4 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Sindrom Sheehan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
4 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Sindrom Sheehan

Halodoc, Jakarta – Saat proses persalinan, wanita cenderung kehilangan banyak darah. Namun, jika darah yang dikeluarkan terlalu banyak, hal tersebut berisiko pada kondisi sindrom sheehan. Kehilangan darah yang cukup berisiko mengurangi jumlah oksigen dalam tubuh yang berakibat pada terganggunya fungsi tubuh.

Baca Juga: 8 Tips Melahirkan Normal

Ketika tubuh kekurangan oksigen, kelenjar pituitari mengalami kerusakan yang dapat mengganggu pembentukan hormon hipofisis. Kondisi ini sering disebut dengan hipopituitarisme postpartum. Pada awalnya, gejala sindrom sheehan sulit dideteksi karena penyakit ini berkembang secara lambat. Berikut hal-hal yang perlu kamu ketahui tentang sindrom sheehan, yaitu:

  1. Banyak Faktor Penyebabnya

Kehilangan banyak darah atau tekanan darah yang sangat rendah saat persalinan menghilangkan oksigen yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh. Selain faktor tersebut, ada beberapa faktor lain yang bisa wanita mengalami kehilangan banyak darah:

  • Solusio plasenta yang terjadi ketika plasenta terlepas dari rahim sebelum persalinan;

  • Placenta previa yang menyebabkan plasenta menutupi serviks sebagian atau keseluruhan;

  • Melahirkan bayi besar yang beratnya lebih dari 4 kilo atau mengandung bayi kembar;

  • Preeklampsia atau mengalami tekanan darah tinggi selama kehamilan;

  • Melakukan persalinan bantuan, forsep atau persalinan dengan bantuan vakum.

  1. Gejalanya Muncul Perlahan

Tanda dan gejala sindrom Sheehan muncul perlahan selama beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun. Tetapi tidak sedikit pula yang langsung mengalami gejalanya. Gejala sindrom sheehan umumnya memengaruhi hormon yang dikendalikan kelenjar pituitari, seperti tiroid, adrenal, produksi ASI, dan hormon menstruasi. Berikut gejala yang menandai sindrom sheehan:

  • Kesulitan menyusui atau tidak mampu menyusui;

  • Tidak mengalami menstruasi (amenore) atau jarang mengalami menstruasi (oligomenore);

  • Ketidakmampuan untuk menumbuhkan rambut kemaluan yang telah dicukur;

  • Melambatnya fungsi mental, penambahan berat badan, dan kesulitan untuk tetap hangat akibat tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme);

  • Tekanan darah rendah (hipotensi);

  • Gula darah rendah (hipoglikemia);

  • Mudah kelelahan;

  • Detak jantung tidak teratur;

  • Penyusutan payudara.

Baca Juga: 11 Tanda Ibu Menyusui Alami Sindrom Sheehan

Jika ibu mengalami masalah-masalah di atas setelah proses persalinan, segera periksakan ke dokter untuk mendeteksi sindrom sheehan lebih dini. Buat janji dengan dokter lewat aplikasi Halodoc  agar tidak perlu menunggu lama di rumah sakit. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu. Caranya mudah, tinggal download di smartphone kamu saja, ya!

  1. Dapat Dideteksi Melalui Berbagai Tes

Diagnosis sindrom Sheehan mungkin cukup sulit karena gejalanya sering tumpang tindih dengan gejala lainnya. Cara untuk mendiagnosis penyakit adalah melakukan berbagai tes. Sebelum melakukan tes, dokter perlu bertanya tentang riwayat persalinan yang dialami. Dokter juga bertanya apakah ibu mampu memberikan ASI dan bertanya soal periode menstruasi setelah melahirkan. Setelah itu, ada beberapa tes yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Tes darah untuk memeriksa kadar hormon hipofisis.

  • Minta tes stimulasi hormon hipofisis. Kamu perlu pengujian stimulasi hormon hipofisis, seperti menyuntikkan hormon dan melakukan tes darah berulang. Tes ini dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter yang berspesialisasi dalam gangguan hormonal (endokrinologis).

  • Minta tes pencitraan. Kamu juga mungkin memerlukan tes pencitraan, seperti pemindaian MRI atau CT scan, untuk memeriksa ukuran hipofisis dan untuk mencari kemungkinan alasan lain untuk gejala, seperti tumor hipofisis.

  1. Komplikasinya Memengaruhi Metabolisme

Hormon hipofisis mengendalikan begitu banyak aspek metabolisme sehingga sindrom Sheehan dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Pengidap sindrom sheehan dapat mengalami krisis adrenal, sehingga pengidap menghasilkan terlalu sedikit hormon kortisol. Tidak hanya itu, pengidap sindrom sheehan juga berisiko mengalami tekanan darah rendah parah, penurunan berat badan secara signifikan dan periode menstruasi yang abnormal.

Baca Juga: Uniknya Ritual Persalinan dari Berbagai Belahan Dunia

Itulah informasi terkait sindrom sheehan yang wajib diketahui oleh para ibu. Pastikan untuk selalu memenuhi nutrisi agar ibu dan janin selalu dalam keadaan sehat dan dapat bersalin dengan lancar.

Referensi: 
Healthline (Diakses pada 2019). Sheehan Syndrome.
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Sheehan’s Syndrome.