Ini Bedanya Neurofibromatosis Tipe 1 dan Neurofibromatosis Tipe 2

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ini Bedanya Neurofibromatosis Tipe 1 dan Neurofibromatosis Tipe 2

Halodoc, Jakarta – Pada dasarnya, ada dua jenis tumor yang menyerang jaringan saraf, yaitu neurofibromatosis tipe 1 dan neurofibromatosis tipe 2. Apa perbedaan dari kedua kondisi tersebut?

Pada neurofibromatosis tipe 1, pertumbuhan sel tumor terjadi karena adanya kelainan genetik yang memicu gangguan pada pertumbuhan sel, sehingga muncul tumor-tumor pada jaringan saraf. Tumor yang muncul pada kondisi ini sebenarnya tersebut bersifat jinak, dan bisa muncul di berbagai bagian dari sistem saraf, seperti otak, saraf tulang belakang, serta saraf-saraf tepi.

Lantas, apa yang membedakan neurofibromatosis tipe 1 dengan neurofibromatosis tipe 2?

Neurofibromatosis tipe 1 merupakan tumor yang paling sering terjadi yang biasanya mulai terdeteksi sejak anak-anak atau menjelang dewasa. Gejala yang muncul sebagai tanda penyakit ini biasanya akan terjadi secara bertahap dan dalam jangka waktu yang panjang. Gejala penyakit ini bisa muncul dalam rentang waktu bertahun-tahun dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda pula.

Baca juga: Kenali 7 Jenis dan Gejala Sarkoma Jaringan Lunak

Sedangkan neurofibromatosis tipe 2 lebih jarang terjadi, dibandingkan dengan neurofibromatosis tipe 1. Meski bisa menyerang siapa saja, frekuensi neurofibromatosis tipe 2 terjadi pada satu banding 25.000 kelahiran. Gejala yang menandakan penyakit ini biasanya akan mulai muncul pada orang-orang yang memasuki usia 20-an tahun.

Neurofibromatosis tipe 2 adalah sebuah gangguan yang terjadi karena adanya kelainan genetik. Kondisi ini mengakibatkan pertumbuhan tumor di berbagai jaringan saraf. Tumor jinak akibat kondisi ini biasanya muncul di otak, saraf tulang belakang, ataupun jaringan saraf pada lengan dan tungkai.

Mengenal Penyebab Neurofibromatosis Tipe 1 dan Tipe 2  

Neurofibromatosis tipe 1 adalah tumor yang terjadi karena adanya kelainan atau mutasi pada gen. Hal itu kemudian menjadi pemicu terjadinya perkembangan jaringan saraf yang tidak terkendali. Selain itu, ada kemungkinan kondisi ini bisa terjadi akibat faktor keturunan, misalnya saat ayah atau ibu memiliki penyakit yang sama.

Baca juga: Ketahui Komplikasi yang Bisa Disebabkan oleh Gigantisme

Sedangkan pada neurofibromatosis tipe 2, pertumbuhan tumor terjadi karena adanya mutasi pada gen yang dinamakan NF2. Mutasi itu kemudian mengakibatkan gen tidak menghasilkan protein merlin. Karena kesalahan produksi protein tersebut, sel saraf tumbuh tidak terkontrol dan menjadi tumor.

Serupa dengan neurofibromatosis tipe 1, faktor keturunan diduga menjadi salah satu penyebab neurofibromatosis tipe 2 bisa menyerang seseorang. Anak yang lahir dari orangtua dengan kondisi ini memiliki risiko hingga 50 persen mengalami kelainan yang sama.

Selain faktor keturunan, neurofibromatosis tipe 2 juga bisa terjadi akibat mutasi gen yang terjadi secara acak, bahkan tidak diketahui apa penyebabnya. Mutasi ini bisa terjadi sebelum maupun sesudah terjadi pembuahan antara sperma dengan sel telur, bahkan setelah janin terbentuk.

Tumor yang muncul akibat neurofibromatosis tipe 2 biasa memicu terjadinya kelainan lain. Ada berbagai kelainan yang bisa terjadi akibat kondisi ini, di antaranya adalah neuroma akustik, glioma, yaitu tumor yang muncul pada sel glia di otak dan saraf tulang belakang, meningioma, hingga tumor yang muncul pada sel yang menutupi sel saraf alias schwannoma. Kondisi ini juga bisa menyebabkan pengidapnya mengalami juvenile cortical cataract, yaitu katarak yang muncul pada masa anak-anak.

Baca juga: Tanpa Sadar, Inilah Gejala Gigantisme yang Jangan Diabaikan

Cari tahu lebih lanjut seputar perbedaan antara neurofibromatosis tipe 1 dan neurofibromatosis tipe 2 dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!