4 Gejala dari Baby Bottle Tooth Decay

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
baby bottle tooth decay, gigi bayi

Halodoc, Jakarta -  Baby bottle tooth decay lebih dikenal dengan istilah gigi keropos. Kerusakan gigi yang satu ini memang dialami oleh anak-anak di usia dini akibat minum dari botol dot. Minum dari botol tersebut akan membuat gigi memiliki kontak yang terus-menerus dengan cairan yang diminumnya, seperti susu, teh manis, atau jus buah dan minuman manis lainnya.

Baca juga: Adakah Pengaruh Kesehatan Gigi pada Kecerdasan Anak?

Cairan yang dikonsumsi ini akan terus-menerus bersinggungan dengan gigi Si Kecil, sehingga bakteri dalam rongga mulut berubah menjadi senyawa asam. Asam inilah yang akan merusak gigi dan membuatnya keropos. Baby bottle tooth decay tidak hanya menyerang gigi susu atau gigi permanen, kondisi ini bahkan dapat membuat masalah yang lebih parah.

Tahapan Gejala yang Dialami Pengidap Baby Bottle Tooth Decay

Gejala akan semakin bertambah parah dari waktu ke waktu. Secara umum, tahapan gejala terbagi menjadi lima tahapan, yaitu:

  • Inisial

Tahapan ini bisa disebut dengan tahap reversible. Si Kecil pada tahap ini akan ditandai dengan adanya warna keputihan pada bagian servikal dan proksimal gigi insisivus atas akibat demineralisasi

  • Karies Gigi

Karies gigi merupakan penyakit jaringan gigi yang terjadi karena proses demineralisasi dan remineralisasi pada gigi. Kondisi ini menyebabkan timbulnya kerusakan jaringan pada permukaan gigi yang kemudian menjalar ke bagian pulpa.

Bakteri yang terlibat selama proses pembentukan karies gigi ini adalah bakteri kariogenik. Bakteri ini dapat mendistribusi gula menjadi bentuk asam dan dapat berkembang pada pH asam di mulut.

Baca juga: Ini Jenis Perawatan Gigi Anak yang Wajib Dilakukan

  • Lesi

Dalam Ketika lesi pada gigi depan sudah meluas, Si Kecil akan mengeluhkan rasa sakit saat mereka mengunyah makanan atau menyikat gigi. 

  • Tahap Traumatik

Tahap ini dapat terjadi ketika ibu tidak segera melakukan tindakan perawatan saat gejala awal muncul. Akibatnya, gigi insisivus rusak karena karies. Banyak juga ditemukan anak yang mengidap kondisi ini, giginya hanya tersisa akarnya saja.

Tahap demi tahap akan berhenti total jika penyebab karies gigi dihilangkan. Jika ibu melihat gejala-gejala tersebut pada Si Kecil, segera temui dokter gigi di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc guna melakukan penanganan, agar rusaknya gigi tidak bertambah parah seiring dengan berjalannya waktu.

Begini Langkah Pencegahan Baby Bottle Tooth Decay

Beberapa langkah yang wajib ibu lakukan guna mencegah terjadinya baby bottle tooth decay, antara lain:

  • Hindari kebiasaan Si Kecil yang tidur dengan menyedot botol dot.

  • Berikan botol dot hanya pada waktu minum susu saja.

  • Ajarkan Si Kecil untuk minum dari cangkir atau gelas khusus. Langkah yang satu ini sudah dapat ibu ajarkan saat Si Kecil berusia satu tahun.

  • Jaga kebersihan gigi dan mulut Si Kecil dengan baik.

  • Gosok gigi Si Kecil secara rutin dengan menggunakan air dan sikat lembut. Jika Si Kecil sudah menginjak 1 tahun, gosok secara rutin sebanyak 1-2 kali sehari, saat setelah sarapan dan sebelum tidur.

Baca juga: Benarkah Tumbuh Gigi Sebabkan Anak Demam?

Jika ibu mengetahui bahwa Si Kecil sudah bisa meludah atau tidak menelan pasta gigi, ibu dapat menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Kandungan fluoride pada gigi dapat memperkuat enamel gigi dan membantu mencegah terjadinya kerusakan gigi pada Si Kecil.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. What Is Baby Bottle Tooth Decay?
healthychildren.org. Diakses pada 2019. How to Prevent Tooth Decay in Your Baby.