

Selain itu, penting juga untuk memberitahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang kamu konsumsi, termasuk obat herbal dan suplemen. Bila memungkinkan, bawa kemasan obat untuk diperlihatkan pada dokter agar dokter tahu dengan jelas jenis obat dan dosis yang kamu minum.

Itulah penyakit yang tidak boleh dilakukan kateterisasi jantung. Untuk menjaga kesehatan jantung, kamu perlu menerapkan pola hidup sehat, seperti makan makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan menghindari kebiasaan tidak sehat yang bisa berdampak pada jantung.

Selain itu, kamu juga bisa mengonsumsi suplemen yang bisa mendukung kesehatan jantung kamu. Cek kebutuhan suplemen kamu dengan menggunakan aplikasi Halodoc saja. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa order lewat aplikasi dan pesanan obatmu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Cardiac catheterization.
WebMD. Diakses pada 2021. Cardiac catheterization.
Stanford Healthcare. Diakses pada 2021. What Is Cardiac Catheterization?