3 Komplikasi Kanker Payudara yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
3 Komplikasi Kanker Payudara yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Ketika timbul rasa tidak nyaman pada bagian payudara, apalagi disertai dengan adanya benjolan, tak sedikit para wanita yang merasa cemas. Sebab benjolan di bagian payudara kerap kali dikaitkan dengan kanker. Padahal,  tak semua benjolan payudara bersifat kanker, tapi sebaiknya perlu dianggap serius sampai benar-benar dinyatakan bukan kanker. 

Awas, jangan main-main dengan penyakit ini. Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berkembang pada sel-sel payudara. Lalu, apa saja sih komplikasi kanker payudara yang mesti kita waspadai?

Baca juga: Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Cara Ini

Kenali Gejala-Gejalanya

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya untuk berkenalan terlebih dahulu dengan gejalanya. Pada stadium dini, kanker payudara dapat tidak menunjukkan gejala tertentu. Oleh karena itu, sangat penting untuk memeriksa payudara sendiri setiap bulan, 10 hari setelah masa haid berakhir. 

Caranya enggak ribet kok. raba dengan teliti searah jarum jam payudara untuk mendeteksi adanya benjolan atau perubahan pada payudara.  Lalu, seperti apa sih gejala yang bisa ditimbulkan penyakit ini?

  • Benjolan atau pengerasan pada payudara yang berbeda dari jaringan sekitar.

  • Kemerahan atau pembesaran pori-pori kulit payudara, yang menyerupai kulit jeruk.

  • Darah keluar dari puting payudara.

  • Benjolan atau pembengkakan di bawah ketiak.

  • Perubahan pada kulit payudara, seperti cekungan.

  • Perubahan ukuran, bentuk, ataupun tampilan dari payudara.

  • Nyeri dan pembengkakan pada payudara.

  • Pengelupasan kulit di sekitar puting payudara.

  • Puting tertarik masuk (retraksi atau inversi) ke dalam.

Timbulkan Berbagai Komplikasi

Memang bukan rahasia lagi kalau kanker payudara bisa menimbulkan komplikasi bila enggak ditangani dengan segera. Komplikasi yang umum terjadi adalah menyebarkan sel-sel abnormal ini ke anggota tubuh lain. Kondisi ini biasanya terjadi ketika pengidapnya memasuki stadium yang lebih parah. 

Nah, bila organ lain juga terserang, artinya kanker ini telah bermetastasis atau menyebar dengan sangat cepat dan ganas. Kondisi ini pada akhirnya akan memengaruhi kesehatan organ yang normal dan mengakibatkan penyakit baru.

Lalu, ke bagian tubuh atau organ mana biasanya kanker payudara menyebar? 

Baca juga:  Bukan Kanker, Ini 5 Benjolan pada Payudara yang Harus Diketahui 

1. Tulang

Ketika sel kanker menyebar ke tulang, maka tak menutup kemungkinan bisa  menyebabkan beberapa bagian struktur tulang pecah tanpa membentuk tulang baru. Dampaknya, tulang cenderung lemah dan rentan terhadap patah tulang. 

Penyebaran sel kanker ke bagian tulang ini bisa membuat pengidapnya merasakan nyeri tulang, tulang menjadi lemah dan mudah patah, hingga kelumpuhan. Tak cuma itu, ada pula gejala lain yang mungkin timbul seperti hiperkalsemia. Kondisi ini merupakan tingginya kadar kalsium di dalam plasma darah yang ditandai dengan munculnya rasa mual, mudah mengantuk, hilangnya nafsu makan, rasa haus, dan sembelit.

2. Paru-Paru

Komplikasi kanker payudara juga bisa menyebar ke paru-paru. Kalau sudah begini, maka pengidapnya akan lebih lemah dan rentan sakit. Alasannya jelas, tubuh akan kesulitan untuk melawan bakteri dan infeksi, sehingga ia rentan mengidap pneumonia (infeksi paru-paru). Bagaimana dengan gejalanya? Umumnya  sesak napas,  efusi pleura (penumpukan cairan di lapisan paru-paru), batuk berkepanjangan, dan nyeri dada.

3. Kelenjar Getah Bening

Umumnya, kelenjar getah bening merupakan area pertama yang biasanya terkena penyebaran kanker payudara. Tepatnya, kelenjar getah bening yang berada di bawah lengan, di dalam payudara, dan di dekat tulang selangka. 

Penyebaran ini bisa terjadi sejak kanker payudara berada di stadium IB. Pada stadium ini, beberapa sel kanker, mungkin dalam jumlah kecil sudah masuk ke dalam kelenjar getah bening. Gejala yang ditimbulkan, antara lain adanya benjolan pada ketiak atau area tulang selangka.

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalkan dampak, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini. Mudah, kan? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play! Mudah, kan?