14 Langkah Pencegahan Flu Burung

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
14 Langkah Pencegahan Flu Burung

Halodoc, Jakarta - Sepertinya hampir semua orang tak asing dengan penyakit “sejuta umat” ini. Virus influenza sangat mudah berpindah dari satu orang ke orang lainnya. Penyakit yang ditularkan lewat udara terjadi karena kontak langsung, seperti bersin atau batuk. Penularan influenza juga bisa melalui non-kontak. Misalnya, menyentuh benda yang sudah tercemar virus.

Dalam banyak kasus, seseorang yang mengidap virus ini akan mengalami gejala ringan, seperti batuk, bersin, demam, lelah, nyeri otot, hidung tersumbat, dan sakit kepala. Yang bikin resah, penyakit yang ditularkan lewat udara ini terus bermutasi dan menyebabkan berbagai penyakit serius lainnya. Misalnya, flu burung.

Baca juga: Penanganan Flu Burung Mesti Cepat atau Bisa Berakibat Fatal?

Nah, flu burung sendiri merupakan suatu jenis penyakit influenza yang ditularkan oleh burung pada manusia. Setidaknya, ada dua jenis flu burung, yaitu H5N1 dan H7N9. Hingga kini, masalah global ini masih menyebabkan wabah di Asia, Afrika, Timur Tengah, dan beberapa bagian Eropa. Lalu, bagaimana sih pencegahan flu burung itu?

Langkah Pencegahan Flu Burung

Kilas balik ke belakang, setidaknya ada tiga penyakit berbahaya yang menjadi perhatian Kementerian Kesehatan di tahun 2017. Mulai dari virus Zika, demam berdarah dengue, dan flu burung. Sebab pada Desember 2016, setelah Korea Selatan, wabah flu burung perlahan mulai melanda Jepang. Di bulan itu, setidaknya petugas kesehatan di Jepang telah memusnahkan sekitar 122.000 unggas peliharaan.

Penyebaran virus flu burung memang terbilang sulit untuk dicegah. Akan tetapi, kita sudah seharusnya melakukan hal-hal yang dapat meminimalkan risiko terjangkit penyakit ini. Nah, berikut langkah pencegahan flu burung yang perlu diketahui.

Baca juga: 4 Faktor Penyebaran Flu Burung

  1. Vaksin, tapi belum ada vaksin yang spesifik untuk virus flu H5N1. meski begitu, kamu bisa melakukan vaksin flu tiap tahunnya untuk menurunkan risiko terjadinya mutasi virus.

  2. Jangan berdekatan dengan orang yang terinfeksi.

  3. Segeralah minta bantuan dokter bila timbul gejala yang mengarah ke flu burung.

  4. Jangan mengonsumsi unggas liar hasil buruan. Sebab, kita tak tahu penyakit apa saja yang mungkin ada di tubuh mereka.

  5. Selalu jaga kebersihan tangan.

  6. Bila memelihara unggas, pastikan kandang selalu bersih.

  7. Hindarilah lapak unggas hidup di pasar, apalagi bila tak menerapkan kebersihan dengan baik.

  8. Belilah daging unggas yang telah dipotong di swalayan atau pasar tradisional yang kebersihannya terjaga.

  9. Pastikan mengonsumsi daging atau telur unggas yang telah dimasak dengan baik. Pastikan api mencapai lebih dari 70 derajat Celsius.

  10. Pilihlah daging siap masak. Sebab, kita tak perlu repot untuk memotong, mencabuti bulu, ataupun membersihkan isi perut unggas.

  11. Cucilah tangan atau mandi ketika berdekatan atau memegang unggas.

  12. Jangan menyentuh langsung unggas yang sudah mati, apalagi kotoran atau jeroannya.

  13. Kenakan masker dan sarung tangan ketika berdekatan dengan unggas, termasuk masuk ke tempat pemeliharaannya.

  14. Berilah jarak minimal 25 meter antara tempat pemeliharaan unggas dengan pemukiman.

Baca juga: Perkembangan Pengobatan Flu Burung

Mau tahu lebih jauh mengenai langkah pencegahan flu burung? Atau memiliki keluhan kesehatan? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!