• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 2 Cara Penularan Gastroenteritis

2 Cara Penularan Gastroenteritis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
2 Cara Penularan Gastroenteritis

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu sedang mengalami muntah-muntah disertai dengan diare yang berair? Mungkin saja hal ini disebabkan oleh gastroenteritis yang memiliki nama lain muntaber. Penyakit ini dapat menyebabkan pengidapnya buang air besar tidak berhenti selama 24 jam dan bahkan mengeluarkan darah. 

Maka dari itu, penting untuk menghindari penyakit ini sebelum terjadi. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengetahui cara penularan dari gastroenteritis sehingga dapat dihindari. Ada beberapa cara yang dapat menyebabkan penularan penyakit ini pada seseorang. Apa sajakah itu? Untuk lebih jelasnya, baca ulasan berikut ini!

Baca juga: Dikenal Sebagai Muntaber, Apa Itu Gastroenteritis?

Beberapa Cara Penularan Gastroenteritis yang Perlu Dihindari

Gastroenteritis adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus saat menyebabkan infeksi pada lambung dan usus, sehingga menimbulkan masalah berupa muntah dan diare. Gangguan ini dapat disebabkan oleh beberapa virus yang berbeda, seperti rotavirus dan norovirus. Selain virus, ada banyak penyebab lainnya yang dapat membuat seseorang terserang penyakit ini, seperti bakteri, parasit, dan racun.

Meski begitu, cara penularan dari gastroenteritis ini tergantung pada jenis virus jenis apa yang dialami pengidap. Dengan mengetahui cara penularannya, tentu kamu dapat menurunkan risiko untuk terserang atau menghindarinya untuk terjadi. Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat membuat kamu tertular penyakit muntaber, antara lain:

1. Melalui Mulut

Salah satu cara penularan dari gastroenteritis ketika memasukkan sesuatu ke mulut. Virus ini cenderung menginfeksi bayi dan anak-anak. Pasalnya, mereka sering memasukkan jari atau benda-benda yang sudah terkontaminasi virus ini ke dalam mulut. Pada orang dewasa yang terinfeksi virus ini mungkin tidak akan merasakan gejala apapun. Namun, orang dewasa ini dapat menularkannya pada anak kecil maupun bayi.

2. Kontak Langsung

Virus penyebab penyakit gastroenteritis juga dapat menular melalui kontak langsung dengan individu yang terinfeksi. Virus norovirus yang menjadi penyebab muntaber ini sangat mudah menular dan dapat menginfeksi siapapun, baik orang dewasa maupun anak-anak. Faktanya, kebanyakan kasus keracunan makanan yang terjadi di seluruh dunia disebabkan oleh norovirus.

Penyebaran virus ini lebih berisiko terjadi di beberapa tempat yang terbilang tertutup, seperti ruang kelas, sekolah, ruang kampus, asrama, tempat perawatan anak, dan ruang perawatan umum. Selain itu, makanan dan air yang terkontaminasi juga dapat menjadi media utama penyebaran virus.

Baca juga: Makanan Lunak untuk Pengidap Gastroenteritis

Selain itu, kamu juga dapat terserang muntaber dari makanan, lho. Gastroenteritis juga bisa disebabkan oleh bakteri E. coli dan Salmonella. Pada banyak kasus, bakteri salmonella dan campylobacter sering menjadi penyebab utama gastroenteritis.

Biasanya, bakteri jenis ini menyebar melalui daging unggas yang sudah matang, telur, serta hewan peliharaan atau unggas yang masih hidup. Maka dari itu, pastikan makanan yang kamu akan konsumsi benar-benar bersih.

Lalu, bagaimanakah cara pencegahan dari penularan gastroenteritis ini? Sebenarnya, penularan dari penyakit muntaber ini dapat dicegah asalkan kamu mulai untuk membiasakan hidup sehat dan bersih, seperti:

  • Mencuci tangan hingga bersih dengan menggunakan sabun. Saat mencuci tangan, gosoklah tangan sekitar 20 detik dan bilas dengan menggunakan air bersih. Jika tidak ada sabun dan air, gunakan tisu pembersih atau cairan pembersih tangan tanpa bilas (hand sanitizer).
  • Selalu gunakan peralatan pribadi, terutama peralatan makanan dan minuman sendiri seperti gelas, piring, sendok, dan garpu. Hindari memakai alat makan secara bergantian dengan orang lain. Pastikan setiap anggota keluarga memiliki handuk masing-masing.
  • Menjaga jarak dengan orang yang terinfeksi gastroenteritis. Jika kamu terpaksa melakukan kontak dengan gastroenteritis, usahakan untuk menjaga jarak. Jangan menyentuh barang-barang yang digunakan oleh orang yang terinfeksi.
  • Membersihkan barang-barang, tempat kerja, dan permukaan yang disentuh oleh orang yang sudah terinfeksi. Benda-benda, seperti permukaan meja, keran, gagang pintu, sendok, garpu, dan perlengkapan lain, yang digunakan oleh pengidap gastroenteritis dapat menjadi media penularan virus.
  • Selain itu, kamu juga dapat mendapatkan vaksin rotavirus untuk mencegah gangguan diare karena rotavirus. Ada dua jenis vaksin rotavirus yang tersebar di Indonesia, yaitu rotateq dan rotarix.
  • Rotateq diberikan sebanyak tiga dosis saat bayi berusia 6-14 minggu, 4-8 minggu kemudian, dan usia 8 bulan. Sedangkan rotarix diberikan dua dosis pada usia 10 minggu dan 14 minggu (6 bulan).

Baca juga: Cara Membedakan Gejala Gastroenteritis dan Keracunan Makanan

Selain beberapa cara yang telah disebutkan, ada beberapa hal yang dapat kamu perhatikan untuk mencegah terjadinya gastroenteritis. Jika kamu sedang bepergian atau berada di tempat umum, sebaiknya berhati-hati dalam memilih makanan dan minuman yang dikonsumsi. Terlebih jika daerah tempat kamu akan makan tidak terlalu bersih. Perhatikan juga tempat tinggal saat kamu bepergian yang mungkin menyebabkan penyakit gastroenteritis.

Jika kamu mengalami gangguan perut ini, maka sebaiknya segera diskusikan dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat kamu terima dengan praktis dengan download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Stomach flu: How long am I contagious?
Ausmed. Diakses pada 2021. Gastroenteritis Symptoms, Spread and Prevention.