3 Penyakit yang Bisa Dideteksi dengan Pemeriksaan Treadmill

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
3 Penyakit yang Bisa Dideteksi dengan Pemeriksaan Treadmill

Halodoc, Jakarta – Banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk menjalani tes kesehatan, salah satunya adalah menjalani pemeriksaan treadmill. Pemeriksaan treadmill merupakan pemeriksaan fisik jantung yang akan memberikan informasi mengenai kondisi jantung apakah memiliki asupan darah dan oksigen dari sirkulasi ketika pasien mengalami kondisi stres fisik.

Baca juga: Alasan Pengidap Penyakit Jantung Membutuhkan Pemeriksaan Treadmill

Tes kesehatan ini dinamakan pemeriksaan treadmill karena dalam prosesnya pemeriksaan ini dibantu menggunakan alat treadmill. Alat ini berfungsi tidak hanya memantau kondisi jantung pasien, namun juga dapat melihat tekanan darah dan kondisi pernapasan.

Prosedur Pemeriksaan Treadmill

Sebelum melakukan pemeriksaan treadmill, ada beberapa pemeriksaan fisik yang dideteksi oleh dokter untuk melihat kondisi kamu. Dokter bertanya mengenai riwayat kesehatan kamu sebelumnya. Selain itu, bagi kamu yang gemar berolahraga, dokter mengumpulkan informasi seputar kegiatan olahraga yang kamu jalankan.

Informasi ini menentukan kondisi pemeriksaan treadmill yang akan dilakukan. Banyaknya pemeriksaan treadmill disesuaikan dengan kebiasaan olahraga pasien. Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pasien sebelum melakukan pemeriksaan treadmill, seperti:

  1. Hindari makan, minum, merokok dan mengonsumsi kafein beberapa jam sebelum melakukan pemeriksaan treadmill.

  2. Ketika pasien mengalami gangguan kesehatan seperti nyeri dada atau sakit kepala pada hari pemeriksaan treadmill dilakukan sebaiknya konsultasi pada dokter.

Tidak hanya pemeriksaan fisik, dokter juga bertanya mengenai kebiasaan olahraga dan kegiatan kamu sehari-hari. Informasi yang didapat menentukan bagaimana dan berapa lama pemeriksaan treadmill akan kamu lakukan.

Tidak hanya menggunakan alat treadmill, proses pemeriksaan ini juga dilakukan dengan menggunakan alat-alat lainnya seperti elektroda. Elektroda dipasang pada beberapa bagian tubuh pasien seperti dada, kaki hingga lengan. Elektroda ini terhubung dengan mesin elektrokardiogram.

Baca juga: Tes Stres EKG Pakai Treadmill, Apa Manfaatnya?

Kegiatan ini berlangsung hingga proses ini memenuhi target sesuai dengan rekomendasi dokter. Namun, sebelum kamu mencapai target dan merasakan beberapa gejala di bawah ini, sebaiknya pemeriksaan dihentikan:

  1. Nyeri dada yang cukup parah.

  2. Napas yang sangat pendek.

  3. Perubahan tekanan darah menjadi tinggi atau rendah.

  4. Irama jantung yang tidak normal.

  5. Pusing.

  6. Kelelahan.

  7. Perubahan tertentu dalam elektrokardiogram.

Penyakit yang Dapat Terdeteksi dengan Pemeriksaan Treadmill

Biasanya, pemeriksaan treadmill dilakukan untuk mendeteksi penyakit yang berhubungan dengan jantung. Berikut adalah penyakit yang terdeteksi dengan pemeriksaan treadmill:

1. Diagnosis Penyakit Arteri Koroner

Arteri koroner adalah pembuluh darah utama yang memasok darah, oksigen serta nutrisi menuju jantung. Penyakit arteri koroner ini muncul dan berkembang ketika bagian arteri menjadi rusak atau sakit. Biasanya, kerusakan arteri disebabkan penumpukan deposit yang mengandung kolesterol dan plak.

2. Penyakit Aritmia

Penyakit aritmia adalah kondisi gangguan pada irama jantung ketika organ tersebut berdetak terlalu cepat, terlalu lambat atau tidak teratur. Kondisi ini disebabkan karena adanya impuls elektrik.

3. Gangguan pada Jantung

Pemeriksaan treadmill juga dapat mendeteksi kondisi gangguan jantung yang dialami oleh pasien. Biasanya, dengan pemeriksaan treadmill dokter menentukan pengobatan selanjutnya untuk pasien.

Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter mengenai pemeriksaan treadmill. Kamu bisa gunakan Voice/Video Call atau Chat dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatan kamu. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Pemeriksaan Treadmil