30 October 2018

Gangguan Pendarahan Ini Tidak Bisa Sembuh Tetapi Butuh Penanganan Khusus

gangguan pendarahan ini tidak bisa sembuh tetapi butuh penanganan khusus

Halodoc, Jakarta – Volume darah pada tubuh manusia diperkirakan mencapai 8 persen dari berat badan. Sehingga darah menjadi salah satu komponen penting untuk tubuh. Darah berguna menjadi pengangkut kandungan makanan, oksigen dan juga hormon di dalam tubuh manusia. Organ tubuh manusia akan berfungsi dengan baik tanpa ada gangguan masalah darah.

Namun, ada satu penyakit yang perlu diwaspadai berkaitan dengan gangguan darah yaitu hemofilia. Hemofilia adalah salah satu gangguan pada darah karena kekurangan protein yang digunakan untuk melakukan pembekuan darah saat pengidap mengalami luka atau mengeluarkan darah secara alami dari tubuh. Akibatnya, pengidap hemofilia mengalami pendarahan yang lebih lama dibandingkan dengan orang pada umumnya.

Tingkat penyakit hemofilia pada tiap pengidap juga berbeda-beda, semakin sedikit protein dalam darah, maka semakin parah hemofilia yang dialami pengidapnya. Sayangnya, penyakit hemofilia tidak dapat disembuhkan. Namun jangan khawatir, pengidap hemofilia masih bisa hidup dengan normal selama penanganan yang dilakukan penderita baik dalam mencegah gejala atau saat terjadi hemofilia.

Gejala Hemofilia

Biasanya, gejala yang paling utama pada pengidap hemofilia adalah pendarahan yang sulit berhenti ketika seseorang mengalami perdarahan pada bagian tubuh seperti hidung, gusi atau luka kulit. Selain itu, biasanya pengidap hemofilia juga mengalami perdarahan secara spontan atau alami pada gusi, hidung, atau sendi tanpa faktor penyebab yang jelas.

Namun perlu diwaspadai jika perdarahan spontan terjadi pada sekitar tengkorak kepala. Biasanya, gejala ditandai dengan sakit kepala, mual dan muntah, gangguan pada penglihatan dan kelumpuhan pada sekitar otot wajah. Jika mengalami gejala seperti ini, pengidap hemofilia harus segera ditangani medis.

Penyebab Hemofilia

Hemofilia adalah penyakit yang diturunkan. Sehingga, jika salah satu dari orang tua kamu memiliki penyakit hemofilia, kemungkinan keturunan selanjutnya juga memiliki penyakit yang sama. Namun, ada beberapa kasus hemofilia yang terjadi akibat adanya perubahan genetik di dalam tubuh sehingga penyebab hemofilia bukan hanya dari faktor keturunan.

Tidak ada salahnya jika kamu atau pasangan memiliki penyakit hemofilia, sebaiknya lakukan beberapa tes untuk menurunkan risiko hemofilia pada anak:

1. Pemeriksaan Sebelum Kehamilan

Tes ini digunakan untuk meneliti tanda mutasi gen penyebab hemofilia pada kamu atau pasangan.

2. Pemeriksaan Selama Kehamilan

Pada pemeriksaan ini, dokter akan mengambil sampel plasenta dari rahim dan mengambil sampel dari air ketuban, untuk memastikan kesehatan dari janin yang ada dalam kandungan.

3. Pemeriksaan Setelah Kelahiran

Biasanya dokter mengambil sampel dari darah tali pusat untuk memastikan anak terhindar dari risiko hemofilia.

Pengobatan dan Pencegahan Hemofilia

Ada dua jenis pengobatan untuk pengidap hemofilia yang perlu kamu ketahui. Pertama adalah pengobatan untuk mengatasi gejala dan yang kedua pengobatan saat terjadi perdarahan. Cara untuk mengatasi gejala dan mencegah terjadi perdarahan, biasanya penderita diberikan obat dengan suntik yang dilakukan seumur hidup selama 2 minggu sekali. Sedangkan jika terjadi perdarahan, dokter memberikan suntikan yang disesuaikan dengan tingkat hemofilia yang diderita.

Cara untuk mencegah terjadinya perdarahan, sebaiknya pengidap menghindari menggosok gigi terlalu keras. Selain itu, hindari olahraga yang banyak kontak fisik. Jangan lupa untuk menghindari diri dari luka-luka yang dapat terjadi ketika kamu melakukan aktivitas sehari-hari.

Kamu bisa bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mengetahui informasi lebih banyak mengenai penyakit hemofilia. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang melalui App Store atau Google Play!

Baca juga: