• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Fakta Mengenai Poxvirus yang Perlu Diketahui
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Fakta Mengenai Poxvirus yang Perlu Diketahui

4 Fakta Mengenai Poxvirus yang Perlu Diketahui

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 08 Februari 2022

“Poxvirus adalah salah satu jenis virus yang dapat menyebabkan gangguan pada kulit. Virus ini dapat menyerang manusia dan juga hewan. Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahui berbagai fakta tentang poxvirus agar tahu cara untuk mencegah dan mengatasinya!”

4 Fakta Mengenai Poxvirus yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Ada berbagai macam virus yang dapat menyerang manusia dan bahkan mengancam nyawa saat menyerang. Beberapa jenis sudah dapat dicegah dengan pemberian vaksin, tetapi masih banyak juga yang belum ditemukan cara pencegahannya. Poxvirus termasuk salah satu virus yang dapat menyerang manusia. Untuk tahu berbagai fakta tentang poxvirus, baca ulasan berikut!

Berbagai Fakta Mengenai Poxvirus

Poxvirus adalah virus berbentuk bata atau oval dengan genom DNA untai ganda yang besar. Jenis virus ini ada di seluruh dunia dan menyebabkan penyakit pada manusia dan banyak jenis hewan lainnya. Infeksi yang disebabkan oleh poxvirus biasanya menyerang kulit, sehingga mengakibatkan pembentukan lesi, nodul kulit, atau ruam yang menyebar.

Infeksi pada manusia biasanya terjadi karena adanya kontak dengan hewan, manusia, hingga sesuatu yang telah terkontaminasi. Sementara itu, beberapa poxvirus yang pernah menyerang banyak manusia, seperti smallpox, tidak ditemukan lagi, meskipun virus cacar lainnya masih dapat menyebabkan penyakit. Beberapa jenis yang masih menyerang adalah monkeypox, virus orf, moluskum kontagiosum, dan lainnya.

Nah, berikut beberapa fakta yang perlu diketahui tentang poxvirus:

1. Bentuk Partikel dari Poxvirus

Partikel dari virus ini berbentuk menyerupai bata dengan dimensi terpanjang mencapai 250-300 nanometer. Permukaannya dikitari dengan bentuk paku berongga dan mengandung asam deoksiribonukleat (DNA). Virus ini berkembang sepenuhnya di dalam sitoplasma pada sel yang terkena. Ada dua partikel virus menular yang berbeda, yaitu IMV dan EEV.

2. Cara Penularan Poxvirus

Virus ini dapat ditularkan melalui beberapa cara, yaitu melalui luka atau lecet pada kulit dan dari lingkungan yang telah terkontaminasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Saat terjadi pada hewan, virus ini dapat ditularkan melalui gigitan arthropoda. Poxvirus dapat tahan di lingkungan yang suhunya di bawah rata-rata dan mampu tetap hidup selama bertahun-tahun di dalam koreng yang kering atau beberapa tempat lainnya.

3. Ancaman Poxvirus Sudah Berhasil Diatasi

Ancaman yang ditimbulkan oleh poxvirus diketahui telah ditangani dengan efektif di seluruh dunia. Smallpox, salah satu poxvirus, telah diberantas dari sebagian besar negara di Eropa dan AS di tahun 1940-an, tetapi masih marak terjadi di benua India dan sebagian besar Afrika di tahun 1960-an. Dengan usaha pemberantasan yang tepat, cacar telah berhasil dilawan dengan kasus terakhir tercatat di tahun 1979.

4. Vaksin untuk Mencegah Poxvirus

Vaksin yang mencegah infeksi Poxviridae termasuk vaksin tradisional yang dilemahkan dan vaksin protein rekombinan. Vaksin virus hidup saat ini digunakan untuk mencegah beberapa jenis penyakit turunan, seperti capripox, parapox, camelpox, dan fowlpox, yang efektif dalam menginduksi respon imun jangka panjang dalam tubuh.

Nah, itulah beberapa fakta tentang poxvirus yang perlu kamu ketahui. Memang, virus selalu menjadi momok tersendiri bagi manusia sejak dahulu kala. Maka dari itu, sangat penting untuk menjaga sistem imunitas tetap maksimal agar virus yang masuk dapat ditangani dengan baik.

Di tengah maraknya varian Omicron dari COVID-19 yang menyebar, kamu perlu menjaga diri dengan mendapatkan vitamin yang cukup. Nah, kamu bisa lho memastikannya dengan melakukan pemesanan vitamin melalui aplikasi Halodoc. Pemesanan ini bisa kamu lakukan di mana saja dan kapan saja dengan download aplikasi Halodoc sebelumnya. Maka dari itu, unduh aplikasinya sekarang juga!

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2022. Poxvirus.
Microbewiki. Diakses pada 2022. Poxviridae.
Creative Biolabs Vaccine. Diakses pada 2022. Vaccines for Virus from Poxviridae Family.