Ini Waktu yang Tepat untuk Melakukan Pemeriksaan Treadmill

Ini Waktu yang Tepat untuk Melakukan Pemeriksaan Treadmill

Halodoc, Jakarta – Banyak cara untuk menjalankan proses pemeriksaan kesehatan, salah satunya pemeriksaan treadmill atau dikenal dengan Exercise Stress Test. Pemeriksaan treadmill merupakan pemeriksaan fisik jantung memberikan informasi mengenai kondisi jantung tentang asupan darah dan oksigen dari sirkulasi ketika pasien mengalami kondisi stres fisik.

Baca juga: Tes Stres EKG Pakai Treadmill, Apa Manfaatnya?

Tidak hanya untuk memastikan asupan darah dan oksigen menuju jantung, dengan pemeriksaan treadmill akan mendapat informasi penting seputar ada atau tidaknya kelainan jantung serta tekanan darah.

Pemeriksaan ini dinamakan pemeriksaan treadmill karena dalam proses pemeriksaan dokter menggunakan alat treadmill. Pemeriksaan ini tidak hanya memantau fungsi jantung, tekanan darah serta pernapasan juga akan dipantau.

Waktu yang Tepat untuk Pemeriksaan Treadmill

Sebaiknya pemeriksaan treadmill dihindari ketika kamu baru saja mengalami serangan jantung atau merasakan nyeri pada bagian dada yang cukup hebat. Lakukan pemeriksaan treadmill pada waktu yang tepat agar pemeriksaan dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan hasil yang optimal.

Biasanya, dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan treadmill, ketika kamu mengalami gejala-gejala penyakit yang berhubungan dengan masalah jantung. Pemeriksaan treadmill juga dilakukan ketika dokter ingin mengetahui perkembangan penyakit jantung yang kamu alami.

Prosedur Pemeriksaan Treadmill

Sebelum melakukan pemeriksaan treadmill, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pasien, seperti:

  1. Hindari makan, minum, merokok dan mengonsumsi kafein beberapa jam sebelum pemeriksaan treadmill berlangsung.

  2. Laporkan jika pasien mengalami nyeri dada atau gejala penyakit lain pada hari yang sama dengan pemeriksaan treadmill.

Baca juga: Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Pemeriksaan Treadmill

Biasanya, sebelum pemeriksaan dilakukan dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik mengenai kondisi kamu. Dokter bertanya mengenai riwayat kesehatan kamu sebelumnya. Selain itu, bagi kamu yang gemar berolahraga, dokter mengumpulkan informasi seputar kegiatan olahraga yang dilakukan. Informasi ini menentukan kondisi pemeriksaan treadmill yang akan kamu lakukan. Banyaknya pemeriksaan treadmill disesuaikan dengan kebiasaan olahraga pasien.

Selain dengan menggunakan alat treadmill, tim medis memasang elektroda pada bagian dada, kaki, dan lengan. Elektroda yang ditempelkan pada beberapa bagian tubuh terhubung pada mesin elektrokardiogram. Setelah semua alat yang digunakan untuk pemeriksaan telah siap dipasangkan pada tubuhmu, maka kamu diminta untuk memulai berjalan atau berlari kecil pada alat treadmill. Kegiatan ini terus berlangsung hingga mencapai target yang ditentukan oleh dokter.

Jika kamu merasakan beberapa gejala di bawah ini, sebelum mencapai target yang ditentukan, maka alat treadmill akan dihentikan:

  1. Nyeri dada yang cukup parah.

  2. Napas yang sangat pendek.

  3. Perubahan tekanan darah menjadi tinggi atau rendah.

  4. Irama jantung yang tidak normal.

  5. Pusing.

  6. Kelelahan.

  7. Perubahan tertentu dalam elektrokardiogram.

Setelah berhenti dari alat treadmill, biasanya dokter memantau berbagai kondisi mulai dari detak jantung, irama jantung, dan pernapasan. Pada kondisi ini dokter mengawasi jika ada kelainan pada jantung maupun pernapasan. Ketika pernapasan kembali normal, maka pemeriksaan treadmill akan dihentikan. Tindakan selanjutnya ditentukan dari hasil pemeriksaan treadmill. Kamu bisa beraktivitas kembali dengan normal atau melakukan pemeriksaan lanjutan.

Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter mengenai pemeriksaan treadmill. Kamu bisa gunakan Voice/Video Call atau Chat dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatan kamu. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: Alasan Pengidap Penyakit Jantung Membutuhkan Pemeriksaan Treadmill