Begini Cara Menghitung Masa Subur Wanita

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Begini Cara Menghitung Masa Subur Wanita

Halodoc, Jakarta - Menghitung masa subur bisa dibilang cara paling simpel untuk menambah peluang kehamilan. Masa subur wanita sendiri berkisar di sekitar waktu ovulasi. Kira-kira lima hari sebelum ovulasi terjadi. Lantas, bagaimana sih cara menghitung masa subur? 

Kalender Ogino Knaus

Bagi kamu yang ingin menghitung masa subur, bisa menggunakan metode yang satu ini. Caranya tak sulit kok, berikut penjelasannya:

  1. Catat tanggal haid selama 6 hingga 12 bulan terakhir.

  2. Setelah diketahui, kurangi 18 hari dari siklus haid tersingkat selama 6 bulan untuk menentukan awal masa subur.

  3. Selanjutnya, kurangi 11 hari dari siklus haid terpanjang untuk menentukan akhir masa subur.

Contohnya:

Setelah dilakukan pencatatan siklus haid selama kurang lebih enam bulan, diketahui bahwa siklus terpanjang adalah 31 hari dan terpendek 26 hari. Maka: 31-11=20 hari, 26-18=8 hari

Jadi, perkiraan masa subur berlangsung pada hari kedelapan hingga hari ke-20.

Baca juga: Cara Mengetahui Tingkat Kesuburan Wanita

Umumnya, masa subur wanita ini berkisar 12–16 hari sebelum masa haid berikutnya. Dengan kata lain, rata-rata wanita mengalami masa subur antara hari ke-10 hingga ke-17 setelah hari pertama haid terakhir. Namun, hal ini berlaku bagi mereka yang memiliki siklus haid teratur 28 hari. Bagi yang berbeda, bisa mencoba untuk menghitung masa subur sendiri, seperti menggunakan metode di atas. 

Ciri-Ciri Masa Subur

Selain cara di atas, ada juga ciri masa subur yang perlu kita ketahui. Indikator-indikator ini bisa memperkuat prediksi hari paling subur. Nah, berikut ciri-cirinya.

1. Lendir dari Mulut Rahim

Perubahan lendiri ini bisa menandai perubahan kadar hormon estrogen pada tubuh. Kondisi ini juga menjadi tanda apakah ovulasi segera terjadi. Lendir ini biasanya berwarna bening, licin, dan elastis, seperti putih telur mentah ketika berada dalam masa subur. 

2. Lebih Bergairah

Ciri-ciri masa subur juga bisa ditandai dengan perasaan yang lebih bergairah. Sebagian wanita biasanya mengalami hal ini, lebih bersemangat, dan lebih mudah bersosialisasi saat mengalami masa subur. 

Baca juga: Bukan Cuma Pria, Wanita juga Bisa Melakukan Tes Kesuburan

3. Suhu Basal Tubuh Meningkat

Suhu basal artinya suhu tubuh ketika bangun di pagi hari. Normalnya suhu basal 35,536,6 derajat Celsius. Nah, naiknya suhu basal ini bisa menandai kalau tubuh sedang mengalami ovulasi.

4. Nyeri pada Perut atau Bagian Punggung

Nyeri ringan hingga berat pada bagian perut atau salah satu bagian punggung, juga bisa menandai masa subur. Pasalnya, beberapa wanita merasakan hal ini di sekitar masa ovulasinya. 

Nah, selain menghitung kapan masa subur terjadi, beberapa ciri di di atas juga bisa menjadi tanda kalau kita sedang berada di masa subur. Yang perlu ditegaskan, meskipun sedang merencanakan kehamilan, sebaiknya tidak terlalu fokus pada menghitung masa subur. Sebab, menurut ahli kesuburan dari Rumah Sakit Umum Massachusetts, seseorang yang terlalu fokus pada perhitungan masa subur yang tepat justru dapat membuat stres.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau ingin berdiskusi dengan dokter lebih lanjut? Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini. Mudah, kan? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play! Mudah, kan?