2 Cara Pilih Nutrisi yang Tepat bagi Pengidap Kanker

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
2-cara-pilih-nutrisi-yang-tepat-bagi-pengidap-kanker-halodoc

Halodoc, Jakarta - Dari Sabang sampai Merauke, rasanya kanker masih menjadi penyakit mematikan dan fatal yang ditakuti banyak orang. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi tumor/kanker di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan. Angkanya dari 1,4 per 1000 penduduk di tahun 2013 menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018. Cukup mengkhawatirkan bukan?

Kanker tak begitu saja hadir tanpa sebab. Berbagai penelitian mengatakan kalau penyakit ini berkaitan dengan gaya hidup. Pertanyaannya, bagaimana pengidap kanker mempertahankan kondisinya agar tetap sehat?

Selain lewat serangkaian terapi, melawan kanker juga mesti diniatkan dengan perubahan gaya hidup. Mulai dari rajin berolahraga, istirahat yang cukup, hindari faktor risiko, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang disarankan dokter. 

Nah, omong-omong soal makanan, kira-kira makanan atau nutrisi untuk pengidap kanker itu seperti apa, ya? 

Baca juga: Makanan yang Bisa Meningkatkan Risiko Terkena Kanker

  • Tetap Bergizi Seimbang

Menurut ahli dari National Cancer Centre Singapore (NCCS), nutrisi makanan yang diasup pengidap kanker mesti lengkap. Semestinya tak boleh ada yang dihilangkan, sebab masing-masing nutrisi tersebut berguna bagi tubuh pengidap kanker itu sendiri. Nah, dengan kata lain tetap bergizi seimbang. 

Sudah tahu yang dimaksud bergizi seimbang? Gizi seimbang merupakan susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Caranya dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan memantau berat badan secara teratur, dalam rangka mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi. 

Nah, idealnya nutrisi untuk pengidap kanker harus mencakup kalori, protein, karbohidrat, lemak sehat sebagai sumber energi, dan berbagai mineral serta vitamin, baik dari makanan maupun suplemen. Tujuannya pemberian nutrisi ini penting, untuk meredam komplikasi dari pengobatan kanker itu sendiri. Sebab, tak jarang pengidap kanker yang mesti berada dengan gangguan pencernaan hingga malnutrisi akibat efek samping dari pengobatan kanker.

Bagaimana mendapatkan semua semua sumber tersebut? Jangan bingung, kamu bisa kok mendapatkannya lewat berbagai sayur-sayuran, buah-buahan, lauk-pauk, kacang-kacangan, hingga biji-bijian. Namun, jangan asal memilihnya. Contohnya, dalam memilih lauk-pauk. Sebaiknya, batasi konsumsi daging merah yang digoreng, panggang, atau dibakar. 

Selain lewat berbagai makanan, kamu juga bisa kok memenuhi asupan bergizi seimbang lewat Nestle - Boost Optimum. Susu ini mengandung 50% protein whey dan berbagai macam vitamin dan mineral lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti vitamin E, B6 dan B12 yang bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai produk ini, kamu bisa langsung cek ke Website Nestle Health Science Indonesia atau pada kemasan Nestle-Boost Optimum, ya.

Baca juga: Bagus untuk Otot, Inilah 7 Manfaat Protein yang Perlu Diketahui

  • Hindari Pembatasan Diet yang Ketat

“Dok, apa saya boleh makan…(ini), apa boleh makan… (itu)?” . Tak sedikit pasien kanker yang mengajukan pertanyaan seperti itu pada dokternya. Lalu, seperti apa jawaban sang dokter? Bermacam-macam.

Mulai ada menjawab makan seperti: biasa saja, alias tak perlu berubah, ada yang bilang enggak boleh makanan ini-itu, ada pula yang mengatakan, “boleh makan… (ini), tapi sedikit saja”. Singkat kata, tiap dokter punya prosedur tersendiri dalam “pembenahan tubuh” dan menata hidup pasiennya. 

Ada pula yang ahli yang berpendapat, kalau pasien kanker sebaiknya harus menghindari pembatasan diet yang ketat. Menurut ahli dari National Cancer Centre Singapore (NCCS) dalam HealthXchange Singapore, pasien kanker sering merasakan keluhan, seperti mual hingga hilangnya nafsu makan. Oleh sebab itu, penting bagi mereka agar tidak terlalu banyak berhadapan dengan pembatasan makanan. 

Strateginya sederhana, sajikan makanan favorit mereka tanpa terlalu banyak meributkan aspek diet. Namun, perlu diingat, jangan asal memilih makanan. Sebaiknya, hindari makanan yang kaya garam, gula, dan minyak secara berlebihan.

Baca juga: Masuk Usia 40-an, Ini 5 Sumber Protein yang Diperlukan

Tak cuma itu saja, cobalah ubahlah cara mengolah makanan. Misalnya, sebelumnya digoreng, dibakar, atau dipanggang, kini cobalah dikukus atau direbus. 

Diet seimbang bagi pasien kanker harus menyediakan karbohidrat, lemak sehat, dan vitamin serta mineral penting bagi tubuh. Tujuannya jelas, untuk memenuhi kebutuhan gizi agar tubuh bisa berfungsi dengan efektif. Selain itu, jangan pula asupan protein. Tujuannya untuk membangun jaringan, mencegah infeksi, dan menjaga sistem kekebalan tubuh. 

Seperti penjelasan di atas, kamu juga bisa kok menambahkan asupan suplemen atau susu untuk memenuhi nutrisi tubuh. Misalnya, dengan mengonsumsi Nestle - Boost Optimum. Susu untuk lansia ini kaya whey protein, berbagai vitamin mulai dari A, D, E, K, C, B1, B2, B3, hingga B12, serta mineral penting, seperti selenium, kalsium, fosfor, hingga zat besi. 

Nestle-Boost Optimum mampu membantu tubuh untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Susu ini cocok dikonsumsi bagi kamu yang super sibuk dan cenderung melewatkan makan. 

Hal yang perlu digarisbawahi, tiap dokter memiliki prosedur sendiri dalam mengobati pasien kanker. Oleh sebab itu, diskusikanlah pada dokter sebelum memutuskan pola makan yang tepat bagi pengidap kanker.

Mau tahu lebih jauh untuk memilih nutrisi yang tepat bagi pengidap kanker?  Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!



Referensi:
Health Exchange Singapore.  Balanced Diet for Cancer Patients. 
Michigan University. Diakses pada Oktober 2019. The Best Diets for Cancer Patients and Cancer Survivors