3 Tips Atasi Sakit Kepala Saat Puasa

3 Tips Atasi Sakit Kepala Saat Puasa

Halodoc, Jakarta - Selain masalah pencernaan, sakit kepala merupakan salah satu keluhan yang juga cukup umum dirasakan selama puasa. Sakit kepala adalah rasa sakit yang muncul di sekitar kepala dan sebagian besar terjadi dengan keparahan yang tidak serius dan bisa diatasi dengan mengonsumsi obat pereda nyeri, minum air putih yang cukup dan banyak beristirahat. Namun, jika terjadi saat puasa hal ini dapat sangat mengganggu. Sebenarnya, apa yang menyebabkan sakit kepala saat puasa dan bagaimana mengatasinya?

Penyebab sakit kepala saat puasa dapat berbeda-beda pada setiap orang. Ini biasanya tergantung pada kondisi fisik, serta seberapa parah sakit kepala yang dirasakan. Ini empat kemungkinannya:

1. Dehidrasi

Jika tidak minum cukup banyak air saat buka puasa hingga sahur, kamu berisiko mengalami dehidrasi. Dehidrasi atau kekurangan cairan menyebabkan volume otak menyusut dan tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Akibatnya, selaput otak mengirimkan sinyal rasa sakit ke seluruh bagian otak. Gejala lain dari dehidrasi selain sakit kepala yang juga dapat dirasakan adalah lemas, otot kram, sulit berkonsentrasi, urine berwarna pekat atau gelap, serta kulit sangat kering sampai bersisik atau mengelupas.

Baca juga: Jangan Anggap Sepele, Ini 6 Faktor Penyebab Sakit Kepala Belakang

2. Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar glukosa dalam tubuh menurun drastis. Glukosa sangat dibutuhkan oleh otak sebagai sumber energi untuk berfungsi seperti biasa. Itulah sebabnya ketika tidak makan atau minum apapun selama berjam-jam, tubuh yang kekurangan glukosa tak bisa memompa darah ke otak. Hal ini menyebabkan sakit kepala, pusing, mual, dan pikiran jadi linglung.

3. Gejala Putus Kafein

Apakah sehari-hari kamu adalah seorang pecandu kafein? Jika kamu tak bisa melewatkan sehari saja tanpa kopi beberapa cangkir, sakit kepala saat puasa mungkin disebabkan oleh gejala putus kafein. Saat puasa, kamu tentu tidak bisa minum kopi sebanyak biasanya atau bahkan tidak bisa minum kopi sama sekali. Gejala putus kafein adalah sakit kepala, lemas, mual, cemas, gelisah, sulit berkonsentrasi. Gejala ini bisa bertahan mulai dari seharian penuh hingga dua bulan. Tergantung pada seberapa sering mengonsumsi minuman berkafein.  

4. Perubahan Pola Tidur

Di bulan puasa, kita mungkin mengalami perubahan pola tidur karena harus bangun lebih pagi untuk sahur. Akibatnya, kita mungkin jadi kurang tidur atau jam biologis berubah. Hal ini berisiko menyebabkan sakit kepala.

Baca juga: Jangan remehkan Sakit Kepala saat Hamil

Atasi Sakit Kepala Saat Puasa dengan Cara Ini

Sakit kepala saat puasa tentu terasa sangat mengganggu. Namun, jangan khawatir. Berikut tips meredakan sakit kepala yang aman saat berpuasa:

1. Pijat Ringan

Memijat ringan wajah dan kepala bisa membantu meringankan rasa nyeri. Mulailah dengan membuat gerakan melingkar dengan jari, dari kedua tulang pipi. Kemudian perlahan geser jari semakin ke atas, yaitu di sisi luar kedua mata. Teruskan sampai jari-jari bertemu di bagian tengah dahi.

2. Kompres Dingin

Siapkan es batu dan bungkus dengan kain lembut. Kemudian tempelkan kompres dingin tersebut di bagian kepala yang sakit. Kompres dingin bisa membantu meredakan peradangan saraf atau pembuluh darah dalam otak.

3. Hindari Cahaya yang Terlalu Silau

Cahaya dari komputer atau jendela yang terlalu silau bisa membuat mata lelah sehingga kepala makin sakit. Jadi, hindari dulu cahaya yang terlalu silau. Cobalah tutup tirai atau turunkan pengaturan cahaya di layar komputer atau smartphone.

Baca juga: Yang Harus Ibu Tahu Saat Anak Mengeluh Sakit Kepala

Itulah sedikit penjelasan tentang sakit kepala saat puasa dan cara mengatasinya. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!