3 Makanan yang Dianjurkan untuk Pengidap Neurofibromatosis Tipe 1

3 Makanan yang Dianjurkan untuk Pengidap Neurofibromatosis Tipe 1

Halodoc, Jakarta – Pernah mendengar masalah kesehatan bernama neurofibromatosis? Penyakit ini merupakan kelainan genetik, kondisinya berupa pertumbuhan sel terganggu sehingga tumbuh tumor-tumor pada jaringan saraf. Tumor ini umumnya jinak dan bisa muncul di berbagai bagian dari sistem saraf. Misalnya, otak maupun saraf tulang belakang hingga saraf-saraf tepi.

Baca juga:  Perbedaan Neurofibromatosis Tipe 1 dan 2 yang Harus Diketahui

Dalam kebanyakan kasus, kondisi ini terdeteksi pada masa kanak-kanak atau kalangan dewasa muda. Neurofibromatosis ini terdiri dari dua tipe, yaitu neurofibromatosis tipe 1 dan neurofibromatosis tipe 2. Nah, neurofibromatosis tipe 1 sendiri merupakan jenis neurofibromatosis yang paling sering terjadi.

Lalu, makanan apa sih yang dianjurkan untuk pengidap neurofibromatosis tipe 1 untuk menangani penyakit ini?

Ditandai Banyak Gejala

Sebelum mengetahui makanan yang dianjurkan untuk pengidap neurofibromatosis  tipe satu, ada baiknya untuk mengetahui dulu gejala dari penyakit ini. Gejala yang dialami oleh pengidapnya akan muncul secara bertahap. Rentan waktunya bisa bertahun-tahun dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.

Sebagian besar pengidap penyakit ini akan mengalami indikasi yang memengaruhi kondisi kulit, seperti:

  • Bintik kecokelatan yang mengelompok, umumnya di ketiak, sekitar organ intim, serta di bawah payudara.

  • Bercak-bercak berwarna kecokelatan pada kulit. Bercak ini dialami oleh 9 dari 10 pengidap neurofibromatosis tipe 1. Gejala ini bisa ada sejak lahir atau muncul pada usia awal anak.

  • Benjolan kecil pada iris mata. Pengidap yang berusia di bawah tujuh tahun dipercaya memiliki risiko tinggi untuk mengalami gejala ini.

  • Benjolan jinak yang lunak (neurofibroma) pada kulit maupun di bawah lapisan kulit. Jumlah benjolan yang dialami bisa berbeda-beda. Ada yang sedikit dan ada pula yang banyak.

  • Gangguan sistem otak dan saraf. Misalnya, migrain, epilepsi, atau tumor otak.

  • Hipertensi, tekanan darah tinggi dialami oleh sebagian anak yang mengidap neurofibromatosis tipe 1.

  • Masalah perkembangan fisik, seperti tulang punggung yang melengkung, misalnya huruf s (skoliosis), ukuran kepala yang besar, atau betis yang bengkok.

  • Gangguan belajar. Sekitar enam di antara 10 pengidap neurofibromatosis tipe1 mengalami gangguan belajar yang tergolong ringan.

  • Gangguan perilaku, seperti ADHD dan terkadang autisme.

  • Malignant peripheral nerve sheath tumour (MPNST). MPNST ini merupakan tumor ganas yang tumbuh di selaput pembungkus saraf. Sebagian pengidap neurofibromatosis tipe 1 bisa mengalami gejala ini. Tumor ganas ini merupakan kondisi paling berbahaya akibat dari neurofibromatosis tipe 1.

Baca juga:  Kenali Neurofibromatosis Tipe 1, Tumor yang Tumbuh di Saraf

Makanan yang Direkomendasikan

Menurut studi yang dipublikasikan dalam US National Library of Medicine - National Institutes of Health, kurangnya vitamin D, magnesium dan kalsium, banyak ditemukan pada pengidap  neurofibromatosis tipe 1. Karena itu, makanan yang mengandung kandungan gizi tersebut, direkomendasikan bagi pengidap  neurofibromatosis tipe 1.

  • Vitamin D, bisa diperoleh dari ikan berlemak, seperti salmon, telur, tahu dan tempe, susu kedelai, hati, sapi, udang, hingga tiram.

  • Magnesium, bisa diperoleh dari alpukat, kacang, sayuran berdaun hijau tua (bayam, brokoli, sawi), kacang-kacangan, kacang kedelai, biji gandum, beberapa jenis ikan, dan susu serta produk olahannya.

  • Kalsium, susu, yoghurt, keju, makanan laut (ikan sarden, tongkol, dan salmon), kacang-kacangan dan biji-bijian, serta makanan yang diperkaya kalsium (misalnya, sereal, roti, oatmeal, hingga jus jeruk)

Baca juga: Ini Bedanya Neurofibromatosis Tipe 1 dan Neurofibromatosis Tipe 2

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!