4 Hal yang Perlu Diketahui tentang Kesuburan Wanita

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Kesuburan Wanita

Halodoc, Jakarta - Ketika seorang wanita ingin memiliki momongan, kesuburan sangat penting diperhatikan. Kesuburan sendiri lebih dari sekedar memiliki sel telur yang siap untuk dibuahi. Namun, kesehatan sel telur sendiri perlu diperhatikan. Perhatikan berikut ini serba-serbi kesuburan wanita yang perlu kamu ketahui.

Baca juga: Awas, 6 Faktor Ini Bisa Menurunkan Kesuburan Wanita

Hal yang Perlu Diketahui tentang Kesuburan Wanita

Kesuburan merupakan hal yang perlu diperhatikan bagi pasangan yang ingin memiliki momongan. Banyak orang yang menganggap wanita memiliki masalah dengan kesuburan, ketika pasangan yang baru saja menikah belum juga memiliki momongan. Namun, tahukah kamu jika pria juga bisa menjadi penyebabnya? Agar tidak salah kaprah, berikut hal yang perlu kamu ketahui tentang kesuburan wanita:

1. Wanita yang Sehat Belum Tentu Subur

Memiliki kesehatan yang baik tidak selalu menjadi patokan bahwa kamu subur. Bahkan, melakukan aktivitas sehat seperti olahraga, pola makan sehat, serta kolesterol dan tekanan darah yang normal bukan jaminan kesuburan wanita. Perlu diketahui bahwa puncak kesuburan wanita berada di pertengahan usia 20 tahunan dan mulai menurun pada usia 27 tahun.

Jika kamu wanita yang berusia di pertengahan 30 tahunan dan sedang berjuang dalam kehamilan, hal ini memerlukan usaha yang ekstra. Pasalnya, kamu perlu mengetahui kapan waktu ovulasi dan melakukan hubungan seksual di waktu yang tepat.

2. Melakukan Hubungan Seksual saat Masa Ovulasi

Seseorang yang tengah menunggu kehamilan pasti berpikir untuk melakukan hubungan seks setiap hari dan saat masa ovulasi. Padahal, kenyataannya tidak seperti itu. Sel sperma sendiri dapat hidup di saluran reproduksi wanita selama 3 hari setelah berhubungan seks.

Hal yang perlu diketahui adalah kapan kamu mulai menginjak masa subur yang berada di antara 12-14 hari sebelum jadwal menstruasi berikutnya. Umumnya, masa subur wanita mulai terjadi pada hari ke 10-17 setelah hari pertama haid terakhir, hal ini terjadi jika siklus menstruasi berlangsung selama 28 hari.

Baca juga: Bagaimana Cara Menghitung Masa Subur Wanita

3. Jaga Berat Badan

Tubuh yang kekurangan gizi tidak akan mengalami menstruasi. Hal ini terjadi karena minimnya lemak dalam tubuh yang diperlukan untuk ovulasi. Tidak hanya seseorang yang terlalu kurus, kelebihan berat badan pun dapat mengubah hormon dan menghambat terjadinya ovulasi.

4. Gaya Hidup yang Dijalani

Kesuburan wanita memang dapat dipengaruhi oleh masalah kesehatan yang tidak dapat dikendalikan, seperti PCOS atau endometriosis. Terlepas dari hal tersebut, kamu dapat mencoba memaksimalkan peluang kesuburan dengan beberapa langkah berikut ini:

  • Jika kamu adalah perokok, hentikan kebiasaan merokok segera. Pasalnya, merokok akan membuat indung telur berkurang dan sel telur akan habis sebelum waktunya.

  • Lakukan diet sehat agar berat badan ideal. Pasalnya, kelebihan atau kekurangan berat badan akan mengacaukan hormon dan mencegah terjadinya ovulasi.

  • Lakukan pap smear secara teratur. Jika kamu aktif secara seksual, penting untuk melakukan pap smear secara teratur agar mencegah penyakit yang dapat merusak sistem reproduksi.

  • Batasi konsumsi alkohol dan kafein. Pasalnya, alkohol akan menyebabkan peningkatan risiko gangguan ovulasi.

  • Batasi aktivitas fisik yang berat.

Baca juga: Cara Mengetahui Tingkat Kesuburan Wanita

Jika kamu ingin menjalani serangkaian program kehamilan, kamu bisa langsung menemui dokter di rumah sakit terdekat dengan membuat janji terlebih dulu di aplikasi Halodoc. Dalam hal ini, biasanya dokter akan memeriksa masalah kesehatan terkait hal-hal yang membuat kamu sulit untuk hamil. Penanganan terhadap masalah kesuburan akan tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Referensi:
The Bump. Diakses pada 2019. 10 Surprising Fertility Facts We Bet You Didn't Know.
Bustle. Diakses pada 2019. 10 Things Every Woman Should Know About Fertility.