3 Cara Pengobatan ODD pada Anak

3 Cara Pengobatan ODD pada Anak

Halodoc, Jakarta – ODD atau oppositional defiant disorder adalah gangguan perilaku yang membuat anak mudah marah, tersinggung, dan sering membantah. Perilaku ini berlangsung selama enam bulan atau lebih, umumnya pada usia delapan tahun. Jika tidak segera ditangani, anak pengidap ODD berpotensi melakukan perilaku agresif dan kasar yang melanggar hukum.

Baca Juga: Orangtua, Ini Cara Merawat Anak yang Didiagnosis Mengidap ODD

Ketahui Penyebab ODD pada Anak

Penyebab ODD belum diketahui pasti. Beberapa faktor ini diduga menjadi penyebab ODD pada anak:

  • Faktor biologis. Misalnya ibu hamil merokok, kekurangan gizi saat hamil, dan gangguan perkembangan anak. Adanya kelainan atau cedera di area otak memicu gangguan perilaku pada anak. Riwayat keluarga dengan gangguan mental (seperti ADHD, gangguan kecemasan, depresi) meningkatkan risiko ODD pada anak.

  • Faktor psikologis. Misalnya karena lingkungan keluarga yang tidak harmonis, kurang mendapatkan perhatian dari orangtua, atau adanya riwayat kekerasan di keluarga.

  • Faktor sosial. Misalnya kemiskinan, penolakan dari teman sebaya, atau kekerasan di lingkungan.

Diagnosis dan Pengobatan ODD pada Anak

Anak pengidap ODD sulit berinteraksi dengan lingkungan sehingga berdampak negatif pada aspek sosial dan pendidikan. Maka itu, ibu perlu membawa Si Kecil ke psikolog atau psikiater jika muncul tanda dan gejala serupa ODD. Psikolog atau psikiater mendiagnosis ODD melalui evaluasi kesehatan mental. Setelah diagnosis ditetapkan, berikut ini pengobatan ODD pada anak:

1. Psikoterapi

Metode pengobatannya berupa konseling yang bertujuan membantu mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan mengendalikan emosi. Pengobatan psikoterapi meliputi:

  • Terapi perilaku kognitif (CBT), dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pengendalian amarah, komunikasi, dan pemecahan masalah.

  • Terapi interaksi orangtua-anak (PCIT). Orangtua akan diajari tentang cara berinteraksi dengan anak dan pola asuh yang efektif untuk menghadapi anak pengidap ODD.

  • Terapi keluarga. Psikolog dan keluarga bekerja sama mencari cara terbaik dalam menghadapi anak pengidap ODD.

  • Terapi kemampuan sosialisasi. Bertujuan untuk membantu Si Kecil mempelajari cara meningkatkan kemampuan bersosialisasi dengan orang lain dan teman sebayanya.

Baca Juga: Sama-Sama Gangguan Perilaku pada Anak, Ini Beda ODD dan IED

2. Konsumsi Obat

Obat tidak direkomendasikan pada terapi awal. Namun bila perilaku Si Kecil semakin sulit dikendalikan, psikiater mungkin meresepkan obat antidepresan atau antipsikotik.

3. Dukungan Orangtua

Menghadapi anak pengidap ODD bukan hal mudah. Namun, berikut beberapa hal yang bisa ibu lakukan dalam membantu proses pengobatan Si Kecil:

  • Beri contoh perilaku yang ingin diterapkan.

  • Beri instruksi yang jelas dan spesifik.

  • Puji perilaku positif Si Kecil.

  • Bangun rutinitas sehari-hari secara konsisten.

  • Hindari hal-hal yang bisa memicu perdebatan dengan anak.

  • Luangkan waktu khusus untuk menemani Si Kecil beraktivitas.

  • Kerja sama dengan pasangan, anggota keluarga lain, atau dengan guru sekolah agar batas-batas disiplin yang ingin diterapkan sama.

  • Beri tugas rumah agar Si Kecil terbiasa menjalani perintah. Mulai dengan tugas yang ringan dan setelah Si Kecil menyelesaikannya, ibu bisa menambah tugas yang lebih berat secara perlahan.

Baca Juga: Anak Mudah Marah di Sekolah, Benarkah Gejala dari ODD?

Itulah cara pengobatan ODD pada anak yang perlu diketahui. Kalau Si Kecil menunjukkan perilaku yang meresahkan, ibu tidak perlu ragu berbicara dengan dokter Halodoc. Ibu hanya perlu membuka aplikasi Halodoc dan masuk ke fitur Talk to A Doctor untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!