4 Hal yang Bisa Tingkatkan Risiko Angioedema

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
4 Hal yang Bisa Tingkatkan Risiko Angioedema

Halodoc, Jakarta - Kulit adalah bagian tubuh yang sangat terlihat jika terjadi gangguan. Banyak hal yang dapat menyebabkan gangguan pada kulit, seperti alergi, reaksi obat, hingga stres. Beberapa penyebab tersebut dapat membuat kamu mengalami ruam, bengkak, dan sebagainya.

Salah satu gangguan yang terjadi pada kulit kamu adalah angioedema. Hal tersebut dapat menyebabkan pembengkakan pada lapisan kulit kamu. Bahkan penyakit ini dapat berakibat fatal bagi pengidapnya. Hal tersebut tergantung dari lokasi pembengkakan terjadi. Berikut adalah beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko gangguan ini.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Angioedema dengan Biduran

Hal yang Dapat Meningkatkan Risiko Angioedema

Angioedema adalah terjadinya pembengkakan pada lapisan jaringan tepat di bawah kulit. Gangguan ini dapat disebabkan oleh faktor genetik, karena mutasi gen yang diturunkan oleh keluarga. Hal yang mendasari gangguan ini terjadi adalah histamin yang dilepaskan secara tidak normal ke aliran darah kamu.

Beberapa area tubuh yang umum terserang oleh gangguan ini adalah wajah, lidah, tenggorokan, lengan, kaki, hingga leher. Jika terjadi pada leher, saluran pernapasan kamu mungkin akan terganggu. Akibatnya, aliran udara akan tersendat untuk masuk ke tubuh yang menyebabkan kekurangan oksigen.

Gangguan ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti imunologis (alergi), non-imunologis (kebiasaan), atau idiopatik (tidak diketahui). Alergi adalah gangguan yang paling umum menyebabkan seseorang mengalami angioedema. Hal ini dapat dipicu oleh respons abnormal dari sistem kekebalan tubuh.

Tubuh terkadang akan salah mendeteksi zat yang tidak berbahaya menjadi sesuatu yang berbahaya. Hal ini menyebabkan tubuh menyebarkan histamin dalam jumlah besar ke dalam aliran darah untuk pertahanan. 

Akhirnya, pembuluh darah melebar pada suatu area. Hal tersebut dapat berbahaya karena tidak ada sesuatu yang berbahaya dan menyebabkan efek samping, seperti demam, gatal-gatal, dan asma alergi. Saat pembengkakan berhenti, kulit pun akan kembali normal.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan kamu mengalami angioedema:

  1. Mengonsumsi Obat-Obatan

Salah satu penyebab seseorang mengalami angioedema adalah karena terlalu sering mengonsumsi obat-obatan tertentu. Obat-obatan tersebut antara lain obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), penisilin, dan antibiotik lainnya.

  1. Alergi Makanan

Angioedema juga dapat terjadi ketika kamu mengalami alergi pada makanan. Beberapa makanan yang dapat menyebabkan alergi adalah kacang-kacangan, kerang, stroberi, dan lainnya. Cara mengatasi kondisi ini adalah dengan tidak memakan hal yang dapat menyebabkannya.

  1. Penggunaan Latex

Latex yang terdapat dalam pakaian yang kamu kenakan dapat menyebabkan kulit mengalami angioedema. Hal tersebut karena kandungan yang terdapat dari latex belum tentu cocok untuk kulit kamu.

  1. Vankomisin

Salah satu hal yang dapat menyebabkan kamu mengalami angioedema adalah vankomisin. Antibiotik ini adalah pilihan terakhir yang berguna untuk mengobati infeksi yang tidak mempan terhadap obat. Walaupun obat ini efektif, tetapi efek sampingnya dapat menyebabkan pembengkakan pada kulit kamu.

Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal obat-obatan yang biasa kamu konsumsi dapat menyebabkan angioedema atau tidak, dokter dari Halodoc dapat membantu kamu. Kamu dapat menanyakan semua hal yang berhubungan dengan kesehatan pada para ahli medis di Halodoc melalui aplikasi yang dapat di download ke smartphone kamu!

Baca juga: 4 Gejala yang Dialami saat Terkena Angioedema

Pengobatan untuk Mengatasi Angioedema

Untuk mencegah gangguan ini menyebabkan hal-hal yang berbahaya pada tubuh, pencegahan dini harus dilakukan. Berikut adalah beberapa pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi angioedema:

  • Obat anti-gatal: Pengobatan yang umum digunakan untuk gatal-gatal dan angioedema adalah antihistamin. Pengobatan ini dapat mengurangi gatal, pembengkakan dan gejala alergi lainnya.

  • Obat untuk menekan sistem kekebalan tubuh: Jika antihistamin tidak efektif, dokter mungkin akan meresepkan obat yang mampu menenangkan sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif.

  • Obat untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak: Gatal-gatal kronis dan angioedema dapat diobati dengan jenis obat antiinflamasi nonsteroid yang disebut leukotriene antagonists.

Baca juga: 4 Penanganan untuk Atasi Angioedema

Referensi:
Verywell Health (2019). Causes and Risk Factors of Angioedema
Agency for Clinical Innovation (2019). Angioedema
Mayo Clinic (2019). Hives and angioedema