09 October 2018

4 Alergi Kulit yang Bisa Terjadi pada Bayi

4 Alergi Kulit yang Bisa Terjadi pada Bayi

Halodoc, Jakarta - Alergi kulit bukanlah masalah kulit yang hanya dapat menyerang orang dewasa saja. Pasalnya, bayi pun juga bisa mengidap keluhan kesehatan yang satu ini. Di samping itu, alergi kulit pada bayi ini sekaligus membuktikan bahwa alergi enggak hanya menyoal bersin atau mengi saja. Nah, berikut alergi kulit yang bisa muncul dalam berbagai bentuk pada Si Kecil:

1. Dermatitis kontak

Alergi yang satu ini merupakan jenis alergi pada bayi yang dapat muncul setelah terpapar dengan suatu alergen (zat pemicu alergi). Dermatitis kontak ini ditandai dengan kulit kemerahan. Kata ahli, dermatitis kontak merupakan inflamasi yang bisa menyebabkan ruam yang besar, gatal, dan rasa terbakar.

Kata ahli bila ruam ini terjadi pada seluruh tubuh bayi, biasanya sabun atau deterjen yang kemungkinan besar jadi penyebab alergi kulit pada bayi. Andaikan bagian dada dan lengan yang terkena, bisa jadi biang keladinya karena baju yang kotor. Lalu, bagaimana cara mengobatinya?

Pengobatannya kurang lebih tak jauh berbeda dengan eksim. Hal yang utama adalah pastikan Si Kecil selalu berada jauh dari alergen. Selain itu, kamu juga bisa mengatasinya dengan krim steroid yang dijual bebas. Namun, apabila rasa gatal masih terus berlanjut maka cobalah berikan obat antihistamin seperti cetirizine. Sebaiknya, diskusikanlah dengan dokter ahli agar penanganan alergi pada bayi berlangsung aman dan tepat.

2. Eksim

Masalah kesehatan kulit yang satu ini umumnya sering terjadi pada bayi yang memiliki riwayat alergi makanan, asma, atau rhinitis alergi. Alergi ini biasanya diawali dengan kemunculan ruam pada kepala atau wajah. Kemudian, barulah menyebar ke area dada dan lengan.

Selain ruam, eksim juga bisa ditandai dengan mengering, menebalnya, atau infeksi kulit secara berulang pada bagian kulit yang terkait. Nah yang perlu diingat, ketika kulit yang terasa gatal ini digaruk maka akan terasa semakin gatal.

Penyebab eksim memang belum diketahui secara pasti. Para ahli hanya menyarankan untuk menghindari keadaan yang bisa membuat kulit kering, berkeringat, penggunaan sabun atau deterjen tertentu, ataupun bersentuhan dengan kain yang kasar. Tujuannya agar eksim tak terasa semakin gatal.

3. Urtikaria Kronis

Jangan anggap sepele kondisi ini. Urtikaria kronis merupakan reaksi alergi pada bayi yang tergolong berat. Kondisi ini ditandai dengan ruam kemerahan yang lebar setelah kontak dengan alergen. Meskipun urtikaria kronis enggak menyebabkan kulit kering, tetapi gejala lainnya yang bisa muncul, antara lain sulit bernapas atau bengkak pada mulut dan wajah.

Dalam banyak kasus, masalah alergi ini bisa hilang dengan sendirinya selama terhindar dari paparan alergen. Agar penanganannya tepat dan aman, sebaiknya ibu perlu membawa Si Kecil ke dokter untuk meminta pengobatan berupa antihistamin.

4. Alergi karena Air Liur

Penyebab alergi pada bayi juga bisa karena air liur yang sering membasahi mulut dan dagunya. Sayangnya, sebagian orangtua mengira ruam tersebut disebabkan karena alergi makanan. Padahal, kulit kemerahan yang disertai benjolan kecil ini merupakan alergi akibat kulit yang berkontak dengan air liur.

Namun yang perlu diingat, ruam ini dapat menjalar ke area dada. Kata ahli, selama ruam ini tak berkerak atau berwarna kuning (mengindikasikan infeksi) maka ibu tak perlu khawatir. Meskipun begitu, bawalah Si Kecil ke dokter agar gejala alergi kulit pada bayi tak semakin berlarut-larut.

Si Kecil punya keluhan dikulitnya? Ibu enggak perlu panik, ibu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk berdiskusi mengenai masalah tersebut. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: