3 Hal yang Perlu Diketahui tentang Skorbut

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
3 Hal yang Perlu Diketahui tentang Skorbut

Halodoc, Jakarta - Vitamin C sangat penting dan dibutuhkan oleh tubuh, terutama dalam pembuatan kolagen, yaitu sejenis protein yang terdapat pada berbagai jaringan tubuh. Itulah sebabnya jika tubuh kekurangan vitamin C, risiko kerusakan jaringan tubuh akan meningkat yang kemudian memicu terjadinya skorbut. Apa itu skorbut? Berikut ini beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang skorbut.

 

1. Disebabkan oleh Kekurangan Vitamin C Jangka Panjang

 

Penyebab utama terjadinya skorbut pada seseorang adalah kekurangan vitamin C kronis atau jangka panjang. Ketika tubuh kekurangan asupan vitamin C dalam waktu yang lama, maka regenerasi kolagen akan terganggu. Hal ini akan membuat jaringan tubuh mengalami kerusakan secara perlahan. 

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan kekurangan vitamin C pada seseorang yang dapat memicu terjadinya skorbut, yaitu:

  • Ketergantungan obat.

  • Kebiasaan minum minuman beralkohol.

  • Mengalami gangguan mental kompleks, seperti skizofrenia dan depresi berat.

  • Menjalani kehamilan atau sedang menyusui, sehingga membutuhkan asupan vitamin lebih banyak.

  • Menjalani fad diet, yaitu diet yang tidak sehat dan tidak seimbang, karena ingin menurunkan berat badan secara instan.

  • Merokok.

  • Memiliki penyakit yang mengganggu penyerapan nutrisi, seperti kolitis ulseratif atau penyakit Crohn.

  • Mengidap anoreksia nervosa, yaitu suatu kelainan mental pada seseorang yang menyebabkan dirinya selalu berpikir akan mengalami kenaikan berat badan pada saat makan, sehingga hanya makan dengan jumlah sedikit.

  • Menjalani pengobatan yang dapat menimbulkan mual, sehingga kehilangan nafsu makan. Contohnya, pengobatan kemoterapi.

  • Berusia lanjut. Lansia yang sulit menjaga pola makan sehat dan seimbang berisiko terkena skorbut.

Baca Juga: Sariawan Susah Sembuh, Tanda Kurang Vitamin C

 

2. Gejala yang Kadang Tidak Tampak Jelas

 

Pada awalnya, gejala skorbut kadang tidak tampak jelas. Biasanya, gejala akan mulai jelas dan sering muncul ketika seseorang mengalami kekurangan vitamin C kronis selama 3 bulan. Gejala skorbut pada orang dewasa dan anak-anak pun berbeda. Pada orang dewasa, gejala yang terjadi dapat berupa:

  • Merasa lelah dan letih sepanjang waktu.

  • Munculnya bintik biru kemerahan pada kulit, yang seringkali muncul pada tempat tumbuhnya rambut. Rambut yang tumbuh pada daerah tersebut seringkali berbentuk keriting dan mudah rontok. Jika tidak diobati, bintik ini dapat menyatu dan membesar.

  • Sering uring-uringan.

  • Nyeri pada anggota gerak badan, terutama pada tungkai.

  • Pembengkakan pada gusi serta mudah mengalami perdarahan.

  • Nyeri sendi parah akibat perdarahan pada sendi.

  • Sesak napas, terutama setelah melakukan aktivitas berat.

  • Kulit mudah lebam.

  • Bekas luka yang memerah dan membengkak.

Jika tidak segera ditangani dengan baik, skorbut dapat menyebabkan gangguan kesehatan lain yang lebih serius, seperti jaundice, edema, dan penyakit jantung. Oleh karena itu, jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera diskusikan kondisi dengan dokter di aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter bisa dilakukan kapan dan di mana saja, lewat fitur Chat atau Voice/Video Call.

Sementara itu, gejala skorbut pada anak-anak dan balita dapat berupa:

  • Kurang nafsu makan.

  • Mudah menangis atau rewel.

  • Penambahan berat badan lambat.

  • Diare.

  • Demam.

Baca Juga: Bahaya Kekurangan Vitamin C saat Hamil

Segera periksakan kondisi anak ke dokter ketika gejala telah berkembang menjadi:

  • Nyeri dan pembengkakan pada kaki yang dapat terasa sangat sakit, terutama jika celana atau popok mereka sedang diganti.

  • Mata yang nampak menonjol ke luar.

  • Munculnya bintik biru kemerahan,  seperti gejala skorbut pada orang dewasa.

Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

 

3. Dapat Diobati dengan Mengonsumsi Suplemen Vitamin C

 

Karena penyebab utamanya adalah kekurangan vitamin C, pengobatan untuk skorbut pun dapat dilakukan dengan mudah, yaitu mengonsumsi suplemen vitamin C. Vitamin ini sangat mudah diserap dan dapat meredakan gejala skorbut dengan cepat, sehingga kebanyakan pengidap skorbut dapat sembuh dalam waktu sekitar dua minggu. 

Perlu diingat bahwa setelah gejala-gejala skorbut mereda, pengidap skorbut harus selalu menjaga pola makannya agar asupan vitamin C tetap terjaga. Sebab jika asupan vitamin C terjaga dengan baik, pengidap skorbut tidak perlu lagi mengonsumsi suplemen vitamin C.

Baca Juga: Kurang Vitamin Pengaruhi Kesehatan Rambut

Namun pada beberapa kasus, skorbut yang disebabkan oleh suatu kelainan atau penyakit, biasanya pengidap perlu mendapat penanganan lain yang direkomendasikan oleh dokter spesialis, seperti:

  • Dokter spesialis gizi, jika dicurigai skorbut yang terjadi akibat pola makan yang tidak seimbang.

  • Dokter spesialis saluran pencernaan, jika dicurigai skorbut yang muncul karena adanya penyakit pada saluran pencernaan, seperti penyakit Crohn.

  • Psikolog, jika dicurigai skorbut yang muncul disebabkan faktor psikologis.

 

 

Referensi:
Better Health. Diakses pada 2019. Scurvy.
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Scurvy.