30 September 2018

3 Makanan Pemicu Usus Buntu yang Perlu Dihindari

3 Makanan Pemicu Usus Buntu yang Perlu Dihindari

Halodoc, Jakarta – Penyakit usus buntu (apendisitis) adalah peradangan yang terjadi akibat penyumbatan usus buntu, yang merupakan sebuah struktur berbentuk selang kecil yang menempel pada bagian awal usus besar. Meski umumnya tidak memiliki fungsi tertentu, usus buntu yang pecah bisa menyebabkan radang usus buntu dan membahayakan nyawa.

Memang pemicu usus buntu tidak bisa seluruhnya dikaitkan dengan makanan yang dikonsumsi. Tapi, ada makanan tertentu yang bisa memperburuk masalah usus buntu.

Makanan Pemicu Usus Buntu

1. Makanan Pedas

Makanan pedas bisa menjadi pemicu usus buntu. Hal ini dikarenakan biji cabai yang tidak hancur bisa menyumbat usus dalam jangka waktu panjang dan menyebabkan radang usus buntu. Namun, yang perlu dipahami adalah, makanan pedas bukanlah penyebab utama usus buntu. Makanan pedas seperti cabai, paprika pedas, atau saus sambal bisa memicu kondisi lain yang menyebabkan pencernaan mengalami gangguan, misalnya rasa sakit parah di daerah antara tulang dada dan pusar, disertai dengan mual dan menjadi gejala awal penyakit usus buntu.

2. Makanan Rendah Serat

Misalnya, makanan cepat saji yang tinggi karbohidrat namun rendah serat. Terlalu banyak konsumsi makanan cepat saji bisa meningkatkan risiko radang usus buntu. Selain itu, mengonsumsi  gula dan makanan manis dalam jumlah banyak juga bisa menyebabkan sembelit dan meningkatkan risiko infeksi, termasuk infeksi yang menyebabkan usus buntu.

3. Makanan yang Mengandung Garam Tinggi

Makanan yang mengandung penyedap rasa serta bumbu instan lainnya, seperti mi instan bisa memicu usus buntu. Ini karena makanan bergaram tinggi bisa menyebabkan iritasi pada usus.

Selain tiga makanan di atas, usus buntu juga bisa disebabkan oleh makanan yang tidak terolah dengan baik (masih berbentuk kasar). Ini karena potongan kecil makanan tersebut bisa memblokir permukaan rongga yang membentang di sepanjang usus buntu dan bisa mengakibatkan pembengkakan dan pembentukan nanah.

Perlu diketahui, jika potongan kecil makanan yang menyumbat permukaan bisa memicu bakteri terbentuk di dalam usus buntu. Bila tidak diobati, usus buntu bisa pecah dan menyebarkan bakteri ke seluruh tubuh. Namun, yang dimaksud makanan yang menyumbat di sini adalah makanan yang tidak hancur dan sudah menumpuk banyak di usus, barulah bisa terjadi peradangan usus buntu. Maka dari itu, sekali makan saja tidak akan menyebabkan kamu langsung mengidap usus buntu.

Tips Mencegah Usus Buntu

  1. Perbanyak konsumsi makanan berserat. Makanan ini bisa membantu melancarkan pencernaan, sehingga menurunkan risiko masalah pencernaan (termasuk radang usus buntu).
  2. Jangan menahan buang air besar (BAB). Kebiasaan menahan BAB akan membuat terjadinya penumpukan feses di usus, sehingga membuat usus membengkak. Selain itu, feses juga akan mengeras ketika kamu menahan BAB dalam jangka waktu yang cukup lama.
  3. Perbanyak minum air putih. Idealnya, orang dewasa dianjurkan untuk minuman 8 gelas air putih atau disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

Selain menghindari makanan-makanan pemicu usus buntu, kamu perlu juga secara rutin mengecek kondisi kesehatan untuk bisa mendeteksi secara dini bila kamu mengalami keluhan kesehatan. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk berdiskusi dengan dokter. Kamu bisa menggunakan layanan Contact Doctor dan berbicara dengan dokter melalui pilihan komunikasi Chat, dan Voice/Video Call. Segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga.

Baca juga: