3 Penanganan Leukositosis pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
3 Penanganan Leukositosis pada Anak

Halodoc, Jakarta – Di dalam tubuh manusia, terdapat sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Meski begitu, jumlah sel darah putih harus terkontrol dan tidak melebihi batas normal. Saat jumlah sel darah putih melonjak atau terlalu banyak, maka terjadi kondisi yang disebut dengan leukositosis. Alih-alih melindungi tubuh, kadar sel darah putih yang terlalu tinggi malah bisa menjadi tanda bahaya dan harus diwaspadai. 

Sel darah putih memiliki peran dalam membantu sistem kekebalan tubuh dalam melindungi diri dari serangan penyakit dan infeksi. Kabar buruknya, kondisi ini bisa menyerang siapa saja termasuk anak-anak. Namun sebelumnya perlu diketahui, setiap golongan usia memiliki jumlah normal sel darah putih yang berbeda-beda. Dengan kata lain, kadar sel darah putih normal kepada anak-anak bisa berbeda dengan orang dewasa dan bayi. Anak dikatakan mengalami penyakit leukositosis jika jumlah sel darah putih melebihi batas normal. 

Baca juga: Cari Tahu Penyebab, Gejala, & Cara Penanganan Leukosit Tinggi

Penanganan Leukositosis pada Anak 

Faktor usia menjadi penentu kadar sel darah putih normal di dalam tubuh. Melansir situs American Association of Family Physician (AAFP), kadar sel darah putih normal pada anak-anak adalah sekitar 5.000–20.000 per mm3. Jumlah tersebut akan berbeda pada bayi baru lahir yaitu sekitar 13.000–38.000 per mm3, dan 4.500–11.000 per mm3 pada orang dewasa. Saat anak memiliki kadar sel darah putih di atas batas normal, berarti ia mengalami leukositosis. Hal itu bisa diketahui melalui pemeriksaan darah di rumah sakit. 

Ada beberapa gejala yang sering muncul sebagai tanda penyakit ini. Anak yang mengidap leukositosis mungkin akan mengalami badan terasa mudah lelah, nyeri, dan lemas. Mengalami demam, sering berkeringat, pusing, perdarahan, serta memar juga bisa menjadi gejala penyakit ini. Leukositosis juga bisa ditandai dengan menurunnya nafsu makan, kesemutan, serta gangguan pernapasan. Kelebihan sel darah putih bisa terjadi karena banyak hak, termasuk kelainan sistem kekebalan tubuh serta produksi sel yang tidak normal akibat gangguan di sumsum tulang. 

Baca juga: Orangtua Perlu Mengenal Leukemia pada Anak

Dalam kasus yang ringan, meningkatnya kadar sel darah putih biasanya akan kembali normal tanpa pengobatan. Hal ini biasanya terjadi pada leukositosis yang disebabkan oleh infeksi atau efek samping obat-obatan. Meski begitu, kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele dan harus segera mendapat penanganan medis. Ada tiga cara pengobatan medis yang bisa dilakukan saat Si Kecil menunjukkan gejala leukositosis.

1. Konsumsi Obat 

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menangani kenaikan jumlah sel darah putih adalah konsumsi obat-obatan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi peradangan atau infeksi penyebab leukositosis. Konsumsi obat khusus juga bertujuan untuk mengontrol kadar asam di dalam tubuh dan urine. 

2. Infus

Pengidap leukositosis juga bisa ditangani dengan pemberian cairan infus intravena. Cairan ini bisa membantu menambah kadar cairan dan elektrolit yang dibutuhkan tubuh untuk melawan masalah kesehatan. 

3. Leukapheresis

Prosedur ini dilakukan untuk mengurangi jumlah sel darah putih yang ada di tubuh. Caranya adalah dengan mengambil darah, dan sebelum darah dimasukkan kembali ke dalam tubuh, dokter akan terlebih dahulu memisahkan dan membuang kandungan sel darah putih. 

Baca juga: Kenali Leukemia, Jenis Kanker yang Diidap oleh Anak Denada

Cari tahu lebih lanjut seputar leukositosis pada anak dan cara penanganannya dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi
Mayo Clinic (2019). Complete blood count (CBC)
AAFP.org (2019). Evaluation of Patients with Leukocytosis
Healthline (2019). What Is Leukocytosis?