• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Terlahir Sebagai Albino, Apa Sebabnya?

Anak Terlahir Sebagai Albino, Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Pernah melihat seseorang yang kulitnya dan rambutnya berwarna putih pucat atau sangat terang? Di dunia medis kondisi ini dikenal dengan albinisme. Masyarakat awam sering menyebutnya dengan albino.

Albinisme ini merupakan kelainan pada produksi melanin dalam tubuh. Nah, kondisi ini yang membuat dirinya memiliki kulit berwarna putih, pucat, atau sangat terang. Nah, kira-kira siapa yang rentan mengidap albinisme?

Faktanya, semua kelompok etnis mana pun bisa mengalami kondisi ini. Dengan kata lain, albinisme bisa menyerang siapa saja. Hal yang perlu ditegaskan, albino tidak bisa disembuhkan seumur hidup. Namun, mereka tetap bisa hidup normal dan berkualitas seperti orang lain.

Nah, pertanyaannya, apa sih yang membuat seseorang terlahir sebagai albino?

Baca juga: Albinisme Bisa Pengaruhi Kemampuan Melihat

Masalah Melanin Gegara Mutasi Genetik

Albinisme ini terjadi ketika adanya cacat genetik pada tubuh. Cacat genetik ini membuat tubuh tidak dapat memproduksi atau mendistribusikan melanin. Padahal, melanin berperan serta dalam memberi warna kulit, rambut, dan mata. Hal yang perlu ditegaskan, cacat genetik ini bisa diturunkan dari orangtua pada anaknya.

Albinisme terdiri dari beberapa bentuk. Bentuk albinisme yang paling parah disebut albinisme okulokutaneus. Orang dengan albinisme jenis ini memiliki rambut, kulit, dan warna iris mata berwarna putih atau merah muda. Di samping itu, mereka umumnya memiliki masalah penglihatan.

Ada pula jenis albinisme lainnya, yaitu okular albinisme tipe 1 (OA1). Albino ini bisa mengalami masalah mata. Namun, warna kulit dan matanya biasanya masih normal. Ketika diselisik lebih dalam, mata albino ini menunjukkan tidak ada pewarnaan di belakang mata (retina).

Terakhir, ada sindrom Hermansky-Pudlak (HPS), bentuk albinisme lainnya yang disebabkan oleh perubahan gen tunggal. Pengidap HPS juga bisa mengalami gangguan pendarahan, penyakit paru-paru, ginjal, dan usus. Tanyakan pada dokter tentang sindrom Hermansky-Pudlak (HPS) ini jika masih ada yang belum jelas.

Baca juga: Wajib Tahu, Albinisme Bisa Sebabkan Fotofobia

Memengaruhi Kulit hingga Mata

Ketahui beberapa gejala yang umumnya dialami pengidap albino, yaitu:

1. Perubahan Warna Rambut dan Kulit

Pengidap albinisme umumnya memiliki rambut berwarna pirang, putih, atau sangat terang. Namun, ada pula beberapa pengidapnya yang memiliki rambut berwarna cokelat. Warna rambut ini bergantung pada seberapa banyak melanin yang dihasilkan tubuh tubuh.

Bagaimana dengan warna kulitnya? Umumnya kulitnya berwarna sangat terang dibandingkan dengan saudara kandungnya. Namun, ada juga pengidap albino yang warna kulitnya putih hingga cokelat. Bahkan, mungkin hampir sama dengan orangtua atau saudara kandung yang tidak mengidap albinisme.

  1. Warna Mata yang Berbeda

Orang dengan albinisme bisa memiliki mata biru pucat, abu-abu, atau coklat. Warna mata ini bergantung pada jenis albinisme dan jumlah melanin dalam tubuh. Contohnya, orang-orang dari kelompok etnis dengan pigmentasi yang lebih gelap, cenderung memiliki mata berwarna lebih gelap.

Baca juga: Albinisme, Berbahaya atau Tidak?

3. Masalah Mata

Berkurangnya jumlah melanin tak hanya memengaruhi warna kulit dan rambut saja, tapi juga bisa memicu masalah mata. Kok bisa? Alasannya, melanin terlibat dalam pengembangan retina, lapisan tipis di bagian belakang mata.

  • Penglihatan yang buruk, contohnya rabun jauh, atau kehilangan penglihatan yang tak bisa diobati.

  • Astigmatisme, kornea (lapisan bening di bagian depan mata) tidak melengkung sempurna atau lensa mata berbentuk abnormal. Kondisi ini bisa menyebabkan penglihatan jadi kabur.

  • Photophobia, mata sensitif terhadap cahaya.

  • Nystagmus, mata bergerak tanpa disadari dari sisi ke sisi. Kondisi ini menyebabkan penglihatan berkurang, atau seakan-akan dunia “goyah” karena otak beradaptasi dengan gerakan mata.

  • Mata juling.

Hal ini membuktikan pengidap albino sebenarnya tidak hanya mengalami gejala perubahan warna kulit saja. Albinisme ini juga melibatkan warna rambut, mata, dan adanya masalah penglihatan.

Mau tahu lebih jauh mengenai albinisme? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja. Mudah, kan?

Referensi:
NHS. Diakses pada 2019. Health A-Z. Albinism.  
NIH. Diakses pada 2019.  MedlinePlus. Albinism.