Sebabkan Gangguan Keseimbangan Tubuh, Inilah 4 Gejala Neuroma Akustik

Neuroma Akustik, batang otak, tumor jinak

Halodoc, Jakarta - Neuroma akustik biasanya dialami oleh seseorang yang berusia antara 30-60 tahun. Penyakit ini juga lebih banyak dialami oleh wanita. Tumor jinak ini akan berkembang secara perlahan, tetapi jarang menyebar ke bagian tubuh yang lain. Masalah ini juga bisa menjadi masalah yang serius jika pertumbuhan tumor menjadi semakin besar dan menekan batang otak.

Baca juga: Ganggu Fungsi Pendengaran, Kenali Lebih Jauh Neuroma Akustik

Neuroma akustik bisa saja membahayakan nyawa pengidapnya, karena batang otak berfungsi mengatur fungsi vital tubuh. Penanganan pada pengidap penyakit ini biasanya diatasi secara berkala dengan terapi radiasi, atau operasi pengangkatan tumor. Nah, ini gejala yang harus kamu ketahui pada pengidap neuroma akustik.

Neuroma Akustik, Tumor Jinak pada Saraf

Neuroma akustik merupakan tumor jinak yang tumbuh pada saraf keseimbangan atau saraf penghubung telinga dan otak. Tumor ini mempunyai istilah medis, yaitu vestibular schwannoma yang tumbuh dari sel Schwann, yaitu sel yang menutupi saraf keseimbangan. Pengidap penyakit ini akan mengalami telinga berdengung, gangguan pendengaran, dan hilangnya keseimbangan. Kondisi ini dapat terjadi pada satu atau kedua sisi telinga sekaligus.

Baca juga: Perlu Tahu, Faktor Risiko Tumor yang Tumbuh dalam Saraf Neurofibromatosis Tipe 2

Ini Gejala yang Muncul pada Pengidap Neuroma Akustik

Gejala umum yang muncul pada pengidap neuroma akustik, yaitu:

  1. Kehilangan keseimbangan.

  2. Vertigo, yaitu suatu kondisi yang membuat pengidapnya mengalami pusing, sampai merasa dirinya atau sekelilingnya seolah berputar.

  3. Tinnitus, yaitu bunyi dengung pada telinga.

  4. Kehilangan pendengaran yang terjadi secara bertahap atau mendadak. Kondisi ini biasanya terjadi pada salah satu telinga.

Gejala yang ditimbulkan pada neuroma akustik juga tergantung dari ukuran tumor. Biasanya, pengidap dengan ukuran tumor yang kecil tidak menimbulkan gejala yang berarti. Namun, gejala baru akan terasa ketika pertumbuhan tumor menekan saraf pendengaran dan keseimbangan. Selain itu tumor juga dapat menekan saraf yang mengendalikan otot dan sensasi rasa pada wajah atau struktur pada otak.

Berikut Penyebab Neuroma Akustik

Neuroma akustik terjadi di saraf pada otak, yaitu saraf akustik atau vestibular. Saraf ini berfungsi mengendalikan pendengaran serta keseimbangan tubuh. Neuroma akustik terjadi diduga akibat fungsi gen pada kromosom 22 yang tidak dapat berjalan semestinya. Gen tersebut mengendalikan pertumbuhan tumor pada sel Schwann yang menutupi sel saraf dalam tubuh, termasuk saraf vestibular. Tidak berfungsinya gen kromosom 22 belum bisa dipastikan. Namun, seseorang akan memiliki risiko neuroma akustik lebih tinggi jika mereka mengalami kelainan neurofibromatosis tipe 2.

Gejala neuroma akustik yang dibiarkan dapat menyebabkan komplikasi yang sifatnya permanen. Komplikasi tersebut antara lain kehilangan pendengaran, mengalami gangguan keseimbangan, mati rasa pada area wajah, kesemutan, telinga berdenging dan hidrosefalus. Hidrosefalus dapat terjadi akibat adanya penekanan tumor besar pada batang otak, sehingga menghalangi aliran cairan serebrospinal, yaitu cairan yang mengalir di antara otak dan tulang belakang.

Baca juga: 3 Makanan yang Dianjurkan untuk Dikonsumsi Pengidap Neurofibromatosis Tipe 2

Jika kamu punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!