09 October 2018

3 Fase Demam Kuning Ini Mesti Diwaspadai

3 fase demam kuning ini mesti diwaspadai

Halodoc, Jakarta – Pernah mendengar tentang penyakit demam kuning? Demam yang umumnya terjadi di wilayah Afrika, Amerika Selatan, dan Amerika Tengah ini disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui perantara nyamuk. Seperti namanya, demam kuning atau disebut juga yellow fever memiliki gejala berupa demam tinggi serta mata dan kulit yang menguning akibat fungsi hati menurun. Agar bisa mencegah demam kuning berkembang menjadi kondisi yang berbahaya, kamu perlu tahu tiga fase demam kuning yang perlu diwaspadai berikut.

Penyebab Demam Kuning

Penyebab utama demam kuning adalah virus yang berasal dari genus Flavivirus. Virus ini disebarkan oleh nyamuk jenis Aedes aegypti yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar kita. Bahkan, nyamuk Aedes aegypti juga bisa berkembang biak di air bersih.

Nyamuk Aedes aegypti bisa membawa virus demam kuning setelah menggigit orang atau monyet yang terinfeksi virus tersebut. Virus kemudian akan masuk ke dalam darah nyamuk dan juga menetap di kelenjar air liur nyamuk. Ketika nyamuk tersebut kembali menggigit orang lain lagi, virus demam kuning akan masuk ke dalam tubuh orang tersebut melalui aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh, sehingga orang tersebut mengidap demam kuning.

Pada malam hari setelah matahari terbenam sampai pagi hari adalah waktu dimana nyamuk Aedes aegypti sedang aktif-aktifnya, sehingga penyebaran virus demam kuning paling banyak terjadi di waktu tersebut.

Tiga Fase Demam Kuning

Setelah orang terinfeksi virus demam kuning, ada tiga fase yang akan dia alami. Setiap fase menimbulkan gejala-gejala demam kuning yang berbeda.

1. Fase Inkubasi

Pada masa ini, orang yang baru saja terinfeksi virus belum mengalami tanda-tanda atau gejala apapun. Masa inkubasi berlangsung selama 1—3 hari setelah terinfeksi.

2. Fase Akut

Fase ini dimulai dari hari ketiga atau keempat setelah terinfeksi dan bisa berlangsung selama 3—4 hari. Pengidap demam kuning yang memasuki fase akut akan mulai merasakan gejala-gejala berupa:

  • Demam,
  • Pusing,
  • Mata, wajah, atau lidah memerah,
  • Nafsu makan menurun,
  • Nyeri otot,
  • Mual dan muntah, serta
  • Silau terhadap cahaya

Gejala-gejala tersebut akan menghilang saat fase akut berakhir. Sebagian besar pengidap dapat sembuh dari demam kuning setelah melewati fase ini. Namun, beberapa pengidap justru bisa memasuki fase yang lebih serius dari demam kuning, yaitu fase toksik, sehari setelah gejala di atas berakhir.

3. Fase Toksik

Pada fase ini, pengidap mengalami gejala-gejala demam kuning yang lebih serius, antara lain:

  • Kulit dan bagian putih mata menguning,
  • Nyeri perut,
  • Muntah dan kadang disertai dengan bercak darah,
  • Mimisan, gusi berdarah, dan pendarahan dari mata,
  • Denyut jantung melambat,
  • Gagal hati,
  • Jumlah urine berkurang dan gagal ginjal, serta
  • Penurunan fungsi otak, kejang, hingga koma

Pengobatan Demam Kuning

Sayangnya, tidak ada obat yang bisa menyembuhkan demam kuning. Hanya sistem kekebalan tubuh pengidaplah yang bisa membunuh virus tersebut. Jadi, pengobatan dilakukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh pengidap agar gejala yang muncul bisa diatasi. Berikut langkah pengobatan yang bisa dilakukan pada pengidap demam kuning:

  • Memberikan obat demam dan pereda rasa sakit seperti parasetamol
  • Memberi tambahan oksigen
  • Menjaga tekanan darah agar tidak turun dengan infus cairan
  • Bila pengidap mengalami pendarahan, maka transfusi darah mungkin perlu dilakukan
  • Cuci darah pada pengidap demam kuning yang mengalami gagal ginjal
  • Melakukan pengobatan bila ada infeksi yang menyertai seperti infeksi bakteri

Bila kamu mengalami gejala-gejala demam kuning, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan sedini mungkin agar tidak sampai memasuki fase toksik. Kamu juga bisa membeli obat-obatan yang kamu butuhkan di Halodoc. Enggak perlu repot-repot keluar rumah, tinggal order saja lewat fitur Apotik Antar, dan pesananmu akan diantar dalam waktu satu jam. Jadi, tunggu apa lagi? Download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: