2 Pencegahan Mikrosefali pada Ibu Hamil yang Harus Diketahui

2 Pencegahan Mikrosefali pada Ibu Hamil yang Harus Diketahui

Halodoc, Jakarta - Mikrosefali adalah sebuah kondisi langka yang terkait dengan keterlambatan perkembangan dan kecacatan yang parah pada bayi. Seorang bayi dapat mengidap suatu kondisi yang menyebabkan kepalanya lebih kecil dibanding bayi pada normalnya. Gangguan ini dapat terjadi ketika hamil yang disebabkan oleh virus rubella atau zika.

Seorang bayi dapat dilahirkan dengan mikrosefali atau berkembang dalam beberapa tahun pertama. Beberapa hal dapat dilakukan untuk mencegah gangguan tersebut menjadi parah pada anak usia dini dan beberapa hal dapat dilakukan agar penyakit tersebut tidak menjadi suatu hal yang membahayakan.

Terdapat beberapa hal yang dapat menjadi penyebab untuk masalah ini, termasuk:

  • Infeksi yang terjadi selama kehamilan, seperti rubella, cytomegalovirus atau virus Zika.

  • Paparan zat yang dapat membahayakan bayi, seperti alkohol, obat-obatan atau bahan kimia.

  • Masalah genetik, seperti sindrom Down.

  • Kekurangan gizi selama kehamilan.

  • Masalah dengan suplai darah ke otak bayi selama kehamilan.

Mikrosefali juga dapat memengaruhi bayi dengan berbagai cara, termasuk:

  • keterlambatan perkembangan otak.

  • Cacat intelektual.

  • Masalah dengan koordinasi atau keseimbangan.

  • Mengalami kejang.

  • Agitasi atau agresi.

  • Masalah dengan pendengaran atau penglihatan.

Baca Juga: Mengenal Mikrosefali, Gangguan Kepala Bayi yang Perlu Diketahui

Mikrosefali yang Terjadi pada Ibu Hamil

Jika kamu sedang hamil, dokter atau bidan pasti akan membahas kesehatan kamu dan bayi yang dikandung pada kunjungan pemeriksaan. Ahli medis tersebut mungkin tidak berbicara secara khusus tentang mikrosefali, tetapi akan memberikan saran-saran yang bagus tentang cara meningkatkan peluang kamu untuk memiliki bayi yang sehat.

Selama kehamilan, kamu mungkin harus menjalani pemeriksaan ultrasound dan tes-tes lain untuk memeriksa kesehatan bayi yang dikandung. Jika terdapat tanda-tanda mengalami masalah, dokter akan membicarakan hal ini dengan kamu dan cara untuk mengatasinya. Mikrosefali umumnya hanya dapat didiagnosis selama USG pada trimester ketiga, karena ukuran kepala yang lebih kecil dari yang diharapkan, tetapi tidak akan jelas sebelum bulan-bulan ini.

Jika bayi kamu dicurigai mengidap mikrosefali, tes lebih lanjut akan dilakukan untuk mengidentifikasi penyebabnya. Ahli medis pasti akan menjawab segala pertanyaan yang dilontarkan, termasuk tentang mikrosefali yang dapat memengaruhi kehamilan seseorang.

Baca Juga: Gejala Mikrosefali pada Anak yang Perlu Diketahui

Pencegahan Mikrosefali

Salah satu hal yang menyebabkan mikrosefali pada ibu hamil adalah infeksi dari virus Zika. Hal tersebut benar-benar dapat menyebabkan mikrosefali pada bayi yang dikandung, sehingga orangtua dari bayi tersebut harus tahu tentang risiko infeksi pada kehamilan yang dapat memengaruhi janin, dan seberapa besar infeksi tersebut akan meningkatkan risiko mikrosefali.

Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko dari mikrosefali, yaitu:

1. Vaksinasi

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya mikrosefali adalah dengan dilakukannya vaksinasi. Seseorang yang sudah mendapat vaksin tidak akan mendapatkan infeksi ketika hamil. Hal ini masih termasuk hal yang efektif untuk mencegah gangguan tersebut terjadi. Walau begitu, cara lain juga dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya mikrosefali.

2. Menghindari Gigitan Nyamuk

Wanita yang sedang hamil disarankan untuk menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk dan pakaian yang meminimalkan paparan kulit, menguras air yang tergenang, dan menghindari daerah dengan konsentrasi nyamuk yang tinggi. Selain itu, kamu dapat melakukan pengujian terhadap infeksi virus Zika dan mungkin untuk skrining apabila terjadi kelainan pada janin.

Baca Juga: Cegah Mikrosefali, Ibu Hamil Sebaiknya Lakukan Hal Ini

Itulah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya mikrosefali. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan pada janin tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!