08 November 2018

3 Penyebab Anak Terlahir Albino

3 penyebab anak terlahir albino

Halodoc, Jakarta – Orang tua pasti menginginkan anaknya terlahir dengan baik ke dunia. Masa kehamilan menjadi masa paling penting bagi orang tua untuk memenuhi asupan nutrisi dan gizi yang dibutuhkan janin dalam kandungan agar anak yang dilahirkan terhindar dari berbagai penyakit. Faktanya, ada kondisi yang menyebabkan seorang anak terlahir berbeda, salah satunya adalah masalah genetik yang bisa dialami oleh siapa saja.

Banyak dampak yang muncul pada anak yang baru dilahirkan ketika memiliki kelainan genetik, salah satunya adalah kondisi albinisme atau albino. Kondisi ini adalah kelainan pada seseorang yang ditandai dengan kurang optimalnya produksi melanin atau pigmen yang berfungsi memberi warna pada kulit, mata, dan rambut.

Penyebab Albinisme atau Albino

Ada beberapa penyebab yang membuat anak terlahir dengan kondisi albinisme atau albino, yaitu sebagai berikut:

1. Masalah Genetik

Kondisi albinisme atau albino bisa dialami seseorang yang memiliki masalah genetik mengenai produksi melanin dan pigmen dalam tubuhnya. Meskipun orang tua tidak memiliki masalah genetik, terkadang janin memiliki masalah genetik yang tidak terlihat dan bersifat resesif. Sebaiknya, selalu periksa dengan rutin kesehatan kandungan ketika masa kehamilan.

2. Faktor Keturunan

Penyebab lainnya adalah faktor keturunan. Jika salah satu orang tua memiliki masalah genetik, maka dapat menurun pada anak. Sebaiknya, cek kesehatan orang tua untuk memastikan genetik dari orang tua tidak ada masalah. Kebanyakan anak yang mengalami kondisi albinisme atau albino lahir dari orang tua yang diketahui memiliki produksi melanin normal dan tidak menunjukkan tanda adanya masalah genetik pada orang tua.

3. Sindrom Langka

Ada beberapa jenis sindrom langka yang bisa membuat seseorang mengalami kondisi albinisme. Seperti Hermansky Pudlak Syndrome, Chediak Higashi Syndrome, dan Griscelli Syndrome. Sindrom langka ini muncul akibat kurangnya jumlah genetik pada tubuh. Gejala dan dampaknya juga berbeda dari setiap sindrom langka yang dialami.

Jenis Albinisme

Berdasarkan gejala yang dirasakan, kondisi albinisme memiliki dua jenis yang berbeda, yaitu albinisme okular dan albinisme okulokutaneus. Albinisme okular berdampak pada penglihatan seseorang yang mengalami albinisme dan hanya sedikit perubahan pada warna kulit atau rambut. Sedangkan albinisme okulokutaneus adalah kondisi albinisme yang paling umum dan memengaruhi keseluruhan warna rambut, mata, dan kulit.

Pengobatan Albinisme

Kondisi albinisme tidak dapat disembuhkan, tapi bisa dilakukan pencegahan dan pengobatan pada bagian-bagian tertentu agar tidak berdampak lebih parah lagi untuk kesehatan. Hal yang paling sering dialami oleh seseorang yang memiliki kondisi albino adalah masalah pada mata yang dikenal dengan istilah ocular albinism.

Meskipun tidak terlalu memengaruhi penglihatan, dengan kurangnya pigmen, mata menjadi sensitif terhadap cahaya. Seseorang yang mengalami kondisi albinisme juga menghindari pencahayaan matahari secara langsung. Gunakan tabir surya ketika beraktivitas di luar ruangan. Lakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui seberapa besar risiko komplikasi penyakit lain seperti kanker kulit. Hal ini dilakukan agar bisa dilakukan pencegahan sedini mungkin.

Pertumbuhan dan perkembangan anak dengan kondisi albino akan sama dengan anak yang lainnya dalam masalah kesehatan dan kualitas hidup. Sebaiknya damping anak agar tidak merasa berbeda dengan anak lain. Tanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mengetahui lebih banyak mengenai kondisi albinisme. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Baca juga: