2 Jenis Terapi untuk Atasi Kondisi Liposarcoma

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
2 Jenis Terapi untuk Atasi Kondisi Liposarcoma

Halodoc, Jakarta - Liposarcoma merupakan jenis kanker langka yang terbentuk pada lipoma atau jaringan lemak. Liposarcoma bisa berkembang secara lambat atau berkembang cepat dan berisiko menyebar ke organ lainnya. Oleh sebab itu, meski terbilang langka, kanker ini berisiko berkembang menjadi ganas. 

Kanker ini dimulai ketika terjadi kesalahan DNA yang memicu sel-sel sehat berkembang biak dengan cepat. Perkembangan sel pada jaringan lemak yang tidak terkontrol ini kemudian membentuk tumor liposarcoma.

Baca Juga: Begini Gejala yang Dirasakan saat Alami Liposarcoma

Lansia yang berusia diatas 50 tahun berpeluang lebih besar mengidap liposarcoma ketimbang orang yang lebih muda atau anak-anak. Selain itu, liposarcoma juga mengintai orang-orang yang pernah melakukan perawatan radiasi di bagian perut atau bagian tubuh lain yang banyak mengandung jaringan lemak. Individu yang keluarganya memiliki riwayat kanker atau seseorang yang terpapar bahan kimia juga berisiko mengalami liposarcoma. 

Liposarcoma terbagi atas 4 jenis yang masing-masing dibedakan atas kecepatan pertumbuhannya atau lokasi terjadinya kanker. Berikut jenis-jenis liposarcoma yang perlu diketahui:

  • Well-Differentiated Liposarcoma. Well-differentiated liposarcoma merupakan jenis yang paling sering terjadi. Kanker ini umumnya berkembang perlahan, sehingga berpeluang kecil menyebar ke bagian tubuh lainnya. 

  • liposarcoma Myxoid. Selain well-differentiated liposarcoma, liposarcoma jenis ini juga sering terjadi meski tidak seumumjenis sebelumnya. liposarcoma myxoid berpotensi lebih besar untuk menyebar ke organ lain karena sel-selnya bisa berkembang menjadi pola yang tidak biasa. 

  • liposarcoma Pleomorfik. Meski tidak seumum dari kedua jenis sebelumnya, tetapi liposarcoma pleomorfik dapat menyebar dengan sangat cepat. 

  • Dedifferentiated Liposarcoma. liposarcoma jenis ini bisa dikatakan kebalikan dari well-differentiated liposarcoma. Sebab, jenis yang satu ini jarang sekali terjadi, tetapi bila seseorang mengidapnya, kanker jenis ini akan berkembang dengan sangat cepat dan bersifat agresif. 

Bagaimana Cara Mendiagnosis Liposarcoma?

Sebenarnya, cara untuk mendiagnosis liposarcoma sama persis dengan mendiagnosis penyakit kanker pada umumnya. Tes dan prosedur yang biasa digunakan untuk mendeteksi kanker, yakni:

  • Tes Pencitraan. Tes pencitraan bertujuan untuk mencari tahu letak, ukuran, dan tingkat keganasan kanker. Tes ini bisa berupa rontgen, CT Scan atau MRI. 

  • Sampel Biopsi. Biopsi dilakukan dengan mengambil sedikit sel kanker untuk dijadikan sampel pengujian di laboratorium. Beberapa tes laboratorium yang bisa dilakukan yaitu imunohistokimia, analisis sitogenetik, hibridisasi fluoresensi in situ, dan pengujian genetik molekuler. Tes-tes ini bertujuan untuk mencari informasi terkait liposarcoma dan membantu dokter menentukan prognosis dan pilihan perawatan yang tepat.

Baca Juga: Pentingnya MRI untuk Deteksi Liposarcoma

Jenis Terapi untuk Mengobati Liposarcoma

Kanker adalah penyakit yang berpotensi menyebar ke bagian tubuh lain, sehingga meski kelihatannya tidak berpotensi berkembang, kanker perlu diangkat sepenuhnya. Namun, jika liposarcoma terlalu besar atau tumbuh dan memengaruhi organ disekitarnya, sel kanker mungkin tidak disarankan untuk diangkat sepenuhnya. Maka dari itu, selain operasi pengangkatan sel kanker, dokter mungkin akan menyarankan perawatan lain untuk sedikit demi sedikit mengurangi jumlah sel.

Apabila ukuran kanker sudah tidak cukup besar, boleh jadi kanker diangkat sepenuhnya melalui prosedur operasi. Terapi merupakan jenis perawatan yang umum dilakukan guna mengurangi atau mengecilkan jumlah sel kanker. Terapi bisa berupa terapi radiasi atau kemoterapi. 

1. Terapi Radiasi

Terapi radiasi dilakukan dengan bantuan sinar X untuk membunuh sel-sel kanker. Terapi ini bisa dilakukan sebelum operasi guna mengecilkan ukuran kanker atau setelah prosedur operasi untuk menghilangkan sisa-sisa sel kanker. 

2. Kemoterapi

Sedangkan kemoterapi, dilakukan menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker. Sama seperti terapi radiasi, kemoterapi juga bisa dilakukan sebelum prosedur operasi maupun sesudahnya. Jenis terapi ini terkadang juga dikombinasikan dengan terapi radiasi guna memaksimalkan perawatan. 

Baca Juga: Mengenal Sarkoma Jaringan Lunak, Tumor yang Menyerang Jaringan Lunak Tubuh


Kamu curiga mengalami kondisi medis tertentu? Tanya dokter Halodoc untuk memastikannya. Klik Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!