3 Tes yang Dilakukan untuk Memeriksa Kanker Prostat

3 Tes yang Dilakukan untuk Memeriksa Kanker Prostat

Halodoc, Jakarta - Kanker prostat adalah jenis kanker yang menyerang bagian prostat, kelenjar kecil berbentuk seperti kenari pada pria. Organ ini berfungsi untuk menghasilkan sperma sehat dan mengangkutnya. Biasanya, kanker ini tumbuh lebih lambat dan menyerang kelenjar prostat pada tahap awal. Namun, ada pula jenis kanker prostat yang agresif dan menyebar dengan cepat.

Diagnosis Kanker Prostat

Sebagian besar kanker prostat pertama kali didiagnosis selama skrining kesehatan. Tes ini direkomendasikan pada pria di usia sekitar 50 tahun atau lebih cepat untuk pria yang memang memiliki risiko kanker prostat. Adapun tes kanker prostat yang dilakukan untuk menguatkan diagnosisnya yaitu:

  • Uji Digital Rectal (DRE)

Pemeriksaan ini dilakukan di rumah sakit atau klinik spesialis. Selama proses berlangsung, dokter meminta kamu untuk berbaring dalam posisi miring, dengan posisi lutut diangkat ke arah dada. Dokter atau perawat mengenakan sarung tangan dan melumurinya dengan jel khusus, kemudian memasukkan jari untuk memeriksa prostat yang letaknya berdekatan dengan dubur. Pemeriksaan ini mungkin terasa tidak nyaman, tetapi tidak membutuhkan waktu lama.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Prostatitis dan Kanker Prostat

Hasil tes kanker prostat ini dinyatakan normal jika permukaan dan ukurannya halus. Jika ukuran prostat lebih besar, mungkin terjadi pembesaran prostat, dan jika prostat terasa keras, bisa jadi kamu mengalami kanker prostat. Namun, untuk memastikannya, dokter biasanya meminta kamu untuk melakukan pemeriksaan tambahan.

  • Tes PSA

Tes kanker prostat berikutnya adalah tes PSA, tes darah yang mengukur jumlah antigen spesifik prostat atau prostat specific antigen (PSA) dalam darah. Antigen ini adalah protein yang diproduksi oleh sel normal di prostat dan oleh sel kanker prostat. Sangat normal jika memiliki PSA sejumlah kecil dalam darah, dan jumlahnya meningkat seiring bertambahnya usia.

Tingkatan PSA yang meningkat bisa menjadi indikasi adanya kanker prostat. Namun, tak sedikit pria dengan level PSA meningkat tidak memiliki indikasi kanker ini. Sebaliknya, pria dengan level PSA normal justru terindikasi kanker prostat.

Baca juga: Ada Darah Saat Berkemih? Hati-Hati Gejala Kanker Prostat

  • USG

Apabila tes DRE dan PSA mendeteksi adanya kelainan pada bagian prostat, dokter akan merekomendasikan tes lebih lanjut untuk menentukan apakah kamu memang benar mengalami kanker prostat. Tes kanker prostat selanjutnya adalah USG transrektal untuk mengevaluasi prostat. Sebuah probe kecil berbentuk seperti cerutu dimasukkan ke bagian dubur. Probe ini menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar kelenjar prostat.

Selain untuk mendeteksi adanya kanker prostat, metode USG transrektal ini dapat digunakan untuk mengukur besarnya kelenjar prostat yang dapat membantu menentukan kepadatan PSA, juga memengaruhi pilihan pengobatan yang nantinya dilakukan.

Baca juga: Sebelum Terlambat, Kenali 3 Cara Mencegah Kanker Prostat

Itu tadi beberapa tes kanker prostat yang umum dilakukan untuk mendeteksi apakah seseorang benar mengidap kanker prostat. Kamu bisa menanyakan segala informasinya dengan lebih detail dan akurat melalui aplikasi Halodoc. Ada banyak dokter spesialis yang bisa kamu tanyai mengenai penyakit ini. Jangan malu, mudah dan cepat kok, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di ponsel. Kapan saja kamu membutuhkan saran dokter, hanya tinggal klik aplikasi. Begitu pula dengan beli obat, vitamin, dan cek lab. Semua bisa di aplikasi yang sama. Pakai sekarang ya!