4 Fakta tentang Tes Serologi yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
4 Fakta tentang Tes Serologi yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Tes serologi dilakukan untuk mencari antibodi dalam darah. Antibodi terbentuk saat tubuh terserang infeksi penyakit yang bersumber dari bakteri, jamur, virus, dan parasit (disebut juga antigen). Saat memasuki tubuh, sistem imun menyerang antigen dengan memproduksi antibodi. Tujuannya untuk menempelkan diri pada antigen, lalu menonaktifkannya. Untuk mendeteksi antigen dan antibodi, diperlukan pemeriksaan darah yang disebut tes serologi.

Baca Juga: Alasan Harus Puasa Sebelum Cek Darah

Ketahui Fakta Tes Serologi

1. Terdapat Tiga Cara Tes Serologi

Terdapat banyak jenis antibodi, sehingga cara mendeteksi keberadaannya beragam. Berikut tiga cara umum deteksi keberadaan antibodi dalam darah, antara lain:

  • Uji aglutinasi, untuk menentukan apakah antibodi yang terpapar antigen menyebabkan penggumpalan partikel dalam darah.

  • Tes presipitasi, untuk mengukur keberadaan antigen dalam cairan tubuh.

  • Tes western blot, untuk mengidentifikasi antibodi antimikroba dalam darah.

2. Prosedur Tes Serologi

Tes serologi dilakukan dengan mengambil sampel darah, lalu dianalisis di laboratorium. Dokter akan memasukkan jarum ke pembuluh darah untuk mengambil dan mengumpulkan sampel darah. Setelah darah selesai diambil, kamu bisa menunggu hasil pemeriksaan hingga keluar.

3. Hasil Tes Serologi

Tes serologi menunjukkan hasil normal dan abnormal. Hasil normal, menandakan tidak adanya infeksi penyakit sehingga tidak ditemukan antibodi dalam darah. Sedangkan hasil abnormal menunjukkan antibodi dalam darah akibat paparan antigen tertentu. Hasil ini juga bisa menandakan adanya gangguan autoimun.

4. Tindak Lanjut Hasil Tes Serologi

Hasil tes serologi akan dijelaskan secara detail oleh dokter. Penanganan yang diberikan tergantung hasil pemeriksaan dan jenis antibodi dalam darah. Namun secara umum, dokter memberikan resep antibiotik untuk melawan infeksi penyakit. Dokter dapat menganjurkan pemeriksaan lanjutan jika dicurigai adanya infeksi lain, meski hasil tes normal.

Baca Juga: Cari Tahu 5 Hal Mengenai HIV/AIDS

Penyakit yang Dideteksi dengan Tes Serologi

Beberapa penyakit yang bisa didiagnosis melalui tes serologi adalah HIV, sifilis, infeksi jamur, measles, rubella, brucellosis, dan amebiasis. Segera bicara pada dokter dan lakukan tes serologi jika kamu mengalami gejala beberapa penyakit berikut:

  • Penyakit yang ditandai penurunan sistem imun tubuh akibat infeksi Human Immunodeficiency Virus. Gejala HIV yang bisa diamati berupa demam, menggigil, muncul ruam di kulit, muntah, nyeri sendi dan otot, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit kepala, sakit perut, sakit tenggorokan, dan sariawan.

  • Sifilis termasuk infeksi menular seksual. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Gejalanya berupa luka di dalam atau luar area kelamin. Jika sudah menyebar ke seluruh tubuh, sifilis menyebabkan demam, sakit tenggorokan, penurunan berat badan, rambut rontok, pembengkakan kelenjar getah bening, leher kaku, sakit kepala, dan tubuh terasa lemah.

  • Brucellosis, penyakit infeksi bakteri Brucella yang disebarkan hewan ke manusia. Gejalanya berupa demam, sakit kepala, batuk, nyeri otot dan sendi, sakit perut, berkeringat di malam hari, nafsu makan menurun, dan penurunan berat badan.

  • Measles (campak), ditandai dengan hidung berair, mata merah, sakit tenggorokan, batuk, dan muncul bintik putih dalam mulut. Sedangkan rubella (campak Jerman), ditandai ruam merah di wajah atau seluruh tubuh, demam ringan, mata merah, sakit kepala, nyeri otot, hidung tersumbat, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

  • Amebiasis adalah infeksi usus besar yang disebabkan oleh parasit Entamoeba histolytica. Gejalanya berupa diare, feses bercampur darah, kram perut, perut kembung (gas menumpuk dalam perut), demam, sakit punggung, dan kelelahan.

Baca Juga: 6 Jenis Pemeriksaan yang Penting Dilakukan Sebelum Menikah

Itulah fakta tes serologi yang perlu diketahui. Kalau kamu ingin melakukan tes kesehatan, gunakan fitur Lab Service yang ada di aplikasi Halodoc. Kamu hanya perlu menentukan jenis dan waktu pemeriksaan, lalu petugas Lab akan datang ke rumah sesuai waktu yang ditentukan. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!