13 September 2018

4 Tips Meningkatkan IQ Anak Setinggi Kim Nam Joon BTS

Halodoc, Jakarta - Kim Nam Joon atau lebih dikenal dengan RM adalah leader dari grup musik BTS asal Korea Selatan. Ia kerap kali disebut sebagai idol yang cerdas. RM sering digadang-gadang memiliki IQ di atas 150. Sebagai penggambaran, nilai IQ di atas 145 saja telah masuk pada kategori jenius. Fakta ini sering membuat banyak penggemar BTS mendambakan untuk memiliki anak yang ber-IQ seperti Kim Nam Joon

Seringkali, faktor yang menyebabkan seseorang memiliki IQ tinggi hanyalah sebatas nutrisi yang baik dan faktor genetik. Namun, menurut Kim Nam Joon sendiri, dukungan dan kedekatannya dengan orangtua adalah hal yang membuat ia senang belajar. Berikut adalah 4 cara yang orang tua bisa lakukan secara aktif untuk meningkatkan IQ anak setinggi RM.    

  1. Interaksi dengan Orang Tua lebih baik daripada Pre-school

Perkembangan otak anak yang paling signifikan terjadi pada periode sebelum lahir hingga umur 4 tahun. Faktanya, otak anak akan berkembang sebanyak 90 persen sebelum masa taman kanak-kanak. Hal ini sering membuat orang tua panik dan merasa harus memasukan anaknya ke institusi pendidikan di usia yang sangat kecil, Namun, sesungguhnya tindakan tersebut bukanlah sesuatu yang perlu.

Sentuhan dan waktu yang dihabiskan bersama orangtua memiliki efek yang lebih baik dibandingkan sekolah seperti pre-school. Hal ini disebabkan rasa familiar anak terhadap orang tua yang terbentuk dari sebelum lahir. Anak akan lebih nyaman berinteraksi dengan orangtuanya dibandingkan harus beradaptasi lagi dengan lingkungan baru atau pun orang lain di pre-school.

  1. Belajar dengan kedekatan Emosi

Senada dengan tips pertama, kedekatan emosi adalah kemampuan dasar yang dibutuhkan anak untuk mengembangkan kecerdasan intelektualnya. Semakin dekat anak dengan seseorang, dalam hal ini orangtua, maka ia akan merasa nyaman untuk mengikuti dan belajar sesuatu dari orang tuanya.

Dengan cara ini pula, orangtua dapat menentukan waktu yang tepat untuk Si Kecil belajar hal-hal yang disukai maupun yang tidak disukai oleh anak, berdasarkan ekspresi emosinya. Jika hal yang tidak disukai anak adalah hal yang sebenarnya dirasa penting oleh orangtua, orangtua dapat membiasakan anak untuk menerima hal tersebut tanpa paksaan.

  1. Belajar dengan Konteks untuk Mengasah Pengalaman

Otak manusia akan lebih mudah menerima informasi berupa pengalaman pribadi dibandingkan menghafal sesuatu dari pengalaman orang lain. Jika anda ingin mengajarkan Si Kecil untuk berhitung, lakukanlah dengan konteks membuat sesuatu yang spesifik. Misalnya mengajarkan anak untuk berhitung dengan cara meminta ia menghitung berapa banyak bawang dalam konteks memasak bersama orang tuanya. Dengan begini, informasi pengalaman dan juga hasil masakan yang dihasilkan bersama akan membuat Si Kecil jauh lebih ingat tentang perhitungan yang ia lakukan.

  1. Ajarkan Sesuatu dengan Cara yang Orangtua Sukai

Pada masa perkembangan emas otak, seorang anak akan menilai sesuatu dari reaksi orang terdekatnya. Misalnya, dia akan melihat orangtuanya tersenyum dan bahagia ketika menonton TV. Alhasil, Si Kecil akan menyimpan informasi bahwa TV adalah sesuatu yang menyenangkan. Sebaliknya, jika ia melihat orangtuanya nampak kesulitan dan tidak senang dengan TV, informasi bahwa TV adalah sesuatu yang tidak menyenangkan akan ia simpan.

Maka dari itu, jika orangtua ingin mengajarkan anak berhitung atau mengenal huruf, pastikan cara yang digunakan adalah cara yang menyenangkan untuk orangtua pula. Jika orangtua senang berkebun, sisipkan kegiatan belajar itu dalam berkebun bersama anak. Selain itu, jika orangtua senang dengan musik, sisipkan pelajaran itu dengan cara bernyanyi atau menari. Dengan begitu, anak akan selalu menganggap belajar bersama orangtua adalah hal yang menyenangkan.

Itu adalah 4 cara yang orangtua dapat lakukan secara aktif untuk meningkatkan IQ anak. Dapatkan info penting lainnya seputar perkembangan anak di Halodoc, dengan cara download aplikasi Halodoc di smartphone kamu. Dengan aplikasi ini, ibu dan ayah juga bisa langsung berdiskusi dengan dokter ahli untuk masalah tumbuh kembang Si Kecil. Ibu dan ayah tidak hanya bisa mengobrol langsung dengan dokter ahli, tapi juga bisa membeli obatnya langsung melalui apotek antar di aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya di smartphone kamu!

Baca Juga: