02 November 2018

2 Penyebab Penyakit Dermatitis Seboroik yang Harus Diwaspadai

2 penyebab penyakit dermatitis seboroik yang harus diwaspadai

Halodoc, Jakarta – Selain ketombe, ada satu lagi penyakit kulit yang perlu kamu waspadai, yaitu dermatitis seboroik. Penyakit kulit ini enggak hanya mengganggu karena terasa gatal, tetapi juga bisa mengurangi rasa percaya diri kamu. Pasalnya, dermatitis seboroik membuat kulit mengering dan mengelupas, sehingga muncul serpihan-serpihan kulit yang mirip seperti ketombe. Karena itu, jangan sepelekan penyakit kulit yang satu ini. Cari tahu penyebab dermatitis seboroik disini agar kamu bisa melakukan tindakan pencegahan.

Seputar Dermatitis Seboroik

Banyak orang yang mengira dermatitis seboroik sama dengan ketombe, karena gejalanya mirip. Nyatanya, kedua gangguan kesehatan ini berbeda. Bila terjadi pada kulit kepala, dermatitis seboroik memang bisa menimbulkan serpihan-serpihan mirip seperti ketombe. Namun, serpihan tersebut sebenarnya adalah serpihan kulit kepala yang mengelupas. Selain itu, dermatitis seboroik juga tidak hanya terjadi pada kulit kepala, tetapi juga bisa mengenai area kulit lainnya yang berminyak, seperti dahi, wajah, punggung, ketiak, pangkal paha, dan dada bagian atas.

Dermatitis seboroik yang juga punya nama lain, yaitu psoriasis seboroik dan eksim seboroik bukan penyakit menular. Namun, penyakit kulit ini tetap perlu diwaspadai karena bisa menyerang siapa saja dari segala usia. Sebanyak 1—3 persen orang muda pernah mengalami penyakit ini. Orang yang bermasalah dengan sistem kekebalan tubuhnya karena mengidap penyakit tertentu (HIV/AIDS atau Parkinson) juga berisiko tinggi mengalami dermatitis seboroik. Bila terjadi pada kulit kepala bayi dermatitis seboroik disebut juga dengan cradle cap.

Penyebab Dermatitis Seboroik

Penyebab dermatitis seboroik yang pasti masih belum diketahui. Namun, masalah kulit ini diduga berkaitan dengan hal-hal berikut:

1. Jamur Malassezia

Jamur yang biasanya ditemukan dalam minyak yang ada di permukaan kulit diduga merupakan salah satu penyebab dermatitis seboroik. Itulah sebabnya orang-orang yang memiliki kulit berminyak seperti bayi yang baru lahir dan orang dewasa yang berusia sekitar 30—60 tahun (terutama wanita) berisiko lebih besar terkena penyakit kulit tersebut.

2. Psoriasis

Peradangan yang disebabkan psoriasis juga merupakan salah satu penyebab dermatitis seboroik.

Beberapa faktor berikut juga bisa memicu terjadinya penyakit kulit ini:

  • Kebiasaan menggaruk kulit wajah.

  • Cuaca yang dingin dan kering. Itulah mengapa penyakit ini sering bertambah buruk saat musim semi dan musim dingin.

  • Stres dan faktor genetik.

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu.

  • Gagal jantung.

  • Gangguan mental dan saraf, seperti depresi dan penyakit Parkinson

  • Penyakit yang menyebabkan menurunnya sistem imunitas tubuh, seperti HIV/AIDS, kanker, dan pankreatitis alkoholik.

Gejala Dermatitis Seboroik

Biar kamu enggak salah mengira dermatitis seboroik dengan ketombe, berikut gejala-gejala dermatitis seboroik:

  • Kulit terasa gatal atau timbul sensasi seperti terbakar.

  • Kulit kepala memerah, berketombe, dan bersisik.

  • Serpihan kulit yang mengelupas juga bisa terjadi di kumis, jenggot, ataupun alis.

  • Kelopak mata juga akan memerah, bahkan berkerak.

  • Muncul kulit bersisik berwarna putih atau kuning di area kulit yang berminyak.

Pengobatan Dermatitis Seboroik

Bila kamu mengalami dermatitis seboroik, jangan khawatir. Kamu bisa mengatasinya dengan menggunakan obat-obatan berikut yang bisa ditemukan dengan mudah di apotek atau toko kecantikan:

  • Krim atau gel metronidazole yang berguna untuk melawan bakteri.

  • Sampo antijamur yang mengandung ketoconazole.

  • Sampo, krim, ataupun salep yang mengandung kortikosteroid, seperti fluocinolone atau hydrocortisone yang berguna untuk meredakan gejala yang ditimbulkan penyakit kulit tersebut.

  • Pil anti-jamur terbinafine.

  • Losion atau krim yang bisa menghambat calcineurin, seperti pimecrolimus dan tacrolimus.

Sebaiknya bicarakan dulu kepada dokter sebelum memutuskan untuk menggunakan salah satu obat-obatan di atas untuk mengatasi dermatitis seboroik. Gunakan obat sesuai dengan anjuran dokter atau petunjuk pemakaian yang tertera dalam kemasan. Bila sudah menggunakan obat selama beberapa waktu, tetapi gejala dermatitis seboroik masih belum membaik, segera bicarakan kepada dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kamu juga bisa membeli obat-obatan yang kamu butuhkan lewat aplikasi Halodoc. Enggak usah repot-repot keluar rumah, tinggal order melalui aplikasi dan obat pesanan ibu akan diantarkan dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: