4 Cara Tetap Produktif Meski Idap Vertigo BPPV

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
4 Cara Tetap Produktif Meski Idap Vertigo BPPV

Halodoc, Jakarta - Sakit kepala adalah sebuah penyakit yang dapat mengganggu produktivitas kamu. Selain itu, sakit kepala yang parah juga dapat menyebabkan kepala seperti berputar. Gangguan tersebut disebut juga dengan benign paroxysmal positional vertigo atau vertigo BPPV.

Gangguan vertigo BPPV adalah gangguan dari vertigo yang paling sering menyerang seseorang. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pada keseimbangan tubuh. Dampak dari penyakit ini dapat mengganggu aktivitas kamu. Berikut adalah cara tetap produktif ketika mengidap vertigo BPPV.

Baca juga: Penyebab Vertigo yang Perlu Diketahui

Cara Tetap Produktif ketika Mengalami Vertigo BPPV

Vertigo BPPV adalah sebuah gangguan vertigo yang paling umum terjadi. Seseorang yang mengalaminya akan merasakan sensasi berputar atau bergoyang. Gangguan yang disebabkan oleh penyakit ini dapat terjadi secara tiba-tiba dan putaran tersebut berasal dari dalam kepala.

Jika kamu mengalami gangguan ini, perasaan pusing yang ringan hingga intens mungkin saja terjadi. Perubahan posisi kepala secara tiba-tiba dapat menyebabkan gangguan ini. Hal lain yang dapat menyebabkan penyakit ini terjadi adalah memiringkan kepala ke atas atau ke bawah, serta berbaring dan bangun secara tiba.

Beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk tetap produktif ketika terserang vertigo BPPV adalah:

  1. Prosedur Reposisi Kanal

Salah satu hal yang dapat meringankan BPPV dengan cepat adalah dengan prosedur reposisi kanal. Vertigo yang terjadi umumnya disebabkan oleh masalah pada telinga bagian dalam yang bertanggung jawab terhadap keseimbangan. Jika hal ini terjadi, kamu akan mengalami gangguan terhadap keseimbangan.

Pengobatan prosedur reposisi kanal ini terdiri dari beberapa manuver kepala sederhana. Cara ini terbilang cukup efektif untuk menghilangkan vertigo. Sekitar 80 persen orang yang mengalami BPPV akan merasa lebih baik ketika melakukan cara ini. Walau begitu, penyakit ini mungkin akan mengalami kekambuhan.

Pertama-tama, hal ini akan dilakukan dengan bantuan dokter, setelahnya kamu dapat melakukannya dengan bantuan orang lain. Perawatan ini dilakukan sebanyak tiga kali secara berturut-turut. Kamu mungkin akan merasakan pusing setiap pergerakan, tetapi gejalanya akan sedikit berkurang.

  1. Perbanyak Konsumsi Vitamin D

Disebutkan bahwa mengonsumsi vitamin D dapat membuat vertigo BPPV yang terjadi menjadi lebih baik. Kamu dapat menambah asupan vitamin D untuk tubuh dengan mengonsumsi susu, ikan, dan kuning telur. Selain itu, konsumsi vitamin D dalam kapsul juga dapat membantu kamu. 

Kamu juga bisa menanyakan hal ini pada dokter terpercaya di Halodoc. Dengan menggunakan fitur talk to a doctor, kamu bisa berdiskusi dengan dokter kapan dan di mana saja. Tunggu apa lagi? Download aplikasinya sekarang juga!

Baca juga: Puasa Sembuhkan Penyakit Vertigo, Benarkah?

  1. Tidur yang Cukup

Gangguan vertigo dapat muncul ketika kamu tidak mencukupi kebutuhan tidurmu. Tidak sedikit orang yang mengalami vertigo untuk pertama kalinya disebabkan oleh kurang tidur. Maka dari itu, tidur yang cukup dapat menurunkan risiko terserang oleh BPPV. Ketika vertigo terjadi, cobalah untuk tidur hingga penyakit itu hilang.

  1. Perbanyak Konsumsi Cairan

Salah satu penyebab terjadinya vertigo adalah dehidrasi. Dengan selalu memastikan tubuh tidak kekurangan air, kamu dapat menurunkan risiko terserang BPPV. Cobalah untuk menyesuaikan aktivitas yang kamu lakukan dengan air yang kamu konsumsi, supaya tubuh menjadi lebih sehat.

Baca juga: Vertigo Bisa Sebabkan Infeksi Telinga, Benarkah?

Jika kamu mengalami sakit kepala yang disebabkan vertigo BPPV, cobalah untuk mencari tempat duduk supaya tidak menyebabkan risiko yang lebih besar. Salah satu risiko yang dapat terjadi adalah jatuh dan cedera serius. Jika gangguan ini terus terjadi, ada baiknya untuk mendiskusikan kondisimu dengan dokter.

Referensi:
Mayo Clinic (Diakses pada 2019): Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV)
Healthline (Diakses pada 2019): Benign Positional Vertigo (BPV)