06 February 2019

10 Penyebab Infeksi Otak Ensefalopati

 infeksi otak ensefalopati, perubahan kondisi mental

Halodoc, Jakarta - Gangguan infeksi otak ensefalopati dapat terjadi dengan gejala perubahan kondisi mental. Misalnya seperti kehilangan konsentrasi, gangguan koordinasi gerak, serta kehilangan kemampuan dalam mengatasi masalah atau mengambil keputusan. Selain perubahan kondisi mental, infeksi otak ensefalopati juga dapat menimbulkan gejala penyakit saraf.

Infeksi otak ensefalopati dapat terjadi tergantung pada tipe ensefalopati yang menyerang. Apa saja? Simak penjelasannya sebagai berikut!

  1. Ensefalopati Traumatik Kronis

Ensefalopati jenis ini terjadi ketika adanya trauma atau luka multipel pada otak. Trauma tersebut dapat mengakibatkan kerusakan saraf pada otak. Gangguan ini juga sering ditemukan pada petinju, pemain sepak bola atau anggota militer.

  1. Ensefalopati Glisin

Ensefalopati jenis ini merupakan penyakit genetik yang dapat diturunkan, yaitu ketika kadar glisin terlalu tinggi pada otak. Glisin merupakan salah satu asam amino. Selain itu, penyakit ini muncul segera setelah lahir.

Baca juga: Bisakah Ensefalopati Disembuhkan?

  1. Ensefalopati Hashimoto

Gangguan ini jarang terjadi karena berhubungan dengan penyakit Hashimoto. Penyakit Hashimoto adalah suatu kondisi autoimun, yaitu ketika sistem kekebalan tubuh secara salah menyerang organ tiroid.

  1. Ensefalopati Hepatik

Ensefalopati jenis ini disebabkan oleh penyakit hati. Ketika organ hati tidak berfungsi dengan benar, racun tidak dapat dikeluarkan dari tubuh. Akibatnya, racun akan menumpuk pada darah dan dapat menyebar hingga ke otak.

  1. Ensefalopati Hipertensif

Ensefalopati jenis ini disebabkan oleh hipertensi berat lama yang tidak diobati. Sehingga, otak dapat menjadi bengkak dan dapat berujung pada kerusakan otak serta ensefalopati hipertensif.

Baca juga: Sering Lupa, Hati-hati Ensefalopati

  1. Ensefalopati Iskemik Hiposik

Gangguan ini disebabkan karena otak yang tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Akibatnya, otak dapat mengalami kerusakan permanen. Salah satu contoh adalah kasus janin yang terpapar alkohol.

  1. Ensefalopati Toksik Metabolik

Gangguan ensefalopati toksik metabolik disebabkan oleh infeksi, racun, atau bisa juga karena kegagalan suatu organ. Ketidakseimbangan elektrolit dan hormon pada tubuh dapat memberikan dampak pada fungsi otak. Infeksi dan racun juga berpengaruh terhadap otak. Biasanya, ensefalopati akan sembuh ketika penyebabnya berhasil dieliminasi.

  1. Ensefalopati Infeksius

Gangguan ini dapat ditularkan dan dikenal juga sebagai penyakit prion. Prion merupakan protein tubuh alami, tetapi dapat bermutasi dan menyebabkan penyakit yang secara bertahap merusak dan menurunkan fungsi otak kamu (penyakit neurodegeneratif).

Penyakit prion meliputi chronic wasting disease, insomnia keluarga yang fatal, dan penyakit Creutzfeldt-Jakob. Biasanya, pengidap akan meninggal dalam waktu tiga bulan hingga beberapa tahun sejak terkena penyakit ini.

Baca juga: Gejala-Gejala Ensefalopati Penyakit Kelainan Otak

  1. Ensefalopati Uremikum

Gangguan ensefalopati uremikum disebabkan oleh penyakit gagal ginjal. Sehingga terjadi penumpukan racun uremia pada darah.

  1. Ensefalopati Wernicke

Gangguan ensefalopati wernicke atau penyakit wernicke disebabkan oleh defisiensi vitamin B1. Beberapa penyebabnya meliputi penggunaan alkohol jangka lama, nutrisi yang kurang baik, dan malabsorbsi makanan.

Sebagian jenis ensefalopati masih bisa dicegah dengan melakukan langkah-langkah yang sederhana. Misalnya, ensefalopati yang disebabkan oleh gagal ginjal dapat dicegah dengan cara mengatur pola diet khusus pengidap penyakit ginjal. Atau bagi pengidap yang sudah menjalani cuci darah, perlu untuk melakukan pemeriksaan ke dokter ginjal secara rutin dan tetap konsisten menjalani cuci darah.

Apabila kamu mengalami gejala dari salah satu jenis gangguan ensefalopati di atas, sebaiknya segera tanyakan masalah kesehatan kamu pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.